Berita Terkini
Trending Tags

Program TPS 3R DLHKP Magetan Dikritik : Banyak Dibangun, Minim Pengelolaan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 81
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Program Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Ketahanan Pangan (DLHKP) Kabupaten Magetan menuai sorotan tajam. Meskipun belasan unit TPS 3R telah dibangun, pelaksanaan di lapangan dinilai belum mencerminkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Tercatat sedikitnya 22 titik TPS 3R telah berdiri di berbagai wilayah Magetan. Selain itu, pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai mitra pengelola sampah disebut telah merata hampir di seluruh desa.

Namun, kondisi di lapangan jauh dari harapan. Banyak fasilitas yang tidak difungsikan secara optimal. Sejumlah bangunan TPS 3R justru tampak mangkrak atau tidak aktif, dengan operasional yang lemah dan minim dampak nyata terhadap pengelolaan sampah.

Pemerhati lingkungan, Agus Pujiono, mengkritik keras pendekatan DLHKP yang dinilai hanya berorientasi pada proyek fisik. Menurutnya, program TPS 3R tampak seperti sekadar pemenuhan target proyek tanpa mempertimbangkan keberlanjutan.

“Ibarat orang lapar beli banyak makanan, tapi tidak dimakan karena sudah kenyang minum air putih. Banyak TPS 3R dibangun, tapi tidak dioperasikan optimal,” sindir Agus.

Ia menambahkan bahwa pembangunan KSM dan TPS 3R seringkali hanya menjadi ajang bagi-bagi proyek. Padahal, anggaran yang digunakan tidak sedikit. DLHKP dinilai juga belum mengimplementasikan secara optimal Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2019. Instruksi tersebut menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis desa, termasuk pembentukan KSM, operasional TPS 3R, pengembangan bank sampah, serta pengolahan sampah organik oleh masyarakat.

Hingga pertengahan 2025, hanya sedikit contoh implementasi yang dianggap cukup berjalan, salah satunya TPS 3R Sarangan Asri di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Fasilitas ini selesai dibangun pada 2022, namun pemanfaatannya belum maksimal akibat kurangnya sosialisasi dan dukungan operasional.

Di tengah stagnasi pengelolaan TPS 3R, DLHKP justru lebih memprioritaskan rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru di Desa Botok. Padahal, TPA eksisting di Milangasri telah mengalami kelebihan kapasitas sejak 2019.

“Ngapain terus bahas lahan TPA, padahal pengelolaan sampah di tingkat desa juga belum dimaksimalkan. Harusnya dikuatkan dulu yang sudah ada,” tegas Agus.

Jika tidak segera dibenahi, program TPS 3R dikhawatirkan hanya akan menjadi proyek tanpa jejak manfaat nyata, meninggalkan beban baru dalam pengelolaan sampah di tingkat daerah.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Ambrol Ancam Warga, DPRD Ponorogo Minta Inventarisasi Menyeluruh

    Jembatan Ambrol Ancam Warga, DPRD Ponorogo Minta Inventarisasi Menyeluruh

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Ambrolnya sejumlah jembatan penghubung antarwilayah di Ponorogo dalam beberapa bulan terakhir menyingkap persoalan serius tata kelola infrastruktur daerah. Keterbatasan fiskal akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat dinilai membuat ruang gerak pemerintah daerah kian sempit dalam memperbaiki infrastruktur dasar. Sekretaris Komisi C DPRD Ponorogo, Agung Priyanto, menilai persoalan jembatan tidak bisa […]

    Bagikan
  • DPRD Kota Madiun Usulkan 3 Raperda Inisiatif 2026, Fokus Perlindungan Tenaga Kependidikan dan Banpol

    DPRD Kota Madiun Usulkan 3 Raperda Inisiatif 2026, Fokus Perlindungan Tenaga Kependidikan dan Banpol

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Nota Penjelasan tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif DPRD tahap I tahun 2026. Dalam Rapat Paripurna pada Jumat (27/02/2026) dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya serta dihadiri Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun. Nota Penjelasan 3 […]

    Bagikan
  • SPMB Hampir Usai, Masih Ada Sekolah Kekurangan Murid, Dikbud Madiun Tetap Optimis

    SPMB Hampir Usai, Masih Ada Sekolah Kekurangan Murid, Dikbud Madiun Tetap Optimis

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang penutupan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang tinggal empat hari lagi, sejumlah sekolah di Kabupaten Madiun masih belum memenuhi kuota siswa. Salah satunya di SDN 01 Wayut Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun. Meski begitu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun tetap optimis kuota akan terpenuhi. Kepala Disdikbud Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • Angka Stunting di Saradan Tinggi, Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun Kerahkan Bantuan Gizi

    Angka Stunting di Saradan Tinggi, Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun Kerahkan Bantuan Gizi

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Madiun mempercepat intervensi penurunan stunting di Kecamatan Saradan lantaran menjadi kawasan dengan angka kasus tertinggi. Program pemberian makanan bergizi digelar di Balai Desa Sumbersari, menyasar 200 balita dari 15 desa. Kepala Bakorwil I Madiun, Heru Wahono Santoso dalam sambutannya menyatakan penurunan angka stunting di Jawa […]

    Bagikan
  • Tega! Bayi Ditemukan Terlantar di Sawah Hanya Berbalut Jaket dan Kardus

    Tega! Bayi Ditemukan Terlantar di Sawah Hanya Berbalut Jaket dan Kardus

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Warga Desa Sumbergandu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, dikejutkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga baru berusia sekitar 40 hari. Saat ditemukan kondisinya terlantar di tengah pematang sawah. Bayi malang tersebut ditemukan pada Selasa pagi, 15 April 2025, sekitar pukul 05.00 WIB. Bayi itu ditemukan oleh seorang warga yang tengah […]

    Bagikan
  • Ribuan Guru Somasi Gubernur Jatim, Tolak Mutasi Sepihak Eks-Kepala SMKN 1 Ponorogo

    Ribuan Guru Somasi Gubernur Jatim, Tolak Mutasi Sepihak Eks-Kepala SMKN 1 Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sedikitnya 2.000 guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ponorogo menggelar aksi long march, Selasa (30/12/2025). Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas mutasi Kepala SMKN 1 Ponorogo, Katenan, yang dinilai dilakukan secara sepihak dan menabrak aturan. Ribuan guru berjalan kaki dari Gedung Terpadu menuju Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa […]

    Bagikan
expand_less