Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Panen Perdana, Wisatawan Serbu Kebun Kelengkeng Madigondo Magetan, Bisa Petik Sendiri

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 458
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wisatawan bisa petik sendiri buah kelengkeng di Kebun Madigondo Magetan, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kebun kelengkeng yang dikelola Pemerintah Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, menarik perhatian publik setelah untuk pertama kalinya membuka wisata petik buah. Baru dibuka beberapa jam, 10 dari 120 pohon yang siap panen langsung ludes dipetik pengunjung Rabu (7/1/2026). Wisatawan tidak hanya datang dari Magetan, tetapi juga dari Madiun, Ngawi, hingga sejumlah daerah sekitar.

Lokasi kebun yang berada di tengah hamparan persawahan menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat memetik kelengkeng langsung dari pohonnya sambil menikmati panorama alam yang terbuka dan asri. Kebun seluas setengah hektare yang diberi nama Agro Sport Madigondo ini dikelola secara profesional oleh pemerintah desa.

Ari, salah satu pengunjung asal Madiun, mengaku datang karena penasaran dengan pengalaman memetik kelengkeng langsung dari kebun. “Buahnya segar dan sensasinya beda karena bisa metik sendiri. Dagingnya tebal, manis, dan di sini boleh makan sepuasnya gratis. Yang bayar hanya kalau dibawa pulang, harganya Rp35 ribu per kilo,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengalaman memilih dan mencicipi buah langsung dari pohon memberikan kepuasan tersendiri dibanding membeli di kios.

Kepala Desa Madigondo, Sulistiono, menjelaskan bahwa konsep wisata petik kelengkeng ini sudah dipersiapkan sejak kebun mulai berproduksi beberapa tahun terakhir. Setiap pohon mampu menghasilkan 30–40 kilogram kelengkeng sekali panen. Untuk menjaga kualitas buah, seluruh area telah dipasang jaring guna menghindari serangan hama, terutama kelelawar buah.

“Kami menamai kawasan ini Agro Sport Madigondo. Pengunjung boleh memetik dan mencicipi kelengkeng langsung dari pohonnya secara gratis. Hanya buah yang dibawa pulang yang dikenai harga Rp35 ribu per kilogram. Respons warga sangat antusias,” jelasnya.

Image Not Found
salah satu jenis buah hasil budidaya di Agro Sport Madigondo, Foto : Kusnanto-Sinergia

Selain itu, pengelola juga menyiapkan edukasi singkat tentang cara memetik yang benar, dibantu tenaga ahli kelengkeng setempat. “Jenis kelengkeng yang kami tanam adalah New Kristal, yang masa berbuahnya bisa diatur sesuai kebutuhan. Hari ini saja sudah sekitar 200 kilogram yang terbawa pulang pengunjung,” tambah Sulistiono.

Sementara, Plt. Camat Takeran, Eko Budiono, menilai bahwa kebun kelengkeng Madigondo memiliki potensi besar untuk mendukung program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). “Ini potensi agrobisnis yang luar biasa. Buah kelengkeng dari Madigondo bisa menjadi bagian dari suplai kebutuhan buah dalam program MBG melalui SPPG. Kami akan mendorong agar potensi lokal ini terserap dengan baik,” terangnya.

Tak hanya kelengkeng, ia menilai wilayah Takeran juga memiliki komoditas buah lain seperti melon dan pepaya yang bisa digali lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Pihak kecamatan juga memastikan akan berkoordinasi dengan Forkopimca untuk membantu keberlanjutan program ini.

“Kami ingin potensi lokal benar-benar dimanfaatkan, sehingga ekonomi kerakyatan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalur Sarangan Bikin Bus Mundur Massal, Pemkab Magetan Baru Mau Pasang Rambu

    Jalur Sarangan Bikin Bus Mundur Massal, Pemkab Magetan Baru Mau Pasang Rambu

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jalur alternatif wisata di Kabupaten Magetan kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah bus pariwisata dilaporkan mengalami kesulitan melintas di Jalan Kresno, Kelurahan Kebonagung. Ruas jalan yang sempit dengan tikungan tajam membuat kendaraan besar tak bisa bergerak leluasa hingga harus mundur secara bergantian. Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah warga mengunggah […]

    Bagikan
  • Grandskin, Produk Skincare Gagasan dari dr. Richard Lee, dr. Oky Pratama, dan dr. Ekles

    Grandskin, Produk Skincare Gagasan dari dr. Richard Lee, dr. Oky Pratama, dan dr. Ekles

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dunia kecantikan dan perawatan kulit mendapat angin segar di Kota Madiun. Sabtu (02/08/2025), ballroom Hotel Mercure menjadi saksi kemeriahan Grandskin Summit Madiun, sebuah acara perkenalan produk skincare yang kini resmi hadir di kota ini. Acara ini menjadi momentum penting dalam peluncuran produk-produk dari Grandskin, merk skincare yang digagas oleh tiga […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Catat Deflasi keempat di Tahun 2025

    Kota Madiun Catat Deflasi keempat di Tahun 2025

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat, pada Agustus 2025 terjadi deflasi sebesar 0,07 persen. Ini menjadi deflasi keempat sepanjang tahun ini, setelah sebelumnya terjadi pada Januari, Februari, dan Mei. Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Azis, menjelaskan bahwa secara tahunan (year on year/YoY), Agustus 2025 dibanding Agustus 2024, Kota Madiun […]

    Bagikan
  • Harga Tomat Anjlok, Pemkab Jalin Komunikasi Dengan Petani

    Harga Tomat Anjlok, Pemkab Jalin Komunikasi Dengan Petani

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun angkat bicara terkait merosotnya harga tomat hasil panen petani di Desa Kare, Kecamatan Kare, yang hanya dihargai Rp2 ribu per kilogram. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan langkah darurat penyerapan hasil panen. Dari upaya itu, sebanyak […]

    Bagikan
  • Perubahan APBD Madiun 2026 Disepakati, 10 Program Strategis Jadi Prioritas

    Perubahan APBD Madiun 2026 Disepakati, 10 Program Strategis Jadi Prioritas

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — DPRD dan Pemerintah Kabupaten Madiun menyepakati Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dengan defisit Rp206,49 miliar. Anggaran perubahan tersebut diarahkan untuk membiayai 10 program strategis, mulai dari gaji dan tunjangan guru, layanan kesehatan, mobil siaga desa, perbaikan jalan, hingga penanganan kemiskinan dan stunting. Kesepakatan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD 2026 […]

    Bagikan
  • DPC PDI Perjuangan Magetan Tegas Menolak Wacana Pilkada Melalui DPRD

    DPC PDI Perjuangan Magetan Tegas Menolak Wacana Pilkada Melalui DPRD

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menegaskan penolakannya terhadap wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD. Sikap ini disampaikan oleh Wakil Ketua Pemenangan DPC PDI Perjuangan Magetan, Joko Suyono, dalam keterangan resmi di Kantor DPC pada Sabtu (10/1/2026). Joko menekankan bahwa pilkada merupakan pilar utama demokrasi yang harus tetap berada di tangan […]

    Bagikan
expand_less