Berita Terkini
Trending Tags

Bangunan Belum Rampung, Siswa Sekolah Rakyat Madiun Belum Bisa Tinggal di Asrama

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
  • visibility 98
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
beberapa bangunan di kawasan Sekolah Rakyat menjalani pekerjaan akhir (finishing).

Sinergia | Madiun – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun resmi dimulai pada Kamis (31/7/2026). Namun, ratusan siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA belum dapat menjalani pendidikan berasrama karena pembangunan sejumlah fasilitas utama di kompleks sekolah masih dalam tahap penyelesaian.

Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa bangunan di kawasan Sekolah Rakyat seluas sekitar lima hektare di Kelurahan Nglames, Kabupaten Madiun, masih menjalani pekerjaan akhir (finishing). Sejumlah sarana pendukung, terutama toilet, kamar mandi asrama, serta beberapa fasilitas penunjang lainnya, belum sepenuhnya siap digunakan.

Akibat kondisi tersebut, pelaksanaan MPLS hanya dilakukan secara terbatas. Para siswa belum bisa menempati asrama dan untuk sementara dipulangkan hingga seluruh fasilitas dinyatakan layak digunakan.

Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial RI, Rachmat Koesnadi, mengatakan secara umum bangunan utama telah berdiri dan ruang kelas sudah dapat difungsikan. Namun, penyelesaian fasilitas sanitasi masih menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan dalam beberapa hari ke depan.

“Secara prinsip bangunan sudah siap. Yang masih berproses adalah toilet dan kamar mandi di asrama. Mudah-mudahan dalam lima sampai sepuluh hari sudah fungsional sehingga anak-anak bisa mulai menghuni asrama,” ujarnya.

Image Not Found
Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial RI, Rachmat Koesnadi

Ia menambahkan, fasilitas penunjang lain seperti kantin juga tinggal menyelesaikan tahap akhir pekerjaan, termasuk pemasangan perlengkapan air dan proses pembersihan area.

Menurut Rachmat, apabila seluruh pekerjaan selesai sesuai target, siswa diperkirakan mulai menempati asrama dan mengikuti kegiatan pembelajaran secara penuh pada kisaran 10 hingga 15 Agustus 2026.

“Targetnya antara tanggal 10 sampai 15 Agustus anak-anak sudah bisa masuk penuh ke asrama. Yang tersisa hanya pekerjaan finishing sehingga kami optimistis bisa segera difungsikan,” katanya.

Sementara itu, jumlah peserta didik yang telah terdaftar mencapai sekitar 360 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Selain berasal dari Kabupaten Madiun, puluhan siswa dari Kabupaten Ponorogo juga dipersiapkan untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi tersebut.

Di sisi lain, proses rekrutmen tenaga pendidik dan tenaga kependidikan masih berlangsung. Seleksi guru telah selesai dilaksanakan dan saat ini menunggu penugasan resmi dari pemerintah.

” Selama masa transisi, kegiatan belajar mengajar didukung oleh guru bantuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.” imbuhnya.

Kedepan, Sekolah Rakyat Terintegrasi diproyeksikan memiliki sekitar 50 hingga 70 guru serta tenaga pendukung, termasuk wali asrama dan tenaga kependidikan lainnya.

Rachmat memastikan konsep Sekolah Rakyat memungkinkan proses pembelajaran dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan sarana dan prasarana. Karena itu, para siswa untuk sementara dipulangkan dan akan kembali mengikuti MPLS setelah seluruh fasilitas dinyatakan siap digunakan.(Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPPG Patihan Karangrejo Resmi Beroperasi, Perkuat Layanan Gizi di Magetan

    SPPG Patihan Karangrejo Resmi Beroperasi, Perkuat Layanan Gizi di Magetan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya pemenuhan gizi masyarakat di Kabupaten Magetan terus diperkuat. Terbaru, satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali diresmikan, yakni SPPG Patihan Karangrejo yang dikelola Yayasan Inovasi Pemuda Mandiri. Dengan penambahan ini, total SPPG yang telah beroperasi di Magetan kini mencapai 63 unit. Kehadiran SPPG baru tersebut juga menambah jumlah layanan di […]

    Bagikan
  • Lapas Pemuda Madiun Gagalkan Penyelundupan 7,13 Gram Sabu dan Ganja 34 Gram

    Lapas Pemuda Madiun Gagalkan Penyelundupan 7,13 Gram Sabu dan Ganja 34 Gram

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dan ganja yang diduga dilempar dari luar tembok lapas, Senin (11/5/2026) dini hari. Penggagalan tersebut terjadi sekitar pukul 00.00 WIB saat petugas piket perwira dan regu pengamanan melaksanakan patroli rutin di area luar lapas. Dalam patroli itu, petugas menemukan […]

    Bagikan
  • Kepala Desa Taji Ajukan Pengunduran Diri, BPD Belum Terima Surat Resmi

    Kepala Desa Taji Ajukan Pengunduran Diri, BPD Belum Terima Surat Resmi

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jabatan Kepala Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, tengah menjadi sorotan setelah Sigit Supriyadi diketahui membuat surat pengunduran diri. Dokumen tersebut ditandatangani pada 19 Desember dan dibubuhi materai sebagai bentuk keabsahan. Dalam isi surat itu, Sigit menegaskan bahwa keputusan mundur dilakukan atas keinginan pribadi tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun. […]

    Bagikan
  • Longsor Tambang Sirtu Telan Korban Jiwa, Pemkab Magetan Laporkan ke ESDM Jatim

    Longsor Tambang Sirtu Telan Korban Jiwa, Pemkab Magetan Laporkan ke ESDM Jatim

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Longsornya tebing tambang batuan (galian C) di Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (27/9/2025) pagi, menelan korban jiwa. Suroso (55), sopir truk, meninggal dunia setelah tertimbun material tambang. Peristiwa tragis ini mendorong Pemerintah Kabupaten Magetan untuk mengambil langkah tegas. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti yang meninjau langsung lokasi […]

    Bagikan
  • Viral Undangan Terbuka! Dukun, Tokoh Spiritual & Paranormal Selingkar Lawu di Tengah Wacana Eksplorasi Geotermal

    Viral Undangan Terbuka! Dukun, Tokoh Spiritual & Paranormal Selingkar Lawu di Tengah Wacana Eksplorasi Geotermal

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jagat maya tengah dihebohkan dengan beredarnya poster bertajuk “Undangan Terbuka! Dukun, Tokoh Spiritual & Paranormal Selingkar Lawu”. Poster tersebut dimaksudkan mengundang para praktisi spiritual dari berbagai wilayah sekitar Gunung Lawu untuk menggelar doa bersama di kawasan Cemorosewu pada Jumat Legi, 24 Oktober 2025 mendatang. Acara itu disebut sebagai wujud doa bersama […]

    Bagikan
  • MinyaKita Langka, Warga Magetan Beralih ke Minyak Goreng Curah Meski Harga Ikut Naik

    MinyaKita Langka, Warga Magetan Beralih ke Minyak Goreng Curah Meski Harga Ikut Naik

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kelangkaan minyak goreng kemasan bersubsidi MinyaKita di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membuat masyarakat beralih menggunakan minyak goreng curah. Meski harga minyak curah juga mengalami kenaikan, produk tersebut tetap menjadi pilihan karena lebih mudah diperoleh dan harganya masih lebih terjangkau dibandingkan minyak goreng kemasan. Kondisi itu terlihat di salah satu toko penjual […]

    Bagikan
expand_less