Tinggal 3 Bulan, Anggaran Rp. 500 Miliar Masih Ngendon di OPD Pemkot Madiun
- account_circle Mandor
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 61
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pergerakan serapan anggaran di Pemkot Madiun nampaknya kurang greget. Tercatat hingga 30 September lalu, realisasi anggaran yang terserap baru Rp. 563 miliar atau 51,96 persen dari total alokasi Rp. 1,083 triliun.
Artinya, masih ada sekitar Rp. 520 miliar yang belum terealisasi alias masih ngendon menjelang tiga bulan terakhir di tahun anggaran 2026.
Plt Walikota Madiun, F Bagus Panuntun menekankan capaian serapan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pelaksanaan APBD. Menurutnya, belanja daerah harus tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
’’Bagaimana belanja ini bermanfaat bagi masyarakat. Itu fokus kami,’’ tegasnya belum lama ini.
Dia mengelak rendahnya serapan tersebut tidak mencerminkan progres pekerjaan di lapangan. Menurut dia, sejumlah program dan proyek fisik sudah berjalan meski pembayarannya belum tercatat dalam realisasi keuangan.
’’Serapan itu sebenarnya sudah lebih dari 70 persen. Hanya saja prosesnya adalah proses pencairan, sehingga pekerjaan-pekerjaan yang sebenarnya sudah berjalan itu tidak bisa langsung masuk hitungan serapan,’’ terang Bagus.
Dia menjelaskan, realisasi belanja baru dapat dibukukan setelah melalui tahapan administrasi dan penagihan pembayaran. Sementara pekerjaan yang masih berlangsung maupun dalam proses pengajuan pembayaran belum masuk perhitungan serapan anggaran.
’’Yang bisa masuk serapan adalah yang sudah terealisasi penagihan pembayaran. Yang pekerjaan masih proses atau dalam proses penagihan itu belum bisa masuk realisasi,’’ katanya kalem.
Bagus memperkirakan realisasi belanja bakal meningkat pada triwulan keempat. Terutama setelah proses administrasi dan pembayaran pekerjaan yang telah berjalan diselesaikan. (Ndor)
- Penulis: Mandor
- Editor: Krs/Diez





