Berita Terkini
Trending Tags

Hujan Mulai Turun, BPBD Ponorogo Pastikan Musim Penghujan Belum Tiba

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 28
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Ponorogo masih mendistribusikan air bersih ke warga terdampak. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi tersebut belum dapat menjadi penanda bahwa musim penghujan telah dimulai.

Kalaksa BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, mengatakan penetapan awal musim penghujan harus mengacu pada kondisi curah hujan dalam beberapa dasarian secara berturut-turut.

Menurutnya, musim penghujan ditandai dengan curah hujan minimal 50 milimeter per dasarian yang terjadi selama tiga dasarian berturut-turut.

“Kalau hujan baru dua-tiga hari, itu masih belum mencerminkan kita masuk musim penghujan. Kita harus melihat dan memantau sepanjang dasarian berikutnya,” ujar Masun.

Masun menyebut hujan dalam beberapa hari terakhir memang telah terjadi di sejumlah wilayah, seperti Ngebel, Badegan, dan Slahung. Namun, data curah hujan yang ada masih harus dipantau untuk memastikan apakah telah memenuhi kriteria awal musim penghujan.

Ia menjelaskan, berdasarkan prediksi BMKG yang dirilis pada akhir September 2026, sebagian besar wilayah Ponorogo diperkirakan baru memasuki musim penghujan pada dasarian kedua atau ketiga November 2026.

Sementara itu, sejumlah wilayah dataran tinggi diprediksi mengalami awal musim penghujan lebih lambat. Wilayah Pudak, Pulung dan Sooko diperkirakan baru memasuki musim penghujan pada dasarian pertama Desember. Sedangkan wilayah Ngrayun diprediksi baru memasuki musim penghujan pada dasarian ketiga Desember.

Masun menegaskan, hujan yang turun pada musim kemarau bukan hal yang otomatis menandakan pergantian musim.

“Kalau curah hujannya masih di bawah 50 milimeter per dasarian, apalagi tidak berturut-turut selama tiga dasarian, maka itu masih fenomena biasa. Di musim kemarau memang masih dimungkinkan ada hujan,” jelasnya.

Turunnya hujan juga belum membuat BPBD Ponorogo menghentikan distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan.

Masun mengatakan pengalaman pada 2023–2024 menunjukkan hujan dengan intensitas rendah dan tidak kontinu belum cukup untuk mengembalikan kondisi air tanah.

“Air hujan belum juga bisa meningkatkan permukaan air tanah. Sebagian mungkin menjadi run-off sehingga belum tersimpan di dalam tanah,” katanya.

Akibatnya, sejumlah sumur warga masih kering atau debit airnya belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Hingga saat ini, BPBD Ponorogo masih melakukan distribusi air bersih di enam titik. Total distribusi mencapai sekitar 67 ribu liter per minggu, dengan warga terdampak mencapai 915 kepala keluarga.

Enam wilayah tersebut meliputi , Karangpatihan Kecamatan pulung, Munggu  Kecamatan bungkal , Gelangkulon kecamatan sampung , Sidoarjo kecamatan jambon , Tumpuk kecamatan sawoo , serta Desa Caluk, Kecamatan Slahung.

Selain enam titik tersebut, BPBD juga memberikan dukungan untuk warga Desa Wonodadi, Kecamatan Ngrayun, yang mengalami kekeringan.

“Kurang lebih hampir 400 jiwa di empat RT. Tetapi karena medannya sangat sulit dijangkau dari wilayah kota menggunakan truk tangki, kita berdiskusi dengan pemerintah desa setempat,” ujar Masun.

Sebagai solusi, BPBD menyiapkan sejumlah tandon dan dirigen untuk membantu warga. Terdapat enam tandon yang disiapkan, terdiri dari empat tandon permanen dan dua tandon lipat.

Pemerintah Desa Wonodadi nantinya mengambil air dari sumber yang berada sekitar dua hingga tiga kilometer di bawah permukiman menggunakan kendaraan yang tersedia di wilayah setempat.

Air tersebut kemudian dibawa menuju wilayah permukiman dan ditampung pada tandon yang telah disiapkan BPBD sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Masun menyebut pola tersebut merupakan bentuk sinergi antara BPBD dan pemerintah desa untuk mengatasi keterbatasan akses distribusi air bersih.

Dengan kondisi tersebut, BPBD Ponorogo memastikan layanan distribusi air bersih masih terus dilakukan. Penanganan kekeringan juga akan terus dievaluasi sambil menunggu perkembangan curah hujan dalam beberapa dasarian ke depan. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eksplor Ruang Terbuka Hijau Yang Indah dan Nyaman di Kota Madiun (2)

    Eksplor Ruang Terbuka Hijau Yang Indah dan Nyaman di Kota Madiun (2)

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan dengan memperbanyak dan merawat Ruang Terbuka Hijau (RTH). Tiga kawasan RTH yang kini menjadi tempat bermain warga Kota Madiun, yaitu RTH Kanigoro, RTH Pilangbango, dan RTH Taman Kelun, semakin diminati sebagai tempat beristirahat dan rekreasi keluarga. RTH Kanigoro, yang terletak di […]

    Bagikan
  • Bentuk Tim Investigasi, TNI AD Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

    Bentuk Tim Investigasi, TNI AD Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta — TNI Angkatan Darat (TNI AD) membentuk tim investigasi untuk mengusut ledakan yang terjadi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II milik Pusat Peralatan (Puspalad) di Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026). Tim tersebut ditugaskan untuk mengungkap penyebab dan kronologi pasti insiden yang menewaskan satu personel TNI serta melukai enam orang lainnya. Kepala Dinas […]

    Bagikan
  • Kasus Dugaan Penyalahgunaan Bansos Dinsos-P3A, Kejari Ponorogo Periksa 33 Saksi

    Kasus Dugaan Penyalahgunaan Bansos Dinsos-P3A, Kejari Ponorogo Periksa 33 Saksi

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Penanganan kasus dugaan korupsi atau penyalahgunaan dana bantuan sosial (bansos) di lingkungan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Ponorogo terus berlanjut. Hingga kini, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo telah memeriksa sebanyak 33 orang saksi. Kepala Seksi Intelijen Kejari Ponorogo, I Komang Ugra Jagiwirata menjelaskan, dari total saksi yang telah […]

    Bagikan
  • Dumilah Park Dilirik Investor, Bakal Disulap Jadi Aquaworld Modern

    Dumilah Park Dilirik Investor, Bakal Disulap Jadi Aquaworld Modern

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kawasan Dumilah Park di Jalan Slamet Riyadi menarik perhatian investor. Lahan bekas kolam renang yang lama tak beroperasi itu rencananya akan direvitalisasi menjadi destinasi wisata baru berkonsep aquaworld, menyerupai taman wisata air di Jepang. Wali Kota Madiun, Maidi, menyampaikan bahwa dirinya sudah melakukan pertemuan dengan calon investor asal Jakarta pekan […]

    Bagikan
  • Waduh ! ASN RS Paru Manguharjo Diduga Terlibat Penipuan Rekrutmen Pegawai

    Waduh ! ASN RS Paru Manguharjo Diduga Terlibat Penipuan Rekrutmen Pegawai

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kasus dugaan penipuan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menyeret nama AP, seorang PNS di Rumah Sakit (RS) Paru Manguharjo. Kasus tersebut kini telah resmi dilaporkan ke Polres Madiun Kota. Modusnya AP menjanjikan para korban masuk sebagai pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Paru Manguharjo. Kuasa hukum para korban, […]

    Bagikan
  • Motor Tabrak Palang Perlintasan Saat KA Turangga Melintas, Ini Himbauan KAI

    Motor Tabrak Palang Perlintasan Saat KA Turangga Melintas, Ini Himbauan KAI

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebuah sepeda motor menabrak palang pintu perlintasan sebidang (JPL) 15 Km 181+266 di petak jalan Geneng–Magetan, masuk Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026) dini hari. Insiden tersebut terjadi saat petugas tengah mengamankan perjalanan Kereta Api (KA) 12 Turangga. Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 01.30 WIB. Sepeda […]

    Bagikan
expand_less