Sabtu, 17 Okt 2026
Trending Tags

Jambore Pariwisata 2026 di Klangon Madiun, Dorong Wisata Minat Khusus Berbasis Masyarakat

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • visibility 269
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bukit Watu Bayang Desa Klangon Saradan menjadi tuan rumah Jambore Wisata Minat Khusus 2026.

Sinergia | Madiun – Pengembangan pariwisata minat khusus di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, didorong agar tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut mengemuka dalam Jambore Pariwisata Minat Khusus 2026 yang digelar di Rintisan Desa Wisata Klangon, Kecamatan Saradan, pada 14–15 Oktober 2026.

Kegiatan selama dua hari itu diikuti 50 peserta dari berbagai unsur industri pariwisata, mulai dari pengelola pendakian Gunung Pandan dan Gunung Wilis, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pengelola homestay, pelaku wellness tourism, hingga komunitas paralayang dan usaha kuliner lokal.

Jambore tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk memetakan potensi, mengidentifikasi kendala, serta menyusun langkah konkret pengembangan pariwisata minat khusus yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT).

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati, mengatakan tren pariwisata mulai bergeser dari wisata massal menuju pengalaman yang lebih autentik.

Wisatawan tidak lagi sekadar mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi juga aktivitas dan pengalaman yang memberikan kesan mendalam.

“Pariwisata tidak melulu tentang sarana dan prasarana. Pariwisata yang baik adalah yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Puji Jumat ( 16/10/2026).

Image Not Found
Bukit Watu Bayang Desa Klangon Saradan menjadi tuan rumah Jambore Wisata Minat Khusus 2026.

Menurut dia, Kabupaten Madiun perlu memperkuat pengembangan produk wisata minat khusus, seperti sport tourism dan wellness tourism, dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Konsep tersebut dinilai relevan untuk dikembangkan, terutama di kawasan Selingkar Wilis, karena dapat mengoptimalkan potensi lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.

Selain paralayang, Kabupaten Madiun memiliki potensi wisata pendakian Gunung Pandan dan Gunung Wilis. Desa Klangon juga berpeluang mengembangkan wisata edukasi tanaman porang yang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat setempat.

“Tentunya, potensi atraksi inu perlu diimbangi dengan peningkatan fasilitas, akomodasi, serta kualitas pelayanan wisata. Jadi Desa Klangon yang memiliki sekitar 20 homestay masih membutuhkan penguatan standar layanan dan kesiapan sumber daya manusia,” jelasnya.

Dalam jambore tersebut, peserta membahas empat aspek pengembangan pariwisata, yakni atraksi, amenitas, akomodasi, dan hospitality. Keempat aspek itu menjadi dasar untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan destinasi sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan.

Image Not Found
Bukit Watu Bayang Desa Klangon Saradan menjadi tuan rumah Jambore Wisata Minat Khusus 2026.

Selama kegiatan, komitmen terhadap kelestarian lingkungan melalui konsep zero plastic diterapkan. Peserta diwajibkan membawa tumbler dan gelas pribadi, sementara penyajian makanan dan minuman dilakukan tanpa plastik sekali pakai.

“Jadi lewat kegiatan ini, pengembangan pariwisata di Kabupaten Madiun diharapkan semakin mengedepankan kolaborasi antarpelaku, peningkatan kualitas layanan, serta perlindungan lingkungan,” tutur Puji.

Dengan begitu, potensi wisata alam dan aktivitas minat khusus di Klangon dan kawasan sekitarnya dapat berkembang menjadi daya tarik yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.(tov).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Rekonstruksi Jalan Menuju TPA Botok Disorot, Talud  Baru Disebut Mudah Ambrol

    Proyek Rekonstruksi Jalan Menuju TPA Botok Disorot, Talud  Baru Disebut Mudah Ambrol

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Pekerjaan rekonstruksi Jalan Sidowayah–Botok yang menjadi salah satu akses menuju rencana pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) baru di Kabupaten Magetan mendapat sorotan warga. Pasalnya, bangunan talud yang masih dalam tahap pengerjaan disebut memiliki kualitas yang kurang baik dan mudah rusak. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp 711.525.000 dengan masa pelaksanaan […]

    Bagikan
  • Simbol Perlawanan atau Tren Pop, Diskusi Bendera One Piece Soroti Kritik Sosial dalam Anime

    Simbol Perlawanan atau Tren Pop, Diskusi Bendera One Piece Soroti Kritik Sosial dalam Anime

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Di tengah maraknya pengibaran bendera tengkorak bertopi jerami ala Jolly Roger dari anime One Piece yang ramai dijadikan simbol perlawanan, sekelompok pemuda di Madiun memilih pendekatan berbeda yakni berdiskusi. Puluhan pemuda berkumpul di sebuah kafe di Jalan Salak, Kota Madiun, Madiun (03/08/2025), untuk mendalami makna cerita dalam One Piece, bukan […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Salurkan 146 Ton Pupuk Non Subsidi untuk 32 Kelompok Tani

    Pemkot Madiun Salurkan 146 Ton Pupuk Non Subsidi untuk 32 Kelompok Tani

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyalurkan bantuan pupuk non subsidi kepada kelompok tani di wilayah setempat. Program ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pupuk majemuk para petani di tengah terbatasnya alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat. Subkor Budidaya, Sarana dan Prasarana Pertanian DKPP Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • PAD Kabupaten Madiun Baru 59 Persen, Setoran BLUD dan BUMD Belum Maksimal

    PAD Kabupaten Madiun Baru 59 Persen, Setoran BLUD dan BUMD Belum Maksimal

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun hingga 31 Agustus 2026 baru mencapai Rp253,8 miliar atau sekitar 59 persen dari target Rp433,2 miliar. Capaian tersebut membuat Pemkab Madiun masih harus mengejar penerimaan dari sejumlah sektor, termasuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sekretaris Badan Pendapatan Daerah […]

    Bagikan
  • 2 Anak dari Buruh Serabutan Asal Kradinan Madiun Kini Masuk Sekolah Rakyat

    2 Anak dari Buruh Serabutan Asal Kradinan Madiun Kini Masuk Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Program Sekolah Rakyat mulai memberikan dampak nyata bagi keluarga prasejahtera di Kabupaten Madiun. Salah satunya dirasakan keluarga Darus Salam (52), buruh serabutan asal Dusun Gunting, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, yang kini kedua anaknya diterima sebagai peserta didik Sekolah Rakyat. Sebelumnya, hanya putra bungsunya, Ali Farzan Nur Faeyza (8), yang terdaftar sebagai […]

    Bagikan
  • Lawu Fun Run 2025 Gaet Ribuan Peserta, Dorong Ekonomi Komunal Kampung Susu Lawu

    Lawu Fun Run 2025 Gaet Ribuan Peserta, Dorong Ekonomi Komunal Kampung Susu Lawu

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Lebih dari sekadar ajang olahraga, Lawu Fun Run 2025 yang digelar di Kampung Susu Lawu, Singolangu, Kecamatan Plaosan, Sabtu (12/07/2025), menjadi momentum penting dalam penguatan ekonomi lokal berbasis industri komunal. Sebanyak 1.127 pelari dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian dalam acara ini. Dengan rute melintasi pesona alam pegunungan Lawu, […]

    Bagikan
expand_less