Kamis, 15 Okt 2026
Trending Tags

Menikmati Getuk Goreng Khas Pedesaan di Atas Awan, Kuliner Sooko Ponorogo Diburu Pembeli

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
  • visibility 125
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kuliner Warung Tengah Alas di kawasan hutan pinus Desa Jurug, Sooko. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo — Menikmati kuliner tradisional di tengah suasana pegunungan menjadi pengalaman tersendiri. Di Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, terdapat warung yang menawarkan getuk goreng khas pedesaan dengan suasana sejuk dan dikelilingi rimbunnya pohon pinus.

Warung Tengah Alas berada di kawasan perbatasan Ponorogo dengan Kabupaten Trenggalek. Lokasinya berada di ketinggian sekitar 650 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga udara di kawasan tersebut terasa cukup dingin.

Salah satu menu yang menjadi andalan adalah getuk goreng. Berbeda dengan getuk pada umumnya, getuk di tempat ini dibuat dalam bentuk panjang dan melingkar. Getuk kemudian diiris tipis dan digoreng setelah ada pesanan dari pembeli.

Cara penyajian tersebut membuat getuk disajikan dalam kondisi hangat. Teksturnya yang empuk dan lembut serta cita rasa gurih menjadi salah satu daya tarik kuliner tersebut.

Agustin Dwi Hanifah, salah seorang pembeli asal Kota Ponorogo, mengaku rela menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam untuk menikmati getuk goreng tersebut.

“Di sini dingin, jadi makan getuk goreng yang hangat itu rasanya syahdu. Teksturnya empuk dan lembut, rasanya juga gurih, berbeda dengan getuk yang biasa ada di Ponorogo kota,” kata Agustin.

Menurutnya, getuk goreng tersebut semakin cocok disantap bersama kopi sembari menikmati suasana hutan pinus. “Cocok dipadukan dengan cuaca dingin. Sama kopi dan getuk goreng ini cocok banget,” ujarnya.

Getuk goreng tersebut telah dijual sekitar sepuluh tahun. Pipit Muasih, penjual getuk goreng, mengatakan resep yang digunakan hingga kini masih dipertahankan dari resep orang tuanya.

Menurut Pipit, getuk goreng dipilih sebagai menu andalan karena saat pertama kali berjualan belum banyak penjual yang menawarkan kuliner serupa di kawasan tersebut.

Image Not Found
Pembeli menikmati getuk goreng sambil merasakan sejuknya udara pegunungan. Foto : Ega-Sinergia

“Menu andalannya getuk goreng dan getuk lonjor. Saya memilih getuk goreng karena waktu itu belum ada penjual lain yang menjualnya. Jadi ingin membuat sesuatu yang berbeda,” kata Pipit.

Selain resep, pemilihan bahan baku juga menjadi perhatian. Pipit menggunakan jenis singkong tertentu untuk menghasilkan tekstur getuk yang lembut.

Tingginya permintaan membuat Pipit terkadang kewalahan memenuhi pesanan. Dalam sehari, kapasitas produksi mencapai sekitar 300 potong, sedangkan pesanan harian dapat mencapai sekitar 200 potong.

“Dalam sehari pesanan bisa sekitar 200 potong, sedangkan kemampuan produksi sekitar 300 potong. Kalau akhir pekan, penjualan bisa lebih banyak,” ujarnya.

Saat akhir pekan, penjualan bahkan dapat mencapai sekitar 400 potong getuk goreng. Selain getuk goreng, warung tersebut juga menyediakan getuk lonjor yang dapat digoreng sendiri di rumah, nasi pecel, serta berbagai gorengan.

Untuk menikmati getuk goreng khas Sooko ini, pembeli cukup membayar sekitar Rp1.000 per potong.

Perpaduan makanan tradisional, udara sejuk pegunungan, dan suasana hutan pinus menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Kuliner sederhana ini menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati makanan khas pedesaan dengan suasana berbeda di kawasan Sooko, Ponorogo. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diterjang Hujan Deras, Rumah Senen Roboh, Lima Orang Mengungsi

    Diterjang Hujan Deras, Rumah Senen Roboh, Lima Orang Mengungsi

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Cuaca ekstrem kembali memicu bencana di Kabupaten Magetan. Rumah dan kandang kambing milik Senen warga di Desa Terung RT 04 RW 01, Kecamatan Panekan, roboh diterjang hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (9/5/2025) siang hingga malam. Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 18.40 WIB, menyebabkan kerusakan berat pada bangunan […]

    Bagikan
  • Diduga Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Hantam Truk Bermuatan Tanah

    Diduga Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Hantam Truk Bermuatan Tanah

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Selasa (04/11/2025). Insiden ini melibatkan sebuah sepeda motor dan truk bermuatan tanah urug tengah antri untuk masuk ke lokasi proyek. Truk bermuatan tanah dengan nomor polisi AE 9017 UP dikemudikan oleh Tri Santoso, warga Bondrang, Kecamatan […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Tunggu Restu BKN dan Kemendagri Soal Pengisian Kekosongan Kursi JPTP

    Pemkot Madiun Tunggu Restu BKN dan Kemendagri Soal Pengisian Kekosongan Kursi JPTP

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun masih menunggu proses pengisian puluhan jabatan yang kosong di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Di tengah kekosongan tersebut, Pemkot Madiun melantik 51 Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta 18 pejabat fungsional dalam Pengambilan Sumpah/Janji PNS dan Pengambilan Sumpah Jabatan serta Pelantikan Pejabat Fungsional, Kamis (18/6/2026). Prosesi pengambilan sumpah […]

    Bagikan
  • Perhutani Madiun Bagikan 600 Bibit Tanaman, Hijaukan Negeri Pulihkan Bumi

    Perhutani Madiun Bagikan 600 Bibit Tanaman, Hijaukan Negeri Pulihkan Bumi

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Mengawali tahun 2026, Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Madiun melaksanakan pembagian bibit tanaman kepada masyarakat pada Senin (05/01/2026) di Simpang Lima Patung Pendekar Kota Madiun. Upaya ini sebagai langkah untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam melestarikan lingkungan. Jumlah yang dibagikan sebanyak 600 bibit. ​”Ini sesuai instruksi dari Kadivre Jawa Timur […]

    Bagikan
  • Hanya 1 SMP Negeri di Kartoharjo, Ini Langkah Dindik Kota Madiun pada SPMB 2026

    Hanya 1 SMP Negeri di Kartoharjo, Ini Langkah Dindik Kota Madiun pada SPMB 2026

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kota Madiun dipastikan tetap berjalan normal meski Kecamatan Kartoharjo hanya memiliki satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri, yakni SMP Negeri 8 Madiun. Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, menegaskan kondisi tersebut selama ini tidak menimbulkan persoalan serius karena akses antarwilayah […]

    Bagikan
  • Pastikan Tepat Sasaran di 2026, Pemkab Madiun Pasangi Stiker Rumah Penerima Bantuan

    Pastikan Tepat Sasaran di 2026, Pemkab Madiun Pasangi Stiker Rumah Penerima Bantuan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan, kebijakan pemasangan stiker bagi penerima bantuan sosial (bansos) bukan dimaksudkan untuk memberi label negatif. Hal itu melainkan sebagai upaya memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan dapat dialihkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Pernyataan itu disampaikan Hari Wuryanto disela sela kegiatan pada Selasa (23/12/2025). Ia menyebut, pemerintah […]

    Bagikan
expand_less