Kamis, 5 Nov 2026
Trending Tags

Bangunan Belum Rampung, Siswa Sekolah Rakyat Madiun Belum Bisa Tinggal di Asrama

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
  • visibility 195
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
beberapa bangunan di kawasan Sekolah Rakyat menjalani pekerjaan akhir (finishing).

Sinergia | Madiun – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun resmi dimulai pada Kamis (31/7/2026). Namun, ratusan siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA belum dapat menjalani pendidikan berasrama karena pembangunan sejumlah fasilitas utama di kompleks sekolah masih dalam tahap penyelesaian.

Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa bangunan di kawasan Sekolah Rakyat seluas sekitar lima hektare di Kelurahan Nglames, Kabupaten Madiun, masih menjalani pekerjaan akhir (finishing). Sejumlah sarana pendukung, terutama toilet, kamar mandi asrama, serta beberapa fasilitas penunjang lainnya, belum sepenuhnya siap digunakan.

Akibat kondisi tersebut, pelaksanaan MPLS hanya dilakukan secara terbatas. Para siswa belum bisa menempati asrama dan untuk sementara dipulangkan hingga seluruh fasilitas dinyatakan layak digunakan.

Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial RI, Rachmat Koesnadi, mengatakan secara umum bangunan utama telah berdiri dan ruang kelas sudah dapat difungsikan. Namun, penyelesaian fasilitas sanitasi masih menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan dalam beberapa hari ke depan.

“Secara prinsip bangunan sudah siap. Yang masih berproses adalah toilet dan kamar mandi di asrama. Mudah-mudahan dalam lima sampai sepuluh hari sudah fungsional sehingga anak-anak bisa mulai menghuni asrama,” ujarnya.

Image Not Found
Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial RI, Rachmat Koesnadi

Ia menambahkan, fasilitas penunjang lain seperti kantin juga tinggal menyelesaikan tahap akhir pekerjaan, termasuk pemasangan perlengkapan air dan proses pembersihan area.

Menurut Rachmat, apabila seluruh pekerjaan selesai sesuai target, siswa diperkirakan mulai menempati asrama dan mengikuti kegiatan pembelajaran secara penuh pada kisaran 10 hingga 15 Agustus 2026.

“Targetnya antara tanggal 10 sampai 15 Agustus anak-anak sudah bisa masuk penuh ke asrama. Yang tersisa hanya pekerjaan finishing sehingga kami optimistis bisa segera difungsikan,” katanya.

Sementara itu, jumlah peserta didik yang telah terdaftar mencapai sekitar 360 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Selain berasal dari Kabupaten Madiun, puluhan siswa dari Kabupaten Ponorogo juga dipersiapkan untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi tersebut.

Di sisi lain, proses rekrutmen tenaga pendidik dan tenaga kependidikan masih berlangsung. Seleksi guru telah selesai dilaksanakan dan saat ini menunggu penugasan resmi dari pemerintah.

” Selama masa transisi, kegiatan belajar mengajar didukung oleh guru bantuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.” imbuhnya.

Kedepan, Sekolah Rakyat Terintegrasi diproyeksikan memiliki sekitar 50 hingga 70 guru serta tenaga pendukung, termasuk wali asrama dan tenaga kependidikan lainnya.

Rachmat memastikan konsep Sekolah Rakyat memungkinkan proses pembelajaran dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan sarana dan prasarana. Karena itu, para siswa untuk sementara dipulangkan dan akan kembali mengikuti MPLS setelah seluruh fasilitas dinyatakan siap digunakan.(Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Magetan Perpanjang Penahanan Dua Tersangka Korupsi Gamelan

    Kejari Magetan Perpanjang Penahanan Dua Tersangka Korupsi Gamelan

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan memperpanjang masa penahanan terhadap dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat musik gamelan tahun anggaran 2019 di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Magetan. Kedua tersangka yaitu S, mantan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikpora yang saat itu juga menjabat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta YSJI, […]

    Bagikan
  • PMII dan GMNI Tunda Audiensi dengan DPRD Kabupaten Madiun, Pertimbangkan Situasi Kondusif

    PMII dan GMNI Tunda Audiensi dengan DPRD Kabupaten Madiun, Pertimbangkan Situasi Kondusif

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dua organisasi mahasiswa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas PGRI Madiun (Unipma) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Madiun, menunda audiensi dengan DPRD Kabupaten Madiun yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin (1/9/2025). Keputusan ini disampaikan melalui rilis resmi kedua organisasi. Ketua GMNI Cabang Madiun, Nikolaus Leontin Ama Beta, […]

    Bagikan
  • PAD Kota Madiun Tembus Rp 103 Miliar, Optimistis Capai Target Akhir Tahun

    PAD Kota Madiun Tembus Rp 103 Miliar, Optimistis Capai Target Akhir Tahun

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun menunjukkan kinerja ekonomi yang solid melalui capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga mendekati akhir Agustus 2025, PAD yang berhasil terkumpul mencapai Rp 103 miliar atau 74,71 persen dari target Rp 138 miliar. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun, Jariyanto, menyampaikan bahwa realisasi tersebut menjadi kabar positif. “Tren […]

    Bagikan
  • BPBD Magetan Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, Mewaspadai Dampak Cuaca Ekstrem

    BPBD Magetan Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, Mewaspadai Dampak Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tingginya angka kejadian bencana di Kabupaten Magetan mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) semakin masif memberikan edukasi mitigasi kepada masyarakat, termasuk kepada pelajar sejak usia dini. Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2026/2027 dimanfaatkan BPBD untuk menanamkan budaya sadar bencana kepada siswa SD, SMP, SMA/SMK di Magetan, salah […]

    Bagikan
  • Wabah PMK di Ponorogo, Penjualan Daging Sapi Anjlok

    Wabah PMK di Ponorogo, Penjualan Daging Sapi Anjlok

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang meluas di Kabupaten Ponorogo memberikan dampak signifikan pada para pedagang daging sapi. Penurunan penjualan secara drastis membuat sejumlah pedagang memilih menutup lapak. Namun sebagian lainnya tetap bertahan meski harus menanggung kerugian harian. Seperti yang dirasakan oleh Suprapto, pedagang sekaligus pemilik usaha penggilingan daging […]

    Bagikan
  • Tak Lagi Rahasia! Pemkab Madiun Segera Pasang Stiker di Rumah Penerima Bansos

    Tak Lagi Rahasia! Pemkab Madiun Segera Pasang Stiker di Rumah Penerima Bansos

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mulai menerapkan kebijakan stikerisasi rumah penerima bantuan sosial (bansos) sebagai upaya meningkatkan transparansi sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran. Langkah ini diyakini dapat mendorong warga yang secara ekonomi sudah mampu untuk secara sukarela keluar dari daftar penerima manfaat. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, mengatakan pemasangan stiker pada rumah […]

    Bagikan
expand_less