Berita Terkini
Trending Tags

Menikmati Getuk Goreng Khas Pedesaan di Atas Awan, Kuliner Sooko Ponorogo Diburu Pembeli

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 41
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kuliner Warung Tengah Alas di kawasan hutan pinus Desa Jurug, Sooko. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo — Menikmati kuliner tradisional di tengah suasana pegunungan menjadi pengalaman tersendiri. Di Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, terdapat warung yang menawarkan getuk goreng khas pedesaan dengan suasana sejuk dan dikelilingi rimbunnya pohon pinus.

Warung Tengah Alas berada di kawasan perbatasan Ponorogo dengan Kabupaten Trenggalek. Lokasinya berada di ketinggian sekitar 650 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga udara di kawasan tersebut terasa cukup dingin.

Salah satu menu yang menjadi andalan adalah getuk goreng. Berbeda dengan getuk pada umumnya, getuk di tempat ini dibuat dalam bentuk panjang dan melingkar. Getuk kemudian diiris tipis dan digoreng setelah ada pesanan dari pembeli.

Cara penyajian tersebut membuat getuk disajikan dalam kondisi hangat. Teksturnya yang empuk dan lembut serta cita rasa gurih menjadi salah satu daya tarik kuliner tersebut.

Agustin Dwi Hanifah, salah seorang pembeli asal Kota Ponorogo, mengaku rela menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam untuk menikmati getuk goreng tersebut.

“Di sini dingin, jadi makan getuk goreng yang hangat itu rasanya syahdu. Teksturnya empuk dan lembut, rasanya juga gurih, berbeda dengan getuk yang biasa ada di Ponorogo kota,” kata Agustin.

Menurutnya, getuk goreng tersebut semakin cocok disantap bersama kopi sembari menikmati suasana hutan pinus. “Cocok dipadukan dengan cuaca dingin. Sama kopi dan getuk goreng ini cocok banget,” ujarnya.

Getuk goreng tersebut telah dijual sekitar sepuluh tahun. Pipit Muasih, penjual getuk goreng, mengatakan resep yang digunakan hingga kini masih dipertahankan dari resep orang tuanya.

Menurut Pipit, getuk goreng dipilih sebagai menu andalan karena saat pertama kali berjualan belum banyak penjual yang menawarkan kuliner serupa di kawasan tersebut.

Image Not Found
Pembeli menikmati getuk goreng sambil merasakan sejuknya udara pegunungan. Foto : Ega-Sinergia

“Menu andalannya getuk goreng dan getuk lonjor. Saya memilih getuk goreng karena waktu itu belum ada penjual lain yang menjualnya. Jadi ingin membuat sesuatu yang berbeda,” kata Pipit.

Selain resep, pemilihan bahan baku juga menjadi perhatian. Pipit menggunakan jenis singkong tertentu untuk menghasilkan tekstur getuk yang lembut.

Tingginya permintaan membuat Pipit terkadang kewalahan memenuhi pesanan. Dalam sehari, kapasitas produksi mencapai sekitar 300 potong, sedangkan pesanan harian dapat mencapai sekitar 200 potong.

“Dalam sehari pesanan bisa sekitar 200 potong, sedangkan kemampuan produksi sekitar 300 potong. Kalau akhir pekan, penjualan bisa lebih banyak,” ujarnya.

Saat akhir pekan, penjualan bahkan dapat mencapai sekitar 400 potong getuk goreng. Selain getuk goreng, warung tersebut juga menyediakan getuk lonjor yang dapat digoreng sendiri di rumah, nasi pecel, serta berbagai gorengan.

Untuk menikmati getuk goreng khas Sooko ini, pembeli cukup membayar sekitar Rp1.000 per potong.

Perpaduan makanan tradisional, udara sejuk pegunungan, dan suasana hutan pinus menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Kuliner sederhana ini menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati makanan khas pedesaan dengan suasana berbeda di kawasan Sooko, Ponorogo. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Magetan Kawal Mudik Ribuan Santri Temboro, Armada dan Sopir Wajib Lolos

    Polres Magetan Kawal Mudik Ribuan Santri Temboro, Armada dan Sopir Wajib Lolos

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia Magetan – Polres Magetan menerapkan pengamanan ketat untuk memastikan ribuan santri Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro dapat pulang ke daerah asal dengan aman dan nyaman. Pengawalan, pemeriksaan armada, hingga pengecekan kesehatan sopir digelar pada Sabtu, 28 Februari 2026, melibatkan Satlantas Polres Magetan, Dinas Perhubungan, dan Polsek Karas. Mudik bersama ini merupakan agenda rutin pondok pesantren […]

    Bagikan
  • Wakasad Kunjungi Yonif TP 531 Trenggalek, Tekankan Jiwa Korsa dan Bantu Masyarakat

    Wakasad Kunjungi Yonif TP 531 Trenggalek, Tekankan Jiwa Korsa dan Bantu Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Trenggalek – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa melakukan kunjungan kerja di Yonif TP 531/Menak Sopal, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jumat (28/8/2026). Dalam kunjungannya, Wakasad memberikan arahan sekaligus motivasi kepada para prajurit yang menjadi bagian awal dari satuan tersebut. Ia menekankan pentingnya membangun fondasi yang kuat […]

    Bagikan
  • 38 Pelajar SD-SMP Ikuti Lomba Craft Painting di Balai Kota Madiun, Asah Kreativitas Lewat Ikon Kota

    38 Pelajar SD-SMP Ikuti Lomba Craft Painting di Balai Kota Madiun, Asah Kreativitas Lewat Ikon Kota

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Halaman Balai Kota Madiun dipenuhi semangat kreativitas pada Jumat (17/7/2026). Sebanyak 38 pelajar tingkat SD hingga SMP sederajat mengikuti lomba Craft Painting dengan media lukis berbahan anyaman. Mengusung tema identitas Kota Madiun, para peserta tampak serius menggoreskan kuas demi menghadirkan karya terbaik. Berbeda dari melukis di atas kertas atau kanvas, […]

    Bagikan
  • Petani Ponorogo Gigit Jari, Puluhan Hektare Tanaman Padi Rusak Akibat Banjir

    Petani Ponorogo Gigit Jari, Puluhan Hektare Tanaman Padi Rusak Akibat Banjir

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Ponorogo pada awal Januari 2026 menjadi petaka bagi para petani. Ratusan hektare lahan pertanian dilaporkan tergenang air, bahkan sebagian di antaranya dipastikan mengalami gagal panen atau puso. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo mencatat, sedikitnya 538 hektare lahan pertanian terendam banjir yang terjadi pada […]

    Bagikan
  • 5 Pekerja Diduga Terinfeksi HIV, Lokalisasi Pasar Janti Ponorogo Ditutup Total

    5 Pekerja Diduga Terinfeksi HIV, Lokalisasi Pasar Janti Ponorogo Ditutup Total

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Hiruk pikuk lokalisasi Pasar Janti, Kecamatan Jenangan, mendadak senyap. Puluhan warung kopi esek-esek yang selama ini beroperasi di kawasan tersebut resmi ditutup oleh Satpol PP Kabupaten Ponorogo. Penutupan dilakukan setelah muncul temuan mencengangkan yakni lima pekerjanya diduga terinfeksi HIV. Langkah tegas itu diambil menyusul hasil tracing yang dilakukan sejak April lalu […]

    Bagikan
  • Wacana WFH ASN Di Ponorogo Menguat, Pemda Kaji Dampak & Tunggu Arahan Pusat

    Wacana WFH ASN Di Ponorogo Menguat, Pemda Kaji Dampak & Tunggu Arahan Pusat

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Wacana pemberlakuan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai berhembus di Kabupaten Ponorogo. Kebijakan ini dikaji sebagai salah satu upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), namun pemerintah daerah memilih tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Sugiarto, menyampaikan bahwa hingga kini […]

    Bagikan
expand_less