KAI Daop 7 Madiun Catat 3 Kejadian di Perlintasan Sebidang Selama Angkutan Lebaran 2026
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 35
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Masa Angkutan Lebaran 2026 resmi berakhir. Namun PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keselamatan perjalanan kereta api, khususnya di perlintasan sebidang.
Berdasarkan data sepanjang masa Angkutan Lebaran yang berlangsung sejak 11 Maret hingga 1 April 2026, tercatat tiga kejadian di perlintasan sebidang (JPL). Rinciannya, dua kejadian berupa kendaraan menemper kereta api dan satu kejadian kendaraan mogok di lintasan rel.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa meskipun periode angkutan Lebaran telah selesai, upaya peningkatan keselamatan tidak akan berhenti.
“Masa Angkutan Lebaran boleh berakhir, namun komitmen terhadap keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat tidak akan pernah kendor,” ujar Tohari dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).
Sebagai langkah preventif, KAI Daop 7 tetap menggelar sosialisasi keselamatan di sejumlah titik rawan perlintasan sebidang di wilayah Nganjuk hingga Madiun. Kegiatan ini menyasar lokasi dengan tingkat lalu lintas tinggi, di antaranya JPL 106 Km 132+5/6 (Bagor–Saradan), Desa Wilangan, Kabupaten Nganjuk, JPL 104 Km 127+2/3 (Bagor–Saradan), Desa Ngudikan, Kabupaten Nganjuk dan JPL 115 Km 147+2/3 (Caruban–Saradan), Desa Kaligunting, Kabupaten Madiun.
Sosialisasi dilakukan bersama unsur TNI dan Polri setempat dengan pembagian flyer, pemasangan spanduk, serta edukasi langsung kepada pengguna jalan.
“KAI terus menggaungkan kampanye keselamatan #BERTEMAN yaitu Berhenti, Tengok Kiri Kanan, Pastikan Aman, Lalu Jalan. Itu sebagai langkah sederhana untuk mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang,” jelasnya
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk mematuhi aturan dalam UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, yang mewajibkan pengguna jalan untuk mendahulukan perjalanan kereta api saat melintas di perlintasan sebidang.
Tohari berharap kesadaran masyarakat yang terbentuk selama periode Lebaran dapat terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk lebih disiplin demi keselamatan semua pihak,” tutupnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez






