Berita Terkini
Trending Tags

Napi Lapas Kelas I Madiun Kabur, Kanwil Ditjenpas Jatim Selidiki Dugaan Kelalaian Petugas

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 197
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Lapas Kelas I Madiun. Foto : Istimewa

Sinergia | Kota Madiun – Insiden kaburnya seorang narapidana (napi) dari Lapas Kelas I Madiun menjadi sorotan serius. Meski napi berinisial Y berhasil ditangkap kembali setelah buron selama sepekan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Timur kini memfokuskan penyelidikan terhadap dugaan kelalaian petugas yang diduga menjadi celah lolosnya warga binaan tersebut.

Staf Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Hendra, mengatakan tim telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus memeriksa sejumlah petugas dan warga binaan guna mengungkap penyebab pasti pelarian tersebut.

“Kami telah melakukan pengecekan dan melaksanakan olah TKP terkait kejadian pelarian di lapas tersebut,” ujarnya.

Hendra menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan narapidana tersebut diduga melarikan diri dengan bersembunyi di kolong truk logistik pengangkut beras yang keluar dari area lapas. Namun, pihaknya masih mendalami kronologi lengkap, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran prosedur pengamanan oleh petugas.

“Pemeriksaan terkait dugaan adanya kelalaian petugas masih terus berlangsung,” tegasnya.

Diketahui, peristiwa pelarian itu terjadi pada 1 Juli 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Humas Lapas Kelas I Madiun, Singgih Muszaqirobbi, mengatakan aksi tersebut baru diketahui sekitar pukul 17.30 WIB saat petugas melakukan apel sore dan menghitung jumlah warga binaan yang akan masuk ke kamar.

“Ketahuannya itu sekitar pukul 17.30 saat apel sore untuk warga binaan masuk kamar. Ketika dicek di kamar, jumlahnya kurang satu. Saat cek CCTV ternyata masuk ke kolong truk logistik yang memuat beras untuk konsumsi warga binaan,” jelas Singgih.

Setelah memastikan napi kabur, Lapas Kelas I Madiun langsung berkoordinasi dengan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur dan Polda Jawa Timur untuk melakukan pengejaran. Tim gabungan kemudian melacak keberadaan Y hingga ke Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang merupakan kampung halaman orang tuanya.

“Karena di sana adalah rumah orang tuanya,” kata Singgih.

Pelarian Y akhirnya berakhir setelah tim gabungan berhasil menangkap kembali yang bersangkutan pada Selasa (7/7/2026). Setelah diamankan, Y langsung dipindahkan ke Lapas Kelas I Surabaya dengan pengamanan lebih ketat. Bahkan, yang bersangkutan diusulkan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Selain itu, Y dipastikan kehilangan hak remisi karena melanggar ketentuan selama menjalani masa pidana. Saat kabur, Y diketahui baru menjalani hukuman sekitar satu tahun dari total vonis empat tahun enam bulan.

Sementara itu, nasib petugas yang diduga lalai masih menunggu hasil pemeriksaan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur. Pihak Lapas Kelas I Madiun menegaskan kewenangan pemberian sanksi sepenuhnya berada di tangan Kanwil.

“Untuk sanksi yang berwenang dari Kanwil. Jadi, nanti dari Lapas Kelas I menunggu hasil penyelidikan,” ujar Singgih.

Meski narapidana telah berhasil diamankan kembali, insiden ini menjadi rapor merah bagi sistem pengamanan Lapas Kelas I Madiun. Hasil penyelidikan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur akan menjadi penentu apakah terdapat kelalaian petugas yang berujung pada lolosnya seorang warga binaan dari dalam lapas. Termasuk sanksi jika terbukti adanya kelalaian dari petugas Lapas Kelas I Madiun. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dilaporkan Hilang Diduga Hanyut, Nenek Sri Wahyuni Ditemukan Lemas di Kebun Tebu

    Dilaporkan Hilang Diduga Hanyut, Nenek Sri Wahyuni Ditemukan Lemas di Kebun Tebu

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Setelah sempat dinyatakan hilang selama dua hari karena hanyut terbawa arus sungai, Sri Wahyuni (53), warga Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat, Jumat (24/10/2025) pagi. Ia ditemukan tergeletak lemas di area kebun tebu, sekitar 300 meter dari titik awal dilaporkan hanyut. Pencarian yang dilakukan oleh tim […]

    Bagikan
  • 18 Ribu Warga Magetan Tinggal di Kawasan Kumuh, Pemkab Tetapkan 26 Lokasi Prioritas Penanganan

    18 Ribu Warga Magetan Tinggal di Kawasan Kumuh, Pemkab Tetapkan 26 Lokasi Prioritas Penanganan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menetapkan puluhan kawasan perumahan dan permukiman kumuh sebagai dasar penanganan terpadu. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Magetan Nomor 100.3.4.2/6/Kept./403.013/2026 tertanggal 14 Januari 2026, lebih dari 18.000 warga tercatat tinggal di kawasan kumuh dengan total luas mencapai 282,48 hektare dari keseluruhan wilayah Magetan seluas 688,85 km². Data tersebut menunjukkan, […]

    Bagikan
  • Ratusan Umat Kampung Budha Khusyuk, Tangis Haru Iringi Momen Saling Memaafkan

    Ratusan Umat Kampung Budha Khusyuk, Tangis Haru Iringi Momen Saling Memaafkan

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Siapa sangka, di ujung barat Kabupaten Ponorogo terdapat sebuah kampung yang mayoritas warganya memeluk agama Budha. Dusun Sodong, yang berada di Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, kerap disebut sebagai “Kampung Budha” karena jumlah umat Budha di kawasan ini cukup besar. Di dusun ini berdiri satu vihara yang menjadi pusat ibadah […]

    Bagikan
  • Komisi IV DPR RI Kunjungi PG Rejo Agung Baru, Soroti Masalah Petani dan Produksi Gula

    Komisi IV DPR RI Kunjungi PG Rejo Agung Baru, Soroti Masalah Petani dan Produksi Gula

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru di Kota Madiun Kamis (03/07/2025). Rombongan dipimpin oleh anggota DPR RI Abdul Kharis Almasyhari dan diikuti oleh sejumlah perwakilan dari berbagai stakeholder, mulai dari pihak BUMN hingga petani tebu. Dalam pertemuan yang dikemas dalam rapat kerja […]

    Bagikan
  • Menikmati Getuk Goreng Khas Pedesaan di Atas Awan, Kuliner Sooko Ponorogo Diburu Pembeli

    Menikmati Getuk Goreng Khas Pedesaan di Atas Awan, Kuliner Sooko Ponorogo Diburu Pembeli

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Menikmati kuliner tradisional di tengah suasana pegunungan menjadi pengalaman tersendiri. Di Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, terdapat warung yang menawarkan getuk goreng khas pedesaan dengan suasana sejuk dan dikelilingi rimbunnya pohon pinus. Warung Tengah Alas berada di kawasan perbatasan Ponorogo dengan Kabupaten Trenggalek. Lokasinya berada di ketinggian sekitar 650 meter […]

    Bagikan
  • Pergeseran Pejabat, Bupati Madiun Tegaskan Merotasi ASN Bukan Karena Sesuatu

    Pergeseran Pejabat, Bupati Madiun Tegaskan Merotasi ASN Bukan Karena Sesuatu

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pergeseran sejumlah pejabat memang akan dilakukan. Hanya saja tetap melalui tahapan regulasi di Kemendagri. Terpenting rotasi memang dibutuhkan untuk kekompakan kabinet Harmonis Bersahaja. “Sudah kita perintahkan BKD untuk koordinasi dengan Kemendagri. Yang jelas merotasi ASN harus sesuai kebutuhan, kompetensi dan hal itu jangan sampai karena […]

    Bagikan
expand_less