Satgas Pangan Polres Madiun Cek Harga Beras, Stok di Penggilingan Capai 50 Ton
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 33
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Satuan Tugas Pangan Polres Madiun turun langsung memantau harga dan stok beras di Kabupaten Madiun. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman sekaligus mengantisipasi potensi pelanggaran harga, keamanan, dan mutu pangan.
Pemantauan dilakukan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI di sejumlah titik pada Kamis (01/01/2026). Tim menyasar penggilingan padi hingga pusat penjualan beras untuk melihat kondisi pangan dari sisi produsen maupun pengecer.
Kasat Reskrim Polres Madiun sekaligus Kasatgas Pangan Polres Madiun AKP Agung Hartawan mengatakan pengawasan dilakukan untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai stok dan perkembangan harga beras di lapangan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memantau ketersediaan stok serta perkembangan harga beras di wilayah Kabupaten Madiun. Kami juga melakukan pengecekan secara langsung agar kondisi di lapangan dapat diketahui dan menjadi bahan evaluasi bersama,” kata AKP Agung.
Salah satu lokasi yang diperiksa yakni UD Sumber Asri Sejahtera di Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri. Penggilingan tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 45 ton dan mampu menyimpan gabah sebanyak 90 ton.
Saat pemeriksaan berlangsung, stok gabah di lokasi tersebut tercatat mencapai 55 ton. Sementara persediaan beras yang tersedia sekitar 50 ton.
Beras yang diproduksi merupakan jenis premium dengan merek Mutiara 21 dan Berlian 21. Produk tersebut dijual dengan harga Rp14.800 per kilogram dan didistribusikan melalui sejumlah jaringan ritel, di antaranya Alfamart, Indomarco, Indogrosir, dan Samudra.
Satgas juga menggali informasi mengenai kondisi produksi dan harga bahan baku. Dari hasil dialog dengan pengelola, produksi beras premium masih berjalan.
Namun, kenaikan harga gabah menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap biaya produksi. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian dalam penetapan harga jual agar tetap mengacu pada ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku.
Pemantauan kemudian dilanjutkan ke Mitra Swalayan di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan.

Di lokasi tersebut, tim menemukan stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 75 kilogram. Beras tersebut dijual dengan harga Rp11.700 per kilogram.
Tim juga menemukan beras medium merek Potro kemasan 5 kilogram yang dijual dengan harga Rp14.500 per kilogram.
Menurut AKP Agung, pengecekan langsung diperlukan agar kondisi stok dan harga pangan tidak hanya diketahui berdasarkan laporan, tetapi dapat diverifikasi di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, kami bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan agar ketersediaan beras tetap terjaga dan perkembangan harga dapat diketahui secara berkala,” ujarnya.
Pengawasan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan 2026.
Selain Satgas Pangan Polres Madiun dan Bapanas RI, kegiatan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Madiun, Bulog Madiun, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Madiun.
Direktur Bidang Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas RI Hamid Sangadji turut mengikuti pemeriksaan bersama jajaran dan staf.
Pengawasan terhadap stok, harga, keamanan, dan mutu pangan selanjutnya akan dilakukan secara berkala. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





