Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Ngawi, Ratusan KK Rela Susuri Hutan Demi Setetes Air

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
  • visibility 140
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sejumlah warga mencari sumber air hingga ke dasar sungai dan kawasan hutan

Sinergia | Ngawi – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Ratusan kepala keluarga (KK) di dua desa terdampak terpaksa mencari sumber air hingga ke dasar sungai dan kawasan hutan karena sumur-sumur warga mengering selama hampir tiga bulan terakhir.

Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi. Sedikitnya 60 kepala keluarga di desa tersebut kesulitan memperoleh air bersih setelah sebagian besar sumur warga tidak lagi mengeluarkan air akibat minimnya curah hujan.

Setiap hari, warga harus berjalan kaki menyusuri perbukitan menuju dasar sungai yang debit airnya juga terus menyusut. Dari lubang-lubang kecil yang masih menyimpan rembesan air, mereka mengambil air secara perlahan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti minum dan memasak.

Sutini, salah seorang warga, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung selama sekitar tiga bulan. Air yang tersedia pun keruh sehingga harus digunakan dengan sangat hemat.

“Susah, Pak. Airnya diambil sedikit-sedikit karena keruh. Sumur sudah kering sejak tiga bulan tidak turun hujan. Air ini hanya untuk minum dan memasak,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin. Sebanyak 104 kepala keluarga di desa tersebut kini menghadapi krisis air bersih setelah hampir seluruh sumur warga mengering.

Untuk mendapatkan air, sebagian warga harus menempuh perjalanan sekitar empat kilometer menuju sumber mata air di kawasan hutan menggunakan sepeda motor. Aktivitas tersebut dilakukan hingga dua kali sehari agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

Image Not Found
Sejumlah warga mencari sumber air hingga ke dasar sungai dan kawasan hutan

Parni, warga Desa Kenongorejo, mengaku terpaksa menggunakan air yang kualitasnya kurang layak karena tidak memiliki pilihan lain.

“Beginilah kondisinya. Tidak ada air, jadi mencuci di sungai. Air untuk minum dan memasak juga dari sana meski keruh, karena hanya itu yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, warga lainnya, Supari, menyebut sedikitnya empat sumur di lingkungannya telah benar-benar kering. Hingga kini, menurutnya, bantuan air bersih belum diterima masyarakat.

“Di sini ada empat sumur dan semuanya kosong. Setiap hari warga mencari air ke hutan yang jaraknya sekitar empat kilometer. Ada 104 kepala keluarga yang mengalami krisis air bersih dan sampai sekarang belum ada bantuan,” katanya.

Selain menyulitkan kebutuhan rumah tangga, kekeringan juga mulai berdampak pada sektor pertanian. Sejumlah lahan mengalami kekurangan pasokan air, meski sebagian petani masih berupaya mempertahankan aktivitas bercocok tanam dengan memanfaatkan sisa sumber air yang tersedia.

Warga di Desa Karangtengah Prandon dan Desa Kenongorejo berharap pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan air bersih untuk meringankan beban masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung. Tanpa pasokan air tambahan, krisis dikhawatirkan akan semakin meluas apabila hujan belum segera turun.(kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Maidi Genjot Penurunan Angka Kemiskinan, Minta Lurah Turun Cek Warga

    Wali Kota Maidi Genjot Penurunan Angka Kemiskinan, Minta Lurah Turun Cek Warga

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Angka kemiskinan di Kota Madiun dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Namun, hal itu tetap menjadi atensi Pemerintah Kota Madiun untuk terus mengoptimalkan program daerah dalam pengentasan kemiskinan. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, angka kemiskinan yang tercatat pada Maret 2025 sebesar 3,89 persen. Jumlah penduduk miskin […]

    Bagikan
  • Progres Pengerjaan Baru 10 persen, Gedung Sekolah Rakyat terus Dikebut

    Progres Pengerjaan Baru 10 persen, Gedung Sekolah Rakyat terus Dikebut

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo– Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ponorogo terus dikebut. Meski baru dimulai beberapa hari lalu, proses renovasi gedung bekas Sentra Industri di Jalan Trunojoyo itu ditargetkan selesai pada akhir Juli 2025. Hingga Senin (7/7/2025), progres pembangunan baru mencapai sekitar 10 persen. Belum terlihat adanya sekat untuk ruang kelas maupun asrama siswa. Selain itu, […]

    Bagikan
  • Komplotan Pencuri Satroni Toko, Gasak 3 HP

    Komplotan Pencuri Satroni Toko, Gasak 3 HP

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Aksi pencurian yang dilakukan tiga orang komplotan terekam kamera pengawas (CCTV) di dua lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Para pelaku terdiri dari dua pria dan satu wanita, beraksi dengan tenang sebelum menggondol sejumlah barang berharga milik karyawan dan pemilik toko. Rekaman CCTV berdurasi sekitar 27 detik yang beredar […]

    Bagikan
  • Insiden Laka Truk VS Bus di Caruban, Polisi Ungkap Dugaan Kelalaian Berujung Maut

    Insiden Laka Truk VS Bus di Caruban, Polisi Ungkap Dugaan Kelalaian Berujung Maut

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kecelakaan maut yang melibatkan bus dan truk boks di Jalan Arteri Madiun–Surabaya, tepatnya di Desa Purwosari, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Selasa (7/4/2026), mengungkap dugaan kelalaian dari kru bus yang berhenti terlalu lama di badan jalan. Polisi menyebut, kendaraan bus yang mengalami mogok sejak pagi hari tetap berada di jalur utama tanpa […]

    Bagikan
  • Target PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Tercapai, 2026 Malah Naik

    Target PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Tercapai, 2026 Malah Naik

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jumlah wisatawan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur diklaim mengalami peningkatan pada 2025. Namun, hal itu tidak berdampak capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang tidak mampu memenuhi target yang ditetapkan. PAD sektor pariwisata di Magetan pada 2025 ini mencapai Rp. 20,2 miliar dari target Rp. 21,2 miliar. Kepala Bidang […]

    Bagikan
  • Penerimaan Jaspel Berbeda Antar Pegawai, Plt Direktur RSUD Caruban Madiun Membuka Rumusnya

    Penerimaan Jaspel Berbeda Antar Pegawai, Plt Direktur RSUD Caruban Madiun Membuka Rumusnya

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Anggaran jasa pelayanan (Jaspel) kesehatan RSUD Caruban Kabupaten Madiun tahun 2026 mencapai sekitar Rp38 miliar. Namun, dana tersebut tidak dibagikan secara rata kepada seluruh pegawai karena besaran yang diterima masing-masing tenaga kesehatan ditentukan berdasarkan indeks dan pendapatan pelayanan. Plt Direktur RSUD Caruban, dr Selly Fitriani, menjelaskan pembagian Jaspel mengacu pada ketentuan […]

    Bagikan
expand_less