Berita Terkini
Trending Tags

Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Ngawi, Ratusan KK Rela Susuri Hutan Demi Setetes Air

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 15
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sejumlah warga mencari sumber air hingga ke dasar sungai dan kawasan hutan

Sinergia | Ngawi – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Ratusan kepala keluarga (KK) di dua desa terdampak terpaksa mencari sumber air hingga ke dasar sungai dan kawasan hutan karena sumur-sumur warga mengering selama hampir tiga bulan terakhir.

Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi. Sedikitnya 60 kepala keluarga di desa tersebut kesulitan memperoleh air bersih setelah sebagian besar sumur warga tidak lagi mengeluarkan air akibat minimnya curah hujan.

Setiap hari, warga harus berjalan kaki menyusuri perbukitan menuju dasar sungai yang debit airnya juga terus menyusut. Dari lubang-lubang kecil yang masih menyimpan rembesan air, mereka mengambil air secara perlahan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti minum dan memasak.

Sutini, salah seorang warga, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung selama sekitar tiga bulan. Air yang tersedia pun keruh sehingga harus digunakan dengan sangat hemat.

“Susah, Pak. Airnya diambil sedikit-sedikit karena keruh. Sumur sudah kering sejak tiga bulan tidak turun hujan. Air ini hanya untuk minum dan memasak,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin. Sebanyak 104 kepala keluarga di desa tersebut kini menghadapi krisis air bersih setelah hampir seluruh sumur warga mengering.

Untuk mendapatkan air, sebagian warga harus menempuh perjalanan sekitar empat kilometer menuju sumber mata air di kawasan hutan menggunakan sepeda motor. Aktivitas tersebut dilakukan hingga dua kali sehari agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

Image Not Found
Sejumlah warga mencari sumber air hingga ke dasar sungai dan kawasan hutan

Parni, warga Desa Kenongorejo, mengaku terpaksa menggunakan air yang kualitasnya kurang layak karena tidak memiliki pilihan lain.

“Beginilah kondisinya. Tidak ada air, jadi mencuci di sungai. Air untuk minum dan memasak juga dari sana meski keruh, karena hanya itu yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, warga lainnya, Supari, menyebut sedikitnya empat sumur di lingkungannya telah benar-benar kering. Hingga kini, menurutnya, bantuan air bersih belum diterima masyarakat.

“Di sini ada empat sumur dan semuanya kosong. Setiap hari warga mencari air ke hutan yang jaraknya sekitar empat kilometer. Ada 104 kepala keluarga yang mengalami krisis air bersih dan sampai sekarang belum ada bantuan,” katanya.

Selain menyulitkan kebutuhan rumah tangga, kekeringan juga mulai berdampak pada sektor pertanian. Sejumlah lahan mengalami kekurangan pasokan air, meski sebagian petani masih berupaya mempertahankan aktivitas bercocok tanam dengan memanfaatkan sisa sumber air yang tersedia.

Warga di Desa Karangtengah Prandon dan Desa Kenongorejo berharap pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan air bersih untuk meringankan beban masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung. Tanpa pasokan air tambahan, krisis dikhawatirkan akan semakin meluas apabila hujan belum segera turun.(kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Ponorogo Tangkap Dua Pelaku Pencurian Bermodus Pecah Kaca Mobil

    Polres Ponorogo Tangkap Dua Pelaku Pencurian Bermodus Pecah Kaca Mobil

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo berhasil mengamankan dua tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat) bermodus pecah kaca mobil. Kedua tersangka yakni RS (47), warga Bekasi, dan ABT (54), warga Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, dalam konferensi pers yang digelar Selasa siang (10/6/2025), mengungkapkan tempat […]

    Bagikan
  • Kebakaran Rumah dan Warung di   Sogaten Kota Madiun, Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

    Kebakaran Rumah dan Warung di Sogaten Kota Madiun, Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Kebakaran yang melanda rumah sekaligus warung milik Maryono (55), warga Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, pada Minggu (22/12/2024), meninggalkan puing-puing bangunan dan perabotan yang hangus terbakar. Tim Inafis bersama Satreskrim Polres Madiun Kota dan jajaran Polsek Manguharjo langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kebakaran. “Kami […]

    Bagikan
  • Timah Panas Bersarang di Kaki Perampok Pecah Kaca Mobil di Ponorogo

    Timah Panas Bersarang di Kaki Perampok Pecah Kaca Mobil di Ponorogo

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dua dari empat pelaku perampokan uang nasabah bank dengan modus pecah kaca mobil di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berhasil dibekuk tim Resmob Polres Ponorogo. Salah satu pelaku terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri saat diminta menunjukkan lokasi persembunyian rekannya. Kedua pelaku ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran intensif selama hampir dua […]

    Bagikan
  • KPK Resmi Tetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Tersangka

    KPK Resmi Tetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Tersangka

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta — Usai menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Sabtu (8/11/2025), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Selain Sugiri, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni Sekretaris Daerah Agus Pramono, Direktur RSUD […]

    Bagikan
  • Jembatan Ambrol di Madiun Akhirnya Ditangani, Target 3 Pekan Bisa Dilalui

    Jembatan Ambrol di Madiun Akhirnya Ditangani, Target 3 Pekan Bisa Dilalui

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mulai melakukan penanganan darurat terhadap jembatan ambrol di Desa Glonggong, Dusun Plumpung, Kecamatan Balerejo. Infrastruktur vital yang sempat memutus akses warga itu ditargetkan bisa kembali difungsikan dalam waktu dekat, meski dengan keterbatasan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, mengatakan […]

    Bagikan
  • Oknum Karyawan Perhutani Terlibat, Polisi Tangkap 2 Orang Pembawa Kayu Jati Ilegal

    Oknum Karyawan Perhutani Terlibat, Polisi Tangkap 2 Orang Pembawa Kayu Jati Ilegal

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kasus jual beli kayu jati ilegal berhasil digagalkan Polres Ponorogo. Sebanyak 40 gelondongan kayu jati diamankan petugas saat diangkut menggunakan sebuah truk di Jalan Raya Ponorogo–Wonogiri, Kecamatan Badegan, Jumat (08/08/2025) lalu. Kayu bernilai puluhan juta rupiah itu diduga hasil pembalakan liar di kawasan hutan Perhutani. Dua orang pelaku turut diamankan dalam […]

    Bagikan
expand_less