
Sinergia | Magetan – Peristiwa tanah longsor kembali terjadi di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan. Bahkan, dalam peristiwa kali ini turut menyeret sejumlah sepeda motor milik pengunjung yang terjebur ke telaga. Meski demikian, aparat gabungan bergerak cepat untuk melakukan penanganan darurat di lokasi.
Wakapolres Magetan, Kompol Dodik Wibowo, menjelaskan bahwa jajaran kepolisian telah menempatkan personel secara rutin untuk mengawasi kawasan wisata, terlebih pada masa libur panjang.
“Setiap hari kami menurunkan personel dari Polsek, Polres hingga unit Pam Obvit untuk menjaga keamanan kawasan wisata,” ungkap Kompol Dodik, Sabtu (17/1/2026).
Ia menambahkan bahwa setiap kali terjadi keadaan darurat, kepolisian langsung melakukan koordinasi lintas instansi.
“Dalam situasi seperti ini kami segera berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten, Kodim, dan BPBD untuk menangani lokasi,” tuturnya.
Kompol Dodik juga menyampaikan bahwa titik-titik rawan bencana di Telaga Sarangan telah dipetakan dan dimitigasi bersama pemerintah daerah.
“Wilayah yang berpotensi longsor sudah kami identifikasi dan lakukan mitigasi bersama pemda,” tambahnya.
Sekda Magetan, Welly Kristanto, menyebut bahwa pemerintah daerah kini fokus pada langkah-langkah darurat sembari menunggu tindak lanjut dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
“Ruas jalan di sisi selatan yang terdampak longsor sementara kami tutup dari dua arah untuk keamanan,” ujar Welly.
Sebagai langkah cepat, Pemkab Magetan juga menurunkan debit air Telaga Sarangan sekitar 300 liter per detik guna menekan potensi longsor susulan.
“Pengurangan debit air ini adalah langkah sementara yang kami ambil bersama instansi terkait,” ucapnya.
Welly menjelaskan, area terdampak longsor memiliki panjang sekitar 70 meter, lebar 2 meter, dengan tebing setinggi kurang lebih 7 meter. Ia memastikan laporan kondisi tersebut sudah diteruskan kepada pimpinan BBWS untuk penanganan jangka panjang.
“Tim dari Balai Besar sudah kami mintai laporan dan tengah menyiapkan tindak lanjut permanen,” katanya.
Meski terjadi longsor, Pemerintah Kabupaten Magetan memastikan objek wisata Telaga Sarangan tetap beroperasi. Pembatasan hanya diberlakukan di area sisi selatan yang terdampak. “Kegiatan wisata masih boleh berjalan seperti biasa, hanya saja akses di titik yang terkena longsor kami tutup sementara,” pungkas Welly.(Nan/Krs).