Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Pondasi Bangunan MTs MMA di Poncol Magetan Longsor, Siswa Belajar di Pondok dan Masjid

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • visibility 150
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pondasi MTs MMA Poncol Magetan longsor. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pondasi utama bangunan MTs MMA di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, longsor pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun longsoran berdampak pada bangunan sekolah dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi sekitar 8 meter.

Longsor terjadi ketika proses pembangunan atau renovasi fasilitas di bagian bawah bangunan sekolah tengah berlangsung. Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, pekerjaan pembangunan lapangan dan penguatan talud dilakukan cukup dekat dengan pondasi lama. Kondisi tersebut diduga mengurangi kekuatan pijakan pondasi hingga akhirnya struktur tidak mampu menahan beban dan ambrol.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan, Eka Wahyudi, mengatakan tim langsung diterjunkan setelah menerima laporan untuk melakukan asesmen serta pendataan kondisi di lokasi.

“Memang di sana sedang ada pekerjaan pembangunan di sisi bawahnya, berupa pembangunan lapangan dan penguatan talud. Diduga pekerjaannya cukup mepet dengan pondasi lama sehingga pijakannya berkurang kuat dan akhirnya terjadi longsor atau ambrol,” kata Eka, Jumat (21/8/2026).

Dimensi longsoran yang cukup besar membuat area sekolah dinilai belum aman untuk digunakan sebagai lokasi kegiatan belajar mengajar. BPBD kemudian melakukan penanganan darurat dengan memasang rambu-rambu peringatan sekaligus mengimbau pihak sekolah untuk memindahkan sementara aktivitas pembelajaran.

Ruang yang terdampak meliputi ruang perpustakaan sekaligus ruang pertemuan serta sejumlah ruang kelas. Bangunan sekolah tersebut diketahui telah berdiri sejak sekitar tahun 2000-an.

Saat ini, sekitar 80 siswa MTs MMA dari kelas VII hingga IX untuk sementara mengikuti kegiatan belajar mengajar di sejumlah lokasi yang masih berada dalam satu yayasan. Sebagian siswa belajar di pondok dan ruang Madrasah Aliyah (MA), sementara ruang yang masih dinilai dapat digunakan serta masjid juga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran.

Guru MTs MMA, Mahmud, mengatakan aktivitas pembelajaran dipindahkan untuk mengantisipasi risiko keselamatan siswa selama proses penanganan berlangsung.

“Untuk sementara anak-anak dipindah ke masjid dan pondok. Insyaallah ruang-ruangan yang ada di sana masih baik. Yang terdampak itu ruang perpustakaan dan ruang pertemuan,” ujar Mahmud.

Menurut Mahmud, longsor terjadi saat kondisi cuaca cerah dan tidak sedang turun hujan. Saat kejadian, aktivitas di sekolah juga telah berakhir sehingga seluruh warga sekolah dalam kondisi selamat.

“Alhamdulillah semuanya selamat. Kejadiannya waktu malam, saat adzan Isya. Cuacanya cerah, tidak ada hujan,” katanya.

Image Not Found
Pihak sekolah bersama warga melakukan pembersihan material longsoran. Foto : Kus-Sinergia

Pihak sekolah bersama warga berencana melakukan pembersihan material longsoran secara mandiri. Namun, area yang mengalami kerusakan tetap menjadi perhatian karena masih terdapat bagian bangunan yang berada di sekitar lokasi longsor.

BPBD Magetan mengingatkan masyarakat dan pihak sekolah agar tidak beraktivitas terlalu dekat dengan area pondasi yang ambrol sebelum dinyatakan aman. Rambu peringatan telah dipasang sebagai langkah awal untuk mencegah warga maupun siswa mendekati zona rawan.

Eka menegaskan, pemindahan kegiatan belajar mengajar menjadi langkah penting karena kondisi pondasi yang telah ambrol berpotensi menimbulkan risiko tambahan apabila aktivitas sekolah tetap dilakukan di area tersebut.

“Untuk sementara kegiatan belajar mengajar dipindahkan karena kondisinya cukup rawan. Pondasinya sudah ambrol sehingga tidak memungkinkan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di lokasi tersebut,” jelas Eka.

BPBD Kabupaten Magetan juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama di kawasan yang memiliki kondisi tanah maupun struktur bangunan yang berisiko. Masyarakat diminta segera melaporkan kejadian bencana atau kondisi yang berpotensi membahayakan kepada BPBD Kabupaten Magetan melalui layanan yang tersedia. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolonel Arm Untoro Hariyanto Injakan Kaki di Makorem 081/DSJ

    Kolonel Arm Untoro Hariyanto Injakan Kaki di Makorem 081/DSJ

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Danrem 081 Dhirot Saha Jaya, Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengikuti rangkaian tradisi penyambutan warga baru Korem 081/DSJ, Kamis (13/2/2025). Rangkaian diawali dengan menerima kalungan bunga dan hormat jajar, serta tradisi penciuman dhuaja. Rasa bangga dan optimis terpancar jelas dari seluruh anggota Korem 081/DSJ dalam momen penyambutan yang dilakukan.  Tarian cucuk […]

    Bagikan
  • Livoli Magetan 2025 Resmi Bergulir, Antusiasme Penonton Membludak

    Livoli Magetan 2025 Resmi Bergulir, Antusiasme Penonton Membludak

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Babak Final Four Livoli Divisi Utama 2025 di GOR Ki Mageti, Kabupaten Magetan resmi dimulai, Jumat (10/10/2025). Laga pembuka mempertemukan tim juara bertahan tahun lalu, LavAni Navy melawan Runner Up putaran Bojonegoro, Indomaret Sidoarjo, dengan akhir pertandingan kemenangan untuk LavAni 3-0 (25–22, 25–18, 25–19). Sejak pagi sebelum laga, ribuan penonton mulai […]

    Bagikan
  • Niat Menyeberang, Kakek di Ponorogo Hilang Terseret Arus Sungai

    Niat Menyeberang, Kakek di Ponorogo Hilang Terseret Arus Sungai

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Seorang kakek bernama Bani (60), warga Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, Ponorogo, dilaporkan hilang setelah hanyut terseret arus Sungai Keling, Selasa (20/05/2025) siang. Peristiwa ini terjadi saat korban hendak pulang dari sawah dan nekat menyeberangi sungai yang tengah berarus deras. Menurut keterangan saksi, sebelum hanyut, Mbah Bani sempat terlihat meminta tolong […]

    Bagikan
  • Motor Konsumen Raib di Depan Toko Bayi Madiun, Aksi Pelaku Terekam CCTV

    Motor Konsumen Raib di Depan Toko Bayi Madiun, Aksi Pelaku Terekam CCTV

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Sebuah sepeda motor milik pelanggan toko perlengkapan bayi raib digondol maling saat diparkir di depan toko di Jalan Madiun-Surabaya, Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, pada Senin (14/07/2025) sore. Aksi pencurian terekam kamera pengawas (CCTV) dan dilakukan oleh seorang pria mengenakan jaket hitam. Salah satu karyawan toko, Fitri Nuryani, mengatakan […]

    Bagikan
  • Kerajinan Rebana Ngrukem Tembus Mancanegara

    Kerajinan Rebana Ngrukem Tembus Mancanegara

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sentra kerajinan rebana di Dukuh Jalen, Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, telah dikenal luas, bahkan hingga ke mancanegara. Berkat kualitas yang unggul, rebana dari desa ini banyak diminati oleh pasar luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, hingga Korea Selatan. Kerajinan ini telah ada sejak tahun 1980 dan kini diteruskan […]

    Bagikan
  • Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Ponorogo Ganti Karangan Bunga dengan Bibit Pohon

    Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Ponorogo Ganti Karangan Bunga dengan Bibit Pohon

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Polres Ponorogo merayakan Hari Bhayangkara ke-79 dengan cara yang tak biasa. Jika sebelumnya perayaan identik dengan deretan karangan bunga, tahun ini jajaran kepolisian di Bumi Reog memilih menerima ucapan dalam bentuk bibit tanaman penghijauan. Kapolres Ponorogo, AKBP Andi Wisnu, menyampaikan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta […]

    Bagikan
expand_less