Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Ini Arahan Wali Kota Madiun

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
  • visibility 213
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Apel dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menggelar apel pada Kamis (05/06/2025) yang dipusatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo. Lokasi tersebut direncanakan akan disulap menjadi destinasi wisata kebun buah di masa mendatang. Apel dipimpin langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi, dan diikuti oleh seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Madiun.

Wali Kota Madiun, Maidi menekankan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik, terutama dalam momen-momen besar seperti peringatan Hari Raya Iduladha. Ia mengajak seluruh masyarakat dan panitia kurban untuk tidak menggunakan kantong plastik dan menggantinya dengan bahan ramah lingkungan seperti daun.

“Masyarakat itu kita semua. Jangan merepotkan kehidupan dengan perbuatan kita. Saat enak-enaknya pakai plastik, setelah itu sampahnya menumpuk dan menyusahkan orang lain di TPA,” ujarnya.

Maidi juga mengungkapkan bahwa berdasarkan prediksi Pemerintah, TPA yang ada di seluruh Indonesia akan mencapai kapasitas penuh pada tahun 2028. Namun, Pemkot Madiun menargetkan TPA Winongo tersebut akan ditutup lebih cepat, yakni pada akhir tahun 2027 karena sudah ada mesin sampah dan TPA tersebut di alih fungsikan untuk destinasi wisata.

“Insyaallah tahun 2027 akhir, TPA ini akan kita tutup. Kota Madiun akan menuju zero sampah. Semua TPS nantinya akan dilengkapi mesin pengolah sampah,” terang Maidi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa gunung sampah yang ada di TPA Winongo akan diubah menjadi kawasan wisata kebun buah sebagai bagian dari transformasi lingkungan kota.

“Di Kota Madiun, sampah bisa jadi berkah. Hari ini Kota Madiun justru butuh sampah untuk dibuat gunung. Nanti, gunung sampah itu akan kita sulap jadi kebun buah,” tambahnya.

Dengan komitmen tersebut, Pemkot Madiun terus mendorong langkah konkret dalam pengelolaan sampah berkelanjutan demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi seluruh warganya.

Surya – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Duh ! Ayah dan Anak di Madiun Kompak Curi Burung

    Duh ! Ayah dan Anak di Madiun Kompak Curi Burung

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Polisi menangkap ayah dan anak yang terlibat kasus pencurian burung di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Aksi keduanya sempat viral di media sosial sebelum akhirnya diungkap jajaran Polres Madiun dalam Operasi Sikat Semeru 2025. Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengatakan, pelaku utama berinisial Eko (58) merupakan warga Kabupaten Madiun yang dikenal […]

    Bagikan
  • Mimpi Takraw Putri Magetan yang Gagal Mengudara, Kalah Sebelum Bertanding

    Mimpi Takraw Putri Magetan yang Gagal Mengudara, Kalah Sebelum Bertanding

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Semangat mereka sudah membuncah sejak Februari. Enam kali latihan dalam sepekan, tas sudah dikemas, hotel di Malang sudah dipesan. Namun semua itu sirna hanya karena satu surat keputusan. Tim sepak takraw putri Kabupaten Magetan batal berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025. Bukan karena gagal seleksi atau […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Ingatkan Sekolah Negeri Tak Pungut Biaya Saat Pendaftaran

    Bupati Madiun Ingatkan Sekolah Negeri Tak Pungut Biaya Saat Pendaftaran

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Madiun masih berlangsung hingga akhir Juni 2025. Momentum ini menjadi sorotan Bupati Madiun Hari Wuryanto, yang menegaskan agar seluruh lembaga pendidikan mematuhi aturan yang berlaku. Hari Wuryanto, yang akrab […]

    Bagikan
  • Kasus Bayi Alami Luka Bakar di Magetan Belum Temui Titik Terang, Keluarga Minta Pendampingan Hukum

    Kasus Bayi Alami Luka Bakar di Magetan Belum Temui Titik Terang, Keluarga Minta Pendampingan Hukum

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perkembangan penyelidikan kasus luka bakar yang dialami bayi perempuan berusia tujuh hari di Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, hingga kini masih belum jelas. Laporan yang telah diajukan sejak Februari 2026 itu belum menghasilkan kepastian hukum yang diharapkan pihak keluarga. Karena belum adanya kejelasan, keluarga korban akhirnya mengajukan permohonan pendampingan ke DPC PDI […]

    Bagikan
  • Kehamilan di Luar Nikah Dominasi Dispensasi Nikah Anak di Kabupaten Madiun

    Kehamilan di Luar Nikah Dominasi Dispensasi Nikah Anak di Kabupaten Madiun

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Fenomena pernikahan dini di Kabupaten Madiun masih menjadi persoalan serius sepanjang 2025. Data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Madiun menunjukkan, kehamilan di luar nikah menjadi faktor dominan yang mendorong remaja mengajukan dispensasi nikah. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 63 anak mengikuti konseling dispensasi […]

    Bagikan
  • Jelang HUT RI Tren Mendaki ke Gunung Lawu Meningkat, Rental Peralatan Panen Penyewa

    Jelang HUT RI Tren Mendaki ke Gunung Lawu Meningkat, Rental Peralatan Panen Penyewa

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Fenomena fear of missing out (FOMO) rupanya merambah dunia pendakian. Menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia dan libur panjang sekolah, jalur pendakian Gunung Lawu via Magetan dipadati pendaki tektok atau naik turun dalam sehari tanpa menginap. Lonjakan pendaki ini tak lepas dari tren media sosial yang memicu banyak remaja untuk “ikut-ikutan” […]

    Bagikan
expand_less