Kurang Hati-Hati Saat Bakar Sampah, Lansia di Magetan Alami Luka Bakar 68 Persen
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 27
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Niat membersihkan sampah di pinggir jalan dengan cara dibakar berujung petaka bagi Sukarno, 77, warga Kelurahan Bendo, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ia mengalami luka bakar hingga 68 persen setelah api merembet ke rumpun bambu dan kini menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD dr. Sayidiman Magetan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (18/10/2026). Sukarno diduga panik ketika api yang semula digunakan untuk membakar sampah merembet ke rumpun bambu di sekitarnya. Ia kemudian berusaha memadamkan api seorang diri hingga mengalami luka bakar serius.
Camat Bendo, Hermin Supraptiwi, membenarkan kondisi korban yang masih membutuhkan penanganan medis intensif. Berdasarkan keterangan dokter yang menangani, luka bakar yang dialami Sukarno mencapai 68 persen.
“Betul, berdasarkan keterangan dokter yang menangani, Pak Karno mengalami luka bakar 68 persen. Sekarang masih di ICU Magetan,” kata Hermin saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2026).
Menurut Hermin, Sukarno sempat direncanakan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki layanan bedah plastik untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun, rencana tersebut belum terealisasi karena masih menunggu kepastian rumah sakit yang bersedia menerima pasien.
“Sebetulnya dirujuk ke bedah plastik, tetapi mungkin menunggu jawaban dari rumah sakit yang mau menerima belum ada. Akhirnya di Magetan saja,” ujarnya.
Di tengah kondisi korban yang membutuhkan perawatan intensif, persoalan sosial keluarganya turut menjadi perhatian pemerintah setempat. Sukarno diketahui tinggal bersama anaknya yang merupakan penyandang disabilitas.
Hermin mengatakan, Sukarno merupakan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan telah memiliki jaminan kesehatan. Meski demikian, pemerintah kecamatan berupaya mengoordinasikan bantuan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan korban dan keluarganya.
Pihak kecamatan telah berkomunikasi dengan Dinas Sosial dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Selain itu, pemerintah kecamatan membuka donasi bagi masyarakat yang ingin turut membantu meringankan beban keluarga Sukarno.
“Kami sudah komunikasikan dengan Dinsos dan Baznas. Kami juga membuka donasi untuk beliau,” jelas Hermin.
Selama Sukarno menjalani perawatan di rumah sakit, sejumlah anggota keluarga, termasuk keponakan dan saudara iparnya, bergantian mendampingi korban.
Sebelumnya, Kapolsek Bendo AKP Agus Supriyanto menjelaskan, peristiwa bermula ketika Sukarno membersihkan sampah di pinggir jalan dengan cara membakarnya. Namun, api kemudian merembet ke rumpun bambu di sekitar lokasi.
Diduga panik melihat api yang semakin membesar, korban berusaha memadamkannya seorang diri hingga mengalami luka bakar serius.
“Awalnya korban itu membersihkan sampah-sampah dengan cara dibakar. Lalu apinya merembet ke rumpun bambu. Diduga panik korban mencoba memadamkan api sendirian hingga akhirnya mengalami luka bakar serius,” terang Agus.
Agus mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat cuaca kering. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merembet ke vegetasi atau material lain yang mudah terbakar, sehingga membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
“Yang jelas, jangan bakar-bakar saat kemarau seperti ini. Selain membahayakan diri sendiri, juga dapat membahayakan orang lain,” tegasnya.
Masyarakat diimbau menghindari pembakaran sampah secara terbuka, khususnya di dekat rumpun bambu, semak kering, dan bahan mudah terbakar lainnya. Jika api mulai membesar dan sulit dikendalikan, warga sebaiknya segera menjauh ke tempat aman dan meminta bantuan petugas daripada mengambil risiko memadamkannya seorang diri. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krz/Diez





