Berita Terkini
Trending Tags

Hujan Mulai Turun, BPBD Ponorogo Pastikan Musim Penghujan Belum Tiba

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 30
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Ponorogo masih mendistribusikan air bersih ke warga terdampak. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi tersebut belum dapat menjadi penanda bahwa musim penghujan telah dimulai.

Kalaksa BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, mengatakan penetapan awal musim penghujan harus mengacu pada kondisi curah hujan dalam beberapa dasarian secara berturut-turut.

Menurutnya, musim penghujan ditandai dengan curah hujan minimal 50 milimeter per dasarian yang terjadi selama tiga dasarian berturut-turut.

“Kalau hujan baru dua-tiga hari, itu masih belum mencerminkan kita masuk musim penghujan. Kita harus melihat dan memantau sepanjang dasarian berikutnya,” ujar Masun.

Masun menyebut hujan dalam beberapa hari terakhir memang telah terjadi di sejumlah wilayah, seperti Ngebel, Badegan, dan Slahung. Namun, data curah hujan yang ada masih harus dipantau untuk memastikan apakah telah memenuhi kriteria awal musim penghujan.

Ia menjelaskan, berdasarkan prediksi BMKG yang dirilis pada akhir September 2026, sebagian besar wilayah Ponorogo diperkirakan baru memasuki musim penghujan pada dasarian kedua atau ketiga November 2026.

Sementara itu, sejumlah wilayah dataran tinggi diprediksi mengalami awal musim penghujan lebih lambat. Wilayah Pudak, Pulung dan Sooko diperkirakan baru memasuki musim penghujan pada dasarian pertama Desember. Sedangkan wilayah Ngrayun diprediksi baru memasuki musim penghujan pada dasarian ketiga Desember.

Masun menegaskan, hujan yang turun pada musim kemarau bukan hal yang otomatis menandakan pergantian musim.

“Kalau curah hujannya masih di bawah 50 milimeter per dasarian, apalagi tidak berturut-turut selama tiga dasarian, maka itu masih fenomena biasa. Di musim kemarau memang masih dimungkinkan ada hujan,” jelasnya.

Turunnya hujan juga belum membuat BPBD Ponorogo menghentikan distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan.

Masun mengatakan pengalaman pada 2023–2024 menunjukkan hujan dengan intensitas rendah dan tidak kontinu belum cukup untuk mengembalikan kondisi air tanah.

“Air hujan belum juga bisa meningkatkan permukaan air tanah. Sebagian mungkin menjadi run-off sehingga belum tersimpan di dalam tanah,” katanya.

Akibatnya, sejumlah sumur warga masih kering atau debit airnya belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Hingga saat ini, BPBD Ponorogo masih melakukan distribusi air bersih di enam titik. Total distribusi mencapai sekitar 67 ribu liter per minggu, dengan warga terdampak mencapai 915 kepala keluarga.

Enam wilayah tersebut meliputi , Karangpatihan Kecamatan pulung, Munggu  Kecamatan bungkal , Gelangkulon kecamatan sampung , Sidoarjo kecamatan jambon , Tumpuk kecamatan sawoo , serta Desa Caluk, Kecamatan Slahung.

Selain enam titik tersebut, BPBD juga memberikan dukungan untuk warga Desa Wonodadi, Kecamatan Ngrayun, yang mengalami kekeringan.

“Kurang lebih hampir 400 jiwa di empat RT. Tetapi karena medannya sangat sulit dijangkau dari wilayah kota menggunakan truk tangki, kita berdiskusi dengan pemerintah desa setempat,” ujar Masun.

Sebagai solusi, BPBD menyiapkan sejumlah tandon dan dirigen untuk membantu warga. Terdapat enam tandon yang disiapkan, terdiri dari empat tandon permanen dan dua tandon lipat.

Pemerintah Desa Wonodadi nantinya mengambil air dari sumber yang berada sekitar dua hingga tiga kilometer di bawah permukiman menggunakan kendaraan yang tersedia di wilayah setempat.

Air tersebut kemudian dibawa menuju wilayah permukiman dan ditampung pada tandon yang telah disiapkan BPBD sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Masun menyebut pola tersebut merupakan bentuk sinergi antara BPBD dan pemerintah desa untuk mengatasi keterbatasan akses distribusi air bersih.

Dengan kondisi tersebut, BPBD Ponorogo memastikan layanan distribusi air bersih masih terus dilakukan. Penanganan kekeringan juga akan terus dievaluasi sambil menunggu perkembangan curah hujan dalam beberapa dasarian ke depan. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Mobil Damkar Madiun Rusak Berat, Tinggal 3 Armada Layani Seluruh Wilayah

    2 Mobil Damkar Madiun Rusak Berat, Tinggal 3 Armada Layani Seluruh Wilayah

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kesiapsiagaan penanganan kebakaran di Kabupaten Madiun sedang menghadapi tantangan. Dari total lima unit mobil pemadam kebakaran yang dimiliki Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun, dua armada kini harus menjalani perbaikan di bengkel akibat mengalami kerusakan berat. Kondisi itu membuat hanya tiga unit yang saat ini melayani seluruh wilayah Kabupaten Madiun. Kepala […]

    Bagikan
  • Hendak Ganti Oli dan Servis Motor, Seorang Pria Meninggal Mendadak di Teras Bengkel

    Hendak Ganti Oli dan Servis Motor, Seorang Pria Meninggal Mendadak di Teras Bengkel

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, mendadak heboh, Selasa (4/11/2025) pagi. Seorang pria ditemukan meninggal dunia secara tiba-tiba di teras sebuah bengkel motor. Korban diketahui bernama Sukardi (60), warga Desa Grabahan, Kecamatan Karangrejo. Ia sempat datang ke Bengkel Aldo Motor sekitar pukul 09.15 WIB untuk mengganti oli sekaligus melakukan […]

    Bagikan
  • Seleksi Sekda Magetan, Satu Peserta Gugur di Tahap Awal

    Seleksi Sekda Magetan, Satu Peserta Gugur di Tahap Awal

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tahapan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan memasuki uji kompetensi manajerial dan sosio-kultural. Agenda ini telah digelar di Aula Lantai 5 Gedung BKD Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Kamis (28/8). Dari delapan peserta yang diundang, hanya tujuh yang hadir. Seorang kandidat, Ansar Rasidi—Staf Ahli Bidang Ekonomi dan […]

    Bagikan
  • Harga Minyak Goreng Melonjak, Perajin Kerupuk di Magetan Kecilkan Ukuran dan Kurangi Isi Kemasan

    Harga Minyak Goreng Melonjak, Perajin Kerupuk di Magetan Kecilkan Ukuran dan Kurangi Isi Kemasan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Lonjakan harga minyak goreng yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir memaksa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Magetan melakukan berbagai strategi agar usahanya tetap bertahan. Salah satunya dengan memperkecil ukuran kerupuk dan mengurangi jumlah isi dalam setiap kemasan tanpa menaikkan harga jual. Kondisi tersebut dialami perajin kerupuk di […]

    Bagikan
  • Kisah Haru Jemaah Haji Kota Madiun Menyusuri Jejak Sahabat Nabi di Madinah

    Kisah Haru Jemaah Haji Kota Madiun Menyusuri Jejak Sahabat Nabi di Madinah

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Madinah – Suasana khidmat menyelimuti langkah-langkah jemaah haji asal Kota Madiun saat menapaki jejak sejarah Islam di Kota Madinah. Di sela rangkaian ibadah, para jemaah melaksanakan ziarah ke sejumlah masjid bersejarah yang berada di sekitar Masjid Nabawi, di antaranya Masjid Abu Bakar dan Masjid Ali bin Abi Thalib. Kegiatan ziarah ini tidak sekadar […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Gandeng PPI dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

    Pemkot Madiun Gandeng PPI dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun bekerja sama dengan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan Bulog Madiun menggelar Gerakan Pangan Murah di Lapak UMKM Ronggo Kelurahan Kelun pada Kamis (13/3/2025). Kegiatan ini sebagai upaya pemerintah untuk menekan kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran. Gerakan ini menjadi […]

    Bagikan
expand_less