Berita Terkini
Trending Tags

Panen Perdana, Wisatawan Serbu Kebun Kelengkeng Madigondo Magetan, Bisa Petik Sendiri

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 335
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wisatawan bisa petik sendiri buah kelengkeng di Kebun Madigondo Magetan, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kebun kelengkeng yang dikelola Pemerintah Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, menarik perhatian publik setelah untuk pertama kalinya membuka wisata petik buah. Baru dibuka beberapa jam, 10 dari 120 pohon yang siap panen langsung ludes dipetik pengunjung Rabu (7/1/2026). Wisatawan tidak hanya datang dari Magetan, tetapi juga dari Madiun, Ngawi, hingga sejumlah daerah sekitar.

Lokasi kebun yang berada di tengah hamparan persawahan menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat memetik kelengkeng langsung dari pohonnya sambil menikmati panorama alam yang terbuka dan asri. Kebun seluas setengah hektare yang diberi nama Agro Sport Madigondo ini dikelola secara profesional oleh pemerintah desa.

Ari, salah satu pengunjung asal Madiun, mengaku datang karena penasaran dengan pengalaman memetik kelengkeng langsung dari kebun. “Buahnya segar dan sensasinya beda karena bisa metik sendiri. Dagingnya tebal, manis, dan di sini boleh makan sepuasnya gratis. Yang bayar hanya kalau dibawa pulang, harganya Rp35 ribu per kilo,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengalaman memilih dan mencicipi buah langsung dari pohon memberikan kepuasan tersendiri dibanding membeli di kios.

Kepala Desa Madigondo, Sulistiono, menjelaskan bahwa konsep wisata petik kelengkeng ini sudah dipersiapkan sejak kebun mulai berproduksi beberapa tahun terakhir. Setiap pohon mampu menghasilkan 30–40 kilogram kelengkeng sekali panen. Untuk menjaga kualitas buah, seluruh area telah dipasang jaring guna menghindari serangan hama, terutama kelelawar buah.

“Kami menamai kawasan ini Agro Sport Madigondo. Pengunjung boleh memetik dan mencicipi kelengkeng langsung dari pohonnya secara gratis. Hanya buah yang dibawa pulang yang dikenai harga Rp35 ribu per kilogram. Respons warga sangat antusias,” jelasnya.

Image Not Found
salah satu jenis buah hasil budidaya di Agro Sport Madigondo, Foto : Kusnanto-Sinergia

Selain itu, pengelola juga menyiapkan edukasi singkat tentang cara memetik yang benar, dibantu tenaga ahli kelengkeng setempat. “Jenis kelengkeng yang kami tanam adalah New Kristal, yang masa berbuahnya bisa diatur sesuai kebutuhan. Hari ini saja sudah sekitar 200 kilogram yang terbawa pulang pengunjung,” tambah Sulistiono.

Sementara, Plt. Camat Takeran, Eko Budiono, menilai bahwa kebun kelengkeng Madigondo memiliki potensi besar untuk mendukung program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). “Ini potensi agrobisnis yang luar biasa. Buah kelengkeng dari Madigondo bisa menjadi bagian dari suplai kebutuhan buah dalam program MBG melalui SPPG. Kami akan mendorong agar potensi lokal ini terserap dengan baik,” terangnya.

Tak hanya kelengkeng, ia menilai wilayah Takeran juga memiliki komoditas buah lain seperti melon dan pepaya yang bisa digali lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Pihak kecamatan juga memastikan akan berkoordinasi dengan Forkopimca untuk membantu keberlanjutan program ini.

“Kami ingin potensi lokal benar-benar dimanfaatkan, sehingga ekonomi kerakyatan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Magetan Relokasi Dua Pasar Hewan, Target Rampung 2026

    Pemkab Magetan Relokasi Dua Pasar Hewan, Target Rampung 2026

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mulai memindahkan Pasar Hewan Pahingan di Maospati. Pekerjaan awal sudah berjalan di lahan baru yang berada di belakang Puskesmas Maospati, dengan target penyelesaian pertengahan Desember 2025. Kabid Pasar Disperindag Magetan, Kiki Indriyani, menyebut seluruh perizinan sudah beres, termasuk kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKR). Anggaran pembangunan tahap awal mencapai […]

    Bagikan
  • Pergi dalam Pelukan Karung Rosok, Akhir Perjalanan Hidup Sugeng di Magetan

    Pergi dalam Pelukan Karung Rosok, Akhir Perjalanan Hidup Sugeng di Magetan

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sugeng Riyanto (49), seorang pemulung asal Desa Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan, mengakhiri hidupnya dengan cara yang begitu menyentuh. Kamis (11/09/2025) pagi, ia ditemukan meninggal dunia dalam posisi tertunduk, masih memeluk karung rosok yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya. Suparman (65), tetangga yang pertama kali mendengar suara keras sekitar pukul 09.30 WIB, masih […]

    Bagikan
  • Dinsos PPPA Kota Madiun Gencarkan Sosialisasi Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

    Dinsos PPPA Kota Madiun Gencarkan Sosialisasi Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PP-PA) Kota Madiun terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Seperti dalam sosialisasi yang difokuskan kepada para pelajar dengan tema utama pencegahan bullying pada Kamis (13/11/2025) di aula UPTD PP-PA Jalan Srindit Kota Madiun. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Kanit PPA […]

    Bagikan
  • 24 Kecelakaan Jadi Alarm, KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Rawan di Blitar

    24 Kecelakaan Jadi Alarm, KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Rawan di Blitar

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun resmi menutup perlintasan sebidang di Km 127+9/0 petak jalan antara Stasiun Blitar–Stasiun Rejotangan, tepatnya di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Kamis (12/2/2026). Penutupan dilakukan sebagai langkah peningkatan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Hal ini setelah melalui koordinasi dengan […]

    Bagikan
  • Telaga Sarangan Diserbu Wisatawan di Hari Ketiga Lebaran, Kemacetan Panjang Tak Terhindarkan

    Telaga Sarangan Diserbu Wisatawan di Hari Ketiga Lebaran, Kemacetan Panjang Tak Terhindarkan

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Kawasan wisata Telaga Sarangan dipadati ribuan pengunjung pada hari ketiga Lebaran, Senin (23/3/2026). Lonjakan wisatawan yang terjadi sejak dua hari terakhir memicu kemacetan panjang di jalur menuju lokasi wisata unggulan di Kabupaten Magetan tersebut. Antrean kendaraan bahkan mengular sejak kawasan bawah, tepatnya di depan Pasar Plaosan hingga simpang tiga depan kantor […]

    Bagikan
  • Transaksi Non Tunai di Kota Madiun Capai 440 Ribu, BI: Masyarakat Semakin Melek Digital

    Transaksi Non Tunai di Kota Madiun Capai 440 Ribu, BI: Masyarakat Semakin Melek Digital

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penggunaan transaksi non tunai di Kota Madiun terus menunjukkan perkembangan pesat. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri, Wihujeng Ayu Rengganis, menyebut peningkatan jumlah pengguna QRIS di Kota Madiun terbilang sangat signifikan dan menjadi salah satu yang tertinggi di wilayah kerja BI Kediri. Menurut Wihujeng, dari total sekitar 196 ribu […]

    Bagikan
expand_less