Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Ini Kiat Joko Widiyanto Ubah Limbah Dapur Jadi Pupuk Organik Cair Ramah Lingkungan

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
  • visibility 218
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Joko Widiyanto, seorang Dosen tengah membuat Pupuk Organik Cair Ramah Lingkungan, Foto : Istimewa

Sinergia | Kota Madiun – Inovasi pemanfaatan limbah dapur kembali hadir dari tangan kreatif seorang akademisi di Kota Madiun. Joko Widiyanto, dosen Pendidikan Biologi di salah satu universitas di Madiun, berhasil mengolah sampah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sayuran menjadi pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat bagi tanaman.

Di rumahnya yang terletak di Perumahan Bumi Winongo Indah, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Joko – yang akrab disapa Jokowi – telah mempraktikkan teknik ini sejak tahun 2020. Namun, dalam dua bulan terakhir, ia mulai memproduksi POC dalam kemasan botol secara mandiri.

“Proses pembuatannya cukup sederhana. Sampah dapur dikumpulkan, dipotong kecil-kecil, lalu dicampur dan dimasukkan ke dalam galon,” jelas Joko saat ditemui di rumahnya pada Kamis (10/07/2025).

Untuk mempercepat proses fermentasi, ia menambahkan EM4 (Effective Microorganisms), yang berfungsi mempercepat penguraian bahan organik. Setelah melalui proses fermentasi, cairan hasilnya disaring, lalu bisa langsung digunakan sebagai pupuk.

POC buatan Joko ini memiliki sejumlah keunggulan. Selain ramah lingkungan, kandungan nutrisinya lebih mudah diserap oleh tanaman sehingga dapat mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kesuburan. Penggunaan pupuk ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang sering berdampak negatif pada lingkungan.

“Pupuk ini biasanya diaplikasikan dengan cara disiram atau disemprotkan langsung ke tanaman. Praktis dan hasilnya sangat terasa bagi pertumbuhan tanaman,” imbuhnya.

Langkah sederhana ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk mengelola sampah organik rumah tangga secara mandiri dan lebih bijak. Tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi sektor pertanian skala rumahan.

Surya – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kandang Berisi 15 Ribu Ekor Ayam di Lembeyan Magetan Ludes Terbakar

    Kandang Berisi 15 Ribu Ekor Ayam di Lembeyan Magetan Ludes Terbakar

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Peristiwa kebakaran terjadi di Desa Lembeyan Wetan Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan pada Sabtu (05/04/2025). Api menghanguskan kandang peternakan ayam milik Karmanto. Sebanyak 15 ribu ternak ayam beserta kandangnya hangus dilalap si jago merah. Menurut keterangan saksi mata, diketahui asap hitam membumbung tinggi sekitar pukul 06.30 WIB. 3 unit mobil pemadam […]

    Bagikan
  • Magetan Siapkan 235 Koperasi Desa Merah Putih, Target Beroperasi dalam Tiga Bulan

    Magetan Siapkan 235 Koperasi Desa Merah Putih, Target Beroperasi dalam Tiga Bulan

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menargetkan pembentukan 235 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh desa dan kelurahan rampung dalam tiga bulan ke depan. Program ini menjadi tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam prioritas nasional pembangunan ekonomi desa. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan percepatan […]

    Bagikan
  • Kebijakan Impor Bebas Gula Dikhawatirkan Rugikan Petani, APTRI Angkat Suara

    Kebijakan Impor Bebas Gula Dikhawatirkan Rugikan Petani, APTRI Angkat Suara

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia| Kota Madiun – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menghapus kuota impor untuk komoditas vital seperti gula mulai menimbulkan gejolak. Suara keberatan datang dari kalangan petani, khususnya yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI). Dalam sebuah pertemuan di Pabrik Gula Rejo Agung Baru, Kamis (17/4/2025), APTRI menyampaikan kecemasan mendalam. […]

    Bagikan
  • Pasca Longsor, BBWS Bengawan Solo Mitigasi Kerawanan Jalur Lingkar Selatan Telaga Sarangan

    Pasca Longsor, BBWS Bengawan Solo Mitigasi Kerawanan Jalur Lingkar Selatan Telaga Sarangan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penanganan jangka panjang pasca longsor di jalur lingkar selatan Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, mulai digarap serius. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Senin (19/1/2026), menurunkan tim teknis untuk melakukan survei dan pengambilan data topografi di titik longsoran sebagai bahan perencanaan pemulihan permanen. Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Telaga Sarangan, […]

    Bagikan
  • Perbaiki Jaringan Internet, Teknisi Wifi Tewas Tersengat Listrik di Magetan

    Perbaiki Jaringan Internet, Teknisi Wifi Tewas Tersengat Listrik di Magetan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang teknisi jaringan wifi asal Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah tersengat listrik saat memperbaiki jaringan internet di atap rumah warga di Kelurahan Parang, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Rabu (21/05/2025). Korban diketahui bernama Siswanto. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB ketika korban bersama tiga rekannya tengah memperbaiki jaringan […]

    Bagikan
  • Peluncuran IPKD MCP 2025, Wali Kota Madiun Komitmen Mewujudkan Kota Anti Korupsi

    Peluncuran IPKD MCP 2025, Wali Kota Madiun Komitmen Mewujudkan Kota Anti Korupsi

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota dan Wakil Walikota Madiun mengikuti Peluncuran Indikator Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2025 secara virtual pada Rabu (5/2/2025) di gedung GCIO Kota Madiun. Peluncuran ini juga di ikuti 38 Provinsi, 419 Kabupaten dan 93 Kota yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). […]

    Bagikan
expand_less