Berita Terkini
Trending Tags

Ketersediaan Fasilitas UMKM Magetan Dinilai Belum Maksimal

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • visibility 186
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pusat Oleh – Oleh Kota Magetan. Foto: Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan terus melakukan upaya demi memperkuat perekonomian lokal melalui dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM). Sejumlah program strategis telah digulirkan, termasuk pembangunan Rumah Promosi dan Rumah Kemasan. Namun, hingga kini, sebagian pelaku usaha menilai manfaat kedua fasilitas tersebut belum sepenuhnya dirasakan.

Rumah Promosi yang dibangun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan mulanya bertujuan agar menjadi etalase produk unggulan IKM, mulai dari olahan makanan hingga kerajinan kulit. Bangunan itu berlokasi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Selosari, fasilitas ini berdiri tak jauh dari sentra industri kulit di Jalan Sawo.

Proyek yang dikerjakan pada tahun anggaran 2021 itu menelan dana sekitar Rp 2,07 miliar dari APBD setelah proses lelang, dari pagu awal Rp 3 miliar. Saat ini, pelaku IKM masih bisa dengan leluasa menempati lokasi tersebut tanpa biaya, sambil menunggu hasil appraisal untuk pengelolaan lanjutan. Pemkab Magetan juga berencana bakal menyerahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga dengan dalih agar lebih profesional.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan peningkatan daya saing UMKM yang tertuang dalam Renstra Dinas Koperasi dan UMKM 2024–2026 serta Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024–2026. Bahkan pada 2023, sejumlah pelaku usaha dan pejabat Disperindag melakukan studi banding ke Gerai Decomekers di Yogyakarta untuk belajar strategi promosi dan pemasaran produk lokal.

Selain Rumah Promosi, Pemkab Magetan juga membangun Rumah Kemasan pada tahun 2020 dengan anggaran Rp 2,3 miliar dari APBD. Fasilitas ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM dalam urusan desain dan kualitas kemasan produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Namun, bangunan tersebut kini difungsikan sementara sebagai kantor Disperindag dengan alasan efisiensi anggaran. Kondisi ini menimbulkan kritik karena fasilitas yang sejatinya disiapkan untuk mendukung UMKM belum menjalankan peran sebagaimana mestinya.

Kebijakan pengembangan Rumah Kemasan sendiri sejalan dengan arahan Kementerian UMKM. Pada Januari 2025, Menteri Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya fasilitas semacam ini untuk menekan biaya produksi dan distribusi, seperti yang telah berhasil diterapkan di Temanggung.

Seorang pelaku usaha makanan ringan di Magetan mengungkapkan rasa kecewanya terhadap pemanfaatan fasilitas tersebut. Ia menilai program dengan anggaran besar itu tidak berjalan sesuai harapan.

“Tempat promosi itu jarang diketahui pelaku usaha. Sejak pengelolaannya berpindah ke Disperindag, kegiatan di sana jadi sepi. Sayang, padahal tujuannya bagus,” ujarnya.

Ia juga menyebut sosialisasi mengenai Rumah Kemasan belum menyentuh banyak pelaku usaha.

“Saya sendiri tidak pernah mendapat informasi bagaimana cara memanfaatkan fasilitas itu. Sepertinya hanya kalangan tertentu yang tahu,” tambahnya.

Menurutnya, koordinasi antardinas perlu diperkuat.

“Akan lebih baik jika semua pihak, termasuk bupati, duduk bersama mencari solusi. Fasilitas sudah ada, tinggal bagaimana memaksimalkannya agar benar-benar bermanfaat,” sarannya.

Beberapa tahun terakhir, Rumah Promosi dilaporkan sepi pengunjung dan memerlukan evaluasi menyeluruh. Berdasarkan kajian akademik Universitas Brawijaya, strategi pengembangan UMKM di Magetan masih perlu ditingkatkan terutama dalam akses permodalan dan pemasaran.

Meski demikian, potensi IKM Magetan tetap menjanjikan. Produk kulit yang menjadi ikon daerah terus dikenal luas. Pada 2025, UMKM Magetan bahkan tampil di Anjungan Jawa Timur TMII untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih besar.

Pemerintah daerah diharapkan segera menuntaskan proses administrasi dan membuka ruang kolaborasi dengan pelaku usaha agar Rumah Promosi dan Rumah Kemasan benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.

Dengan pengelolaan yang tepat, dua fasilitas tersebut dapat menjadi fondasi penting menuju kemandirian UMKM Magetan di masa depan.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Pengurus KSPPS MSI Magetan Jadi Tersangka, Dana Disalahgunakan untuk Trading Saham

    Tiga Pengurus KSPPS MSI Magetan Jadi Tersangka, Dana Disalahgunakan untuk Trading Saham

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Melalui proses penyelidikan panjang, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Magetan akhirnya menetapkan tiga orang pengurus Koperasi Simpan Pinjam Syariah (KSPPS) Mitra Sejahtera Indonesia (MSI) sebagai tersangka. Ketiganya terjerat kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana nasabah. Total kerugian sementara ditaksir mencapai lebih dari Rp5 miliar. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, […]

    Bagikan
  • KA BIAS Catat Lonjakan Penumpang, Capai 153 Ribu dalam Enam Bulan

    KA BIAS Catat Lonjakan Penumpang, Capai 153 Ribu dalam Enam Bulan

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo (KA BIAS) relasi Madiun–Solo kian diminati masyarakat. Sejak perpanjangan rute hingga Stasiun Madiun, layanan ini menunjukkan performa gemilang. Pada semester pertama tahun 2025, tepatnya periode Januari hingga Juni, tercatat sebanyak 153.254 penumpang telah memanfaatkan layanan KA lokal bersubsidi ini. Manajer Humas Daop 7 Madiun, […]

    Bagikan
  • Ribuan ASN Ponorogo Berdesak-desakan Saat Halal Bihalal

    Ribuan ASN Ponorogo Berdesak-desakan Saat Halal Bihalal

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memadati halaman rumah dinas bupati untuk mengikuti acara halal bihalal yang digelar pada Selasa pagi (08/04/2025). Acara silaturahmi dengan Bupati Sugiri Sancoko dan jajaran pejabat Pemkab itu diwarnai insiden desak-desakan saat para ASN mencoba masuk ke lokasi. Massa ASN yang […]

    Bagikan
  • Jelang Idul Adha 2026, Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah Naik, Permintaan Daging Sapi Naik

    Jelang Idul Adha 2026, Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah Naik, Permintaan Daging Sapi Naik

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Perdagangan Kota Madiun bersama tim Satgas Pangan melakukan peninjauan harga bahan pokok penting (Bapokting) di Pasar Besar Madiun pada Senin (25/5/2026). Pengecekan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Idul Adha 2026 pekan ini. Subkoordinator Stabilisasi HargaBarang Kebutuhan Pokok danBarang Penting Disperdag Kota […]

    Bagikan
  • Unik! Jasa Suruh Online di Ponorogo Terima Order Ambil Rapor hingga Bangunkan Pacar

    Unik! Jasa Suruh Online di Ponorogo Terima Order Ambil Rapor hingga Bangunkan Pacar

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Keberadaan jasa suruh online di Kabupaten Ponorogo terus menunjukkan perkembangan. Tidak hanya melayani pengantaran barang maupun pembayaran kebutuhan rutin, layanan berbasis permintaan ini kini mulai menjangkau urusan yang lebih personal, termasuk pengambilan rapor siswa di sekolah. Fenomena tersebut muncul seiring keterbatasan waktu yang dimiliki sebagian orang tua. Aktivitas pekerjaan yang padat, […]

    Bagikan
  • Makin Dekat Lebaran, Disnakerin Kabupaten Madiun Pantau Pencairan THR

    Makin Dekat Lebaran, Disnakerin Kabupaten Madiun Pantau Pencairan THR

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M semakin dekat. Namun, hingga Selasa (25/03/2025), jumlah perusahaan yang telah melaporkan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun masih belum mencapai separuh dari total perusahaan skala besar hingga menengah di daerah tersebut. Kepala Disnakerin Kabupaten […]

    Bagikan
expand_less