Berita Terkini
Trending Tags

Jari Remuk Terjepit Mesin Molen, Pekerja Proyek KDMP Bingung Biaya Berobat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • visibility 355
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar ilustrasi tentang kecelakaan kerja.

Sinergia | Magetan – Upaya menambah penghasilan menjelang Lebaran berakhir tragis bagi seorang pekerja proyek di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan. Suratni (39) mengalami kecelakaan kerja setelah jarinya remuk terjepit mesin molen pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Insiden terjadi ketika Suratni sedang mengoperasikan alat pengaduk semen dalam proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Tanpa disadari, tangannya masuk ke bagian mesin yang sedang berputar, membuat tulang jari korban hancur.

Korban langsung dilarikan ke RSUD dr. Sayidiman Magetan untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisi jarinya disebut mengalami kerusakan parah akibat tekanan mekanis dari mesin.

Dalam keterangannya di rumah sakit, Kamis (19/2/2026), Suratni mengungkapkan bahwa ia bekerja di proyek itu baru dua hari. Ia mengambil pekerjaan tersebut demi menambah pemasukan untuk kebutuhan orang tuanya serta persiapan Lebaran.

“Saya cuma ingin cari tambahan uang. Waktu mengoperasikan molen, tangan saya tiba-tiba terjepit. Mungkin karena saya kurang waspada,” tuturnya.

Sebagai buruh serabutan, Suratni mengaku mengambil pekerjaan apa pun yang tersedia. Ia juga mengaku tidak mengetahui siapa yang akan menanggung biaya perawatannya.

“Tidak punya sawah, jadi apa saja saya kerjakan. Untuk biaya rumah sakit, saya juga belum tahu bagaimana nanti,” katanya.

Terkait perlengkapan keselamatan kerja, korban menyebut hanya mengenakan sepatu. Ia tidak memakai sarung tangan, helm, maupun rompi keselamatan karena mengira tahap pekerjaan yang dijalaninya belum memerlukan perlindungan lengkap.

“Yang saya pakai cuma sepatu. Sarung tangan atau helm belum, karena masih tahap pondasi,” ujarnya.

Kini Suratni hanya berharap kondisinya segera membaik, meski harus menerima kenyataan bahwa satu jari yang selama ini ia andalkan tidak dapat kembali normal. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pekerja informal memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja, terlebih saat beroperasi dengan mesin berat tanpa perlengkapan keselamatan memadai.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Perbaikan Sekolah Rusak, Disdikpora Magetan Andalkan Program Revitalisasi dari Pemerintah Pusat

    Soal Perbaikan Sekolah Rusak, Disdikpora Magetan Andalkan Program Revitalisasi dari Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan memastikan terus melakukan pendataan dan pemetaan terhadap bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, baik di jenjang SD maupun SMP. Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan skala prioritas perbaikan di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah. Kepala Disdikpora Magetan, Suhardi, mengatakan setiap laporan kerusakan sekolah akan diverifikasi […]

    Bagikan
  • Badai Hantam Maospati, Puluhan Rumah dan Masjid di Dukuh Sumber Rusak

    Badai Hantam Maospati, Puluhan Rumah dan Masjid di Dukuh Sumber Rusak

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Magetan. Hujan deras yang berlangsung cukup lama disertai terpaan angin kencang menyebabkan kerusakan serius di Dukuh Sumber, Kelurahan Kraton, Kecamatan Maospati, pada Rabu (24/12/2025). Sejumlah rumah dan masjid dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap. Suprianto (62), pemilik salah satu rumah yang terdampak, menceritakan bahwa hujan mulai turun […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Alihkan Peserta PBI-N Nonaktif ke PBI Daerah, Pelayanan Kesehatan Tetap

    Pemkot Madiun Alihkan Peserta PBI-N Nonaktif ke PBI Daerah, Pelayanan Kesehatan Tetap

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 2.079 warga Kota Madiun yang masuk dalam kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Nasional (PBI-N) Jaminasi Kesehatan telah dinonaktifkan. Hal itu dampak dari Pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) oleh Kementerian Sosial RI. Jumlah yang dinonaktifkan tersebut dari total 29.516 penerima aktif di Kota Madiun. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan […]

    Bagikan
  • Dugaan Keracunan MBG di Ngawi, SPPG Kawu Belum Kantongi Sertifikat Laik Higieni

    Dugaan Keracunan MBG di Ngawi, SPPG Kawu Belum Kantongi Sertifikat Laik Higieni

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus dugaan keracunan makanan kembali menimpa puluhan siswa SD dan SMP di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, setelah mereka menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (26/11/2025). Insiden tersebut memicu perhatian publik, terutama terkait standar kelayakan fasilitas yang menyiapkan ribuan porsi makanan bagi peserta didik. Fokus mengarah pada Satuan Pelayanan […]

    Bagikan
  • Ngabuburit, KPS Tonatan Evakuasi Sampah dari Sungai

    Ngabuburit, KPS Tonatan Evakuasi Sampah dari Sungai

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit biasa diisi dengan jalan-jalan atau berburu takjil. Namun, hal berbeda dilakukan oleh Kelompok Peduli Sungai (KPS) Tonatan, Ponorogo. Meski tengah berpuasa, para pemuda pecinta lingkungan ini tetap semangat mengevakuasi sampah yang menyangkut di barikade ban di aliran sungai Dam Tambak Kemangi, kawasan Jalan Ir Juanda, […]

    Bagikan
  • Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun Tegur Kinerja ASN dan Soroti Soal Kebersihan Kota

    Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun Tegur Kinerja ASN dan Soroti Soal Kebersihan Kota

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun memberikan arahan tegas kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun terkait kinerja dan kebersihan kota. Hal tersebut disampaikan saat apel kerja ASN di halaman Balai Kota Madiun, Senin (30/3/2026). Dalam arahannya, Bagus menekankan bahwa seluruh ASN harus memiliki […]

    Bagikan
expand_less