Berita Terkini
Trending Tags

Panen Perdana, Wisatawan Serbu Kebun Kelengkeng Madigondo Magetan, Bisa Petik Sendiri

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 171
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wisatawan bisa petik sendiri buah kelengkeng di Kebun Madigondo Magetan, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kebun kelengkeng yang dikelola Pemerintah Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, menarik perhatian publik setelah untuk pertama kalinya membuka wisata petik buah. Baru dibuka beberapa jam, 10 dari 120 pohon yang siap panen langsung ludes dipetik pengunjung Rabu (7/1/2026). Wisatawan tidak hanya datang dari Magetan, tetapi juga dari Madiun, Ngawi, hingga sejumlah daerah sekitar.

Lokasi kebun yang berada di tengah hamparan persawahan menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat memetik kelengkeng langsung dari pohonnya sambil menikmati panorama alam yang terbuka dan asri. Kebun seluas setengah hektare yang diberi nama Agro Sport Madigondo ini dikelola secara profesional oleh pemerintah desa.

Ari, salah satu pengunjung asal Madiun, mengaku datang karena penasaran dengan pengalaman memetik kelengkeng langsung dari kebun. “Buahnya segar dan sensasinya beda karena bisa metik sendiri. Dagingnya tebal, manis, dan di sini boleh makan sepuasnya gratis. Yang bayar hanya kalau dibawa pulang, harganya Rp35 ribu per kilo,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengalaman memilih dan mencicipi buah langsung dari pohon memberikan kepuasan tersendiri dibanding membeli di kios.

Kepala Desa Madigondo, Sulistiono, menjelaskan bahwa konsep wisata petik kelengkeng ini sudah dipersiapkan sejak kebun mulai berproduksi beberapa tahun terakhir. Setiap pohon mampu menghasilkan 30–40 kilogram kelengkeng sekali panen. Untuk menjaga kualitas buah, seluruh area telah dipasang jaring guna menghindari serangan hama, terutama kelelawar buah.

“Kami menamai kawasan ini Agro Sport Madigondo. Pengunjung boleh memetik dan mencicipi kelengkeng langsung dari pohonnya secara gratis. Hanya buah yang dibawa pulang yang dikenai harga Rp35 ribu per kilogram. Respons warga sangat antusias,” jelasnya.

Image Not Found
salah satu jenis buah hasil budidaya di Agro Sport Madigondo, Foto : Kusnanto-Sinergia

Selain itu, pengelola juga menyiapkan edukasi singkat tentang cara memetik yang benar, dibantu tenaga ahli kelengkeng setempat. “Jenis kelengkeng yang kami tanam adalah New Kristal, yang masa berbuahnya bisa diatur sesuai kebutuhan. Hari ini saja sudah sekitar 200 kilogram yang terbawa pulang pengunjung,” tambah Sulistiono.

Sementara, Plt. Camat Takeran, Eko Budiono, menilai bahwa kebun kelengkeng Madigondo memiliki potensi besar untuk mendukung program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). “Ini potensi agrobisnis yang luar biasa. Buah kelengkeng dari Madigondo bisa menjadi bagian dari suplai kebutuhan buah dalam program MBG melalui SPPG. Kami akan mendorong agar potensi lokal ini terserap dengan baik,” terangnya.

Tak hanya kelengkeng, ia menilai wilayah Takeran juga memiliki komoditas buah lain seperti melon dan pepaya yang bisa digali lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Pihak kecamatan juga memastikan akan berkoordinasi dengan Forkopimca untuk membantu keberlanjutan program ini.

“Kami ingin potensi lokal benar-benar dimanfaatkan, sehingga ekonomi kerakyatan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Uji Kasus Dugaan Keracunan MBG di Magetan, Diduga Ada Bakteri dari Alat Masak

    Hasil Uji Kasus Dugaan Keracunan MBG di Magetan, Diduga Ada Bakteri dari Alat Masak

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hasil uji laboratorium terkait kasus dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa belasan siswa di SDN 2 Kediren, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, akhirnya terungkap. Pemerintah setempat memastikan tidak ada kandungan bakteri berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi siswa. Namun hasil uji ditemukan indikasi kuat adanya kontaminasi dari alat […]

    Bagikan
  • Karangrejo Jadi Lokasi Alternatif Sekolah Rakyat Magetan, Nilai Proyek Diperkirakan Senilai Rp. 200 Miliar

    Karangrejo Jadi Lokasi Alternatif Sekolah Rakyat Magetan, Nilai Proyek Diperkirakan Senilai Rp. 200 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Magetan mengalami pergeseran lokasi. Setelah proposal pembangunan di lahan bekas SDN Selosari 4 ditolak pemerintah pusat, Pemkab Magetan kini menyiapkan opsi baru di Kecamatan Karangrejo. Lahan seluas 8 hektare di wilayah ini kini diajukan sebagai kandidat lokasi baru proyek pendidikan skala nasional tersebut. Lokasinya tak […]

    Bagikan
  • Demam Korea Makin Panas, Aston Madiun Hadirkan The K-Groove: Korean Night Party.

    Demam Korea Makin Panas, Aston Madiun Hadirkan The K-Groove: Korean Night Party.

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Di tengah demam budaya Korea yang kian menguat di Indonesia, Aston Madiun Hotel & Conference Center menghadirkan event ‘The K-Groove: Korean Night Party’, Jum’at (30/1) malam. Acara itu bukan sekadar makan malam biasa, namun menjadi ajang kumpul komunitas K-Pop terbesar di Madiun. Hotel bintang empat itu menghadirkan transformasi suasana hotel dengan […]

    Bagikan
  • Warga Nambangan Lor Tangkap Ular Sanca Kembang Sepanjang Empat Meter

    Warga Nambangan Lor Tangkap Ular Sanca Kembang Sepanjang Empat Meter

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penangkapan ular jenis sanca kembang (Malayopython reticulatus) dengan panjang sekitar empat meter di Sungai Gempol, Jalan Mayjen Sungkono, Gang Menco, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, menjadi perhatian warga setempat. Ketua RW 13 Kelurahan Nambangan Lor, Suntoyo, menyampaikan bahwa beberapa hari sebelumnya, pihaknya menerima laporan dari warga yang melihat […]

    Bagikan
  • Dishub Kota Madiun Tertibkan Parkir di Sekitar Sunday Market Bantaran

    Dishub Kota Madiun Tertibkan Parkir di Sekitar Sunday Market Bantaran

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sunday market bantaran Kota Madiun menjadi salah satu jujugan bagi masyarakat untuk mengisi akhir pekan. Hal itu berdampak dari banyaknya kendaraan bagi roda 2 maupun roda 4 yang parkir tidak sesuai tempatnya. Seperti memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Ahmad Yani Kota Madiun. ‘’Sesuai UU 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Perkuat Langkah Percepatan Penanganan Stunting, Target Bebas Stunting 2027

    Pemkot Madiun Perkuat Langkah Percepatan Penanganan Stunting, Target Bebas Stunting 2027

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat langkah percepatan penanganan stunting melalui pemantauan rutin dan pendampingan lintas sektor. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun, dr. Denik Wuryani, menjelaskan bahwa pengukuran tinggi badan anak di posyandu menjadi indikator utama pemantauan setiap bulan. “Stunting itu fokus utamanya tinggi badan […]

    Bagikan
expand_less