
Sinergia | Kota Madiun – Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Madiun Kota pada tahun 2025 ini mengalami kenaikan. Sesuai data per 15 Desember 2025, jumlah laka lantas di angka 370 kasus atau naik 1,65 persen dibandingkan 2024 dengan 364 kasus. Untuk korban meninggal dunia juga mengalami kenaikan di angka 36 korban, dibandingkan 29 korban meninggal dunia di tahun lalu.
Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi dalam konferensi pers akhir tahun 2025 mengungkapkan untuk korban luka berat tercatat 4 orang dan luka ringan 458 orang. Sementara kerugian materiil dalam laka lantas tahun ini sebesar Rp. 311,6 juta.
“Ini tetap menjadi atensi bersama untuk angka laka lantas ini. Upaya preventif terus kita optimalkan dalam menekan angka kecelakaan. Apalagi, yang terlibat kecelakaan ini masuk kategori usia produktif,” terang AKBP Wiwin.
Sementara itu, pelanggar lalu lintas tahun 2025 ini tercatat 21.125 kasus, atau turun 7 persen dibandingkan tahun 2024 dengan 22.697 pelangaran. Penindakan terhadap pelanggar lalu lintas dilakukan dengan 6.437 tilang dan 14.688 teguran. “Kendaraan paling banyak laka lantas itu sepeda motor dengan 556 kasus, termasuk pelanggaran terbanyak dengan 5.748 kasus. Kami harapkan masyarakat lebih tertib berlalu lintas dan memathui rambu-rambu yang ada,” tegasnya.
Penindakan Polres Madiun Kota melalu Satlantas juga dilakukan terhadap penggunaan knalpot brong. Tercatat 2025 ini, knalpot brong yang diamankan hanya 213 buah, jauh menurun dibandingkan tahun 2024 dengan 548 knalpot brong. “Turunnya jumlah knalpot brong yang diamankan ini merupkan hasil upaya kami secara preemtif dan preventif. Jadi kami selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat hingga sekolah-sekolah. Jangan sampai anak-anak dalam berkendara ini memakai knalpor brong. Itu bisa membahayakan,” pungkas Kapolres Madiun Kota.(Kris).