Berita Terkini
Trending Tags

Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Ngawi, Ratusan KK Rela Susuri Hutan Demi Setetes Air

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
  • visibility 76
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sejumlah warga mencari sumber air hingga ke dasar sungai dan kawasan hutan

Sinergia | Ngawi – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Ratusan kepala keluarga (KK) di dua desa terdampak terpaksa mencari sumber air hingga ke dasar sungai dan kawasan hutan karena sumur-sumur warga mengering selama hampir tiga bulan terakhir.

Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi. Sedikitnya 60 kepala keluarga di desa tersebut kesulitan memperoleh air bersih setelah sebagian besar sumur warga tidak lagi mengeluarkan air akibat minimnya curah hujan.

Setiap hari, warga harus berjalan kaki menyusuri perbukitan menuju dasar sungai yang debit airnya juga terus menyusut. Dari lubang-lubang kecil yang masih menyimpan rembesan air, mereka mengambil air secara perlahan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti minum dan memasak.

Sutini, salah seorang warga, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung selama sekitar tiga bulan. Air yang tersedia pun keruh sehingga harus digunakan dengan sangat hemat.

“Susah, Pak. Airnya diambil sedikit-sedikit karena keruh. Sumur sudah kering sejak tiga bulan tidak turun hujan. Air ini hanya untuk minum dan memasak,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin. Sebanyak 104 kepala keluarga di desa tersebut kini menghadapi krisis air bersih setelah hampir seluruh sumur warga mengering.

Untuk mendapatkan air, sebagian warga harus menempuh perjalanan sekitar empat kilometer menuju sumber mata air di kawasan hutan menggunakan sepeda motor. Aktivitas tersebut dilakukan hingga dua kali sehari agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

Image Not Found
Sejumlah warga mencari sumber air hingga ke dasar sungai dan kawasan hutan

Parni, warga Desa Kenongorejo, mengaku terpaksa menggunakan air yang kualitasnya kurang layak karena tidak memiliki pilihan lain.

“Beginilah kondisinya. Tidak ada air, jadi mencuci di sungai. Air untuk minum dan memasak juga dari sana meski keruh, karena hanya itu yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, warga lainnya, Supari, menyebut sedikitnya empat sumur di lingkungannya telah benar-benar kering. Hingga kini, menurutnya, bantuan air bersih belum diterima masyarakat.

“Di sini ada empat sumur dan semuanya kosong. Setiap hari warga mencari air ke hutan yang jaraknya sekitar empat kilometer. Ada 104 kepala keluarga yang mengalami krisis air bersih dan sampai sekarang belum ada bantuan,” katanya.

Selain menyulitkan kebutuhan rumah tangga, kekeringan juga mulai berdampak pada sektor pertanian. Sejumlah lahan mengalami kekurangan pasokan air, meski sebagian petani masih berupaya mempertahankan aktivitas bercocok tanam dengan memanfaatkan sisa sumber air yang tersedia.

Warga di Desa Karangtengah Prandon dan Desa Kenongorejo berharap pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan air bersih untuk meringankan beban masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung. Tanpa pasokan air tambahan, krisis dikhawatirkan akan semakin meluas apabila hujan belum segera turun.(kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paket Yang Dibuang di Hutan Ponorogo Berisi 3 Bagian Tubuh

    Paket Yang Dibuang di Hutan Ponorogo Berisi 3 Bagian Tubuh

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Tim gabungan dari Polres Ponorogo dan Tim Medis RSUD dr Harjono Ponorogo Minggu malam (26/1/2025) membongkar bungkusan paket yang dibuang di tepi hutan Desa/Kecamatan Sampung Ponorogo. Sesuai informasi, paket itu diduga berisi potongan kaki potongan korban Uswatun Khasanah. Sementara itu, tubuh korban dimasukan koper merah yang ditemukan di Kabupaten Ngawi […]

    Bagikan
  • Harga Cabai Masih Tinggi, Tembus Rp. 90 Ribu Per Kg

    Harga Cabai Masih Tinggi, Tembus Rp. 90 Ribu Per Kg

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Harga cabai rawit di pasar tradisional Ponorogo masih tinggi. Seperti di Pasar Legi, harga cabai mencapai sekitar Rp. 85.000 ribu hingga Rp. 90.000 ribu per kilogram. Hingga kini, harga komoditi tersebut fluktuatif. “Cabai itu kan dulu hanya Rp. 40.000 ribu per kilogram, kini Rp. 88.000 ribu per kilogram. Tidak setinggi […]

    Bagikan
  • Melalui Pembiasaan Tiga Bahasa, SDN Purworejo 01 Geger Bentuk Karakter Siswa

    Melalui Pembiasaan Tiga Bahasa, SDN Purworejo 01 Geger Bentuk Karakter Siswa

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — SDN Purworejo 01 Geger, Kabupaten Madiun, terus berupaya menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didiknya. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah program pembiasaan tiga bahasa, yakni Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Program ini dilaksanakan setiap Selasa, Rabu, dan Kamis, diikuti oleh 136 siswa dengan pendampingan guru yang kompeten. […]

    Bagikan
  • Polwan Berkuda Perkuat Pengamanan Telaga Sarangan, Wisatawan Sambut Antusias

    Polwan Berkuda Perkuat Pengamanan Telaga Sarangan, Wisatawan Sambut Antusias

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Magetan kembali menghadirkan inovasi pengamanan kawasan wisata dengan menerjunkan patroli berkuda Polisi Wanita (Polwan) di Telaga Sarangan, Minggu (18/01/2026). Kehadiran pasukan berkuda ini menjadi strategi untuk menciptakan rasa aman sekaligus membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat melalui pendekatan yang lebih humanis. Sejak pagi, para Polwan berkuda berkeliling di sekitar lingkar […]

    Bagikan
  • Siapa Pejabat Eselon II yang Bakal Masuk Gerbong Mutasi Wali Kota Maidi ?

    Siapa Pejabat Eselon II yang Bakal Masuk Gerbong Mutasi Wali Kota Maidi ?

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tepat enam bulan setelah dilantik pada 20 Februari lalu, Wali Kota Madiun, Maidi, kini memiliki kewenangan penuh untuk melakukan mutasi pejabat di lingkup Pemkot Madiun. Per 21 Agustus 2025, dirinya tak lagi perlu menunggu persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) maupun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Maidi menegaskan, rencana perombakan pejabat eselon […]

    Bagikan
  • Kunjungi Pasar Plaosan, Wakil Kepala BGN Soroti Dampak MBG terhadap Stabilitas Harga Hortikultura

    Kunjungi Pasar Plaosan, Wakil Kepala BGN Soroti Dampak MBG terhadap Stabilitas Harga Hortikultura

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, untuk memantau perkembangan harga komoditas hortikultura sekaligus melihat secara langsung aktivitas perdagangan yang menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kunjungan tersebut, Nanik yang juga membidangi Komunikasi […]

    Bagikan
expand_less