Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Hujan Mulai Turun, BPBD Ponorogo Pastikan Musim Penghujan Belum Tiba

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • visibility 99
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Ponorogo masih mendistribusikan air bersih ke warga terdampak. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi tersebut belum dapat menjadi penanda bahwa musim penghujan telah dimulai.

Kalaksa BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, mengatakan penetapan awal musim penghujan harus mengacu pada kondisi curah hujan dalam beberapa dasarian secara berturut-turut.

Menurutnya, musim penghujan ditandai dengan curah hujan minimal 50 milimeter per dasarian yang terjadi selama tiga dasarian berturut-turut.

“Kalau hujan baru dua-tiga hari, itu masih belum mencerminkan kita masuk musim penghujan. Kita harus melihat dan memantau sepanjang dasarian berikutnya,” ujar Masun.

Masun menyebut hujan dalam beberapa hari terakhir memang telah terjadi di sejumlah wilayah, seperti Ngebel, Badegan, dan Slahung. Namun, data curah hujan yang ada masih harus dipantau untuk memastikan apakah telah memenuhi kriteria awal musim penghujan.

Ia menjelaskan, berdasarkan prediksi BMKG yang dirilis pada akhir September 2026, sebagian besar wilayah Ponorogo diperkirakan baru memasuki musim penghujan pada dasarian kedua atau ketiga November 2026.

Sementara itu, sejumlah wilayah dataran tinggi diprediksi mengalami awal musim penghujan lebih lambat. Wilayah Pudak, Pulung dan Sooko diperkirakan baru memasuki musim penghujan pada dasarian pertama Desember. Sedangkan wilayah Ngrayun diprediksi baru memasuki musim penghujan pada dasarian ketiga Desember.

Masun menegaskan, hujan yang turun pada musim kemarau bukan hal yang otomatis menandakan pergantian musim.

“Kalau curah hujannya masih di bawah 50 milimeter per dasarian, apalagi tidak berturut-turut selama tiga dasarian, maka itu masih fenomena biasa. Di musim kemarau memang masih dimungkinkan ada hujan,” jelasnya.

Turunnya hujan juga belum membuat BPBD Ponorogo menghentikan distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan.

Masun mengatakan pengalaman pada 2023–2024 menunjukkan hujan dengan intensitas rendah dan tidak kontinu belum cukup untuk mengembalikan kondisi air tanah.

“Air hujan belum juga bisa meningkatkan permukaan air tanah. Sebagian mungkin menjadi run-off sehingga belum tersimpan di dalam tanah,” katanya.

Akibatnya, sejumlah sumur warga masih kering atau debit airnya belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Hingga saat ini, BPBD Ponorogo masih melakukan distribusi air bersih di enam titik. Total distribusi mencapai sekitar 67 ribu liter per minggu, dengan warga terdampak mencapai 915 kepala keluarga.

Enam wilayah tersebut meliputi , Karangpatihan Kecamatan pulung, Munggu  Kecamatan bungkal , Gelangkulon kecamatan sampung , Sidoarjo kecamatan jambon , Tumpuk kecamatan sawoo , serta Desa Caluk, Kecamatan Slahung.

Selain enam titik tersebut, BPBD juga memberikan dukungan untuk warga Desa Wonodadi, Kecamatan Ngrayun, yang mengalami kekeringan.

“Kurang lebih hampir 400 jiwa di empat RT. Tetapi karena medannya sangat sulit dijangkau dari wilayah kota menggunakan truk tangki, kita berdiskusi dengan pemerintah desa setempat,” ujar Masun.

Sebagai solusi, BPBD menyiapkan sejumlah tandon dan dirigen untuk membantu warga. Terdapat enam tandon yang disiapkan, terdiri dari empat tandon permanen dan dua tandon lipat.

Pemerintah Desa Wonodadi nantinya mengambil air dari sumber yang berada sekitar dua hingga tiga kilometer di bawah permukiman menggunakan kendaraan yang tersedia di wilayah setempat.

Air tersebut kemudian dibawa menuju wilayah permukiman dan ditampung pada tandon yang telah disiapkan BPBD sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Masun menyebut pola tersebut merupakan bentuk sinergi antara BPBD dan pemerintah desa untuk mengatasi keterbatasan akses distribusi air bersih.

Dengan kondisi tersebut, BPBD Ponorogo memastikan layanan distribusi air bersih masih terus dilakukan. Penanganan kekeringan juga akan terus dievaluasi sambil menunggu perkembangan curah hujan dalam beberapa dasarian ke depan. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tegas ! Ini Peringatan Keras Wali Kota Madiun Kepada OPD

    Tegas ! Ini Peringatan Keras Wali Kota Madiun Kepada OPD

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinegia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi nampak geram saat menghadiri salah satu kegiatan di Taman Lalu Lintas Bantaran Madiun pada Kamis (27/03/2025) sore. Pasalnya, sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Madiun tidak hadir. Ia pun mempertanyakan tentang kedisiplinan para pejabat Pemkot Madiun tersebut. “Bagi yang tidak disiplin, saya tegaskan, […]

    Bagikan
  • Diduga Keracunan Makanan, 1 Warga Tewas dan Puluhan Lainnya di Rawat

    Diduga Keracunan Makanan, 1 Warga Tewas dan Puluhan Lainnya di Rawat

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Tim Inafis Polres Ponorogo Sabtu (1/2/2025) siang diterjunkan di Desa Bondrang Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo usai menerima laporan puluhan warga diduga mengalami keracunan makanan. Bahkan, satu warga atas nama Miskun (60) meninggal dunia. Menurut informasi, mereka menyantap makanan di kediaman Miswaji yang menggelegar hajatan dzikir fida’ pada hari kamis (30/1/2025) […]

    Bagikan
  • Serbu Musim Durian Dagangan, Juga Menikmati Sajian Es Teler Durian

    Serbu Musim Durian Dagangan, Juga Menikmati Sajian Es Teler Durian

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Musim panen durian kembali membawa berkah bagi Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Dusun Segulung, Desa Segulung, yang berada di kawasan pegunungan, berubah menjadi magnet bagi para pecinta durian dari berbagai daerah.  Tak hanya berburu buah durian segar, pengunjung juga dimanjakan dengan suasana sejuk dan sajian kuliner khas berbahan durian. Pembeli datang silih […]

    Bagikan
  • Stok BBM dan LPG di Depo Madiun Dipastikan Aman Jelang Lebaran 2026, Pertamina Imbau Warga Tidak Panic Buying

    Stok BBM dan LPG di Depo Madiun Dipastikan Aman Jelang Lebaran 2026, Pertamina Imbau Warga Tidak Panic Buying

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Madiun dan sekitarnya dipastikan dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Pengelola depo memastikan pasokan energi tetap terjaga selama periode mudik dan libur Lebaran. Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Madiun, Kadek Dwi Ariyanto mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi […]

    Bagikan
  • Pasangan Lansia yang Hidup di Gubuk Reyot, Enggan Pindah ke Pondok Lansia

    Pasangan Lansia yang Hidup di Gubuk Reyot, Enggan Pindah ke Pondok Lansia

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pasangan lansia sekitar 8 tahun terakhir tinggal di gubuk reyot Jalan Paus Kelurahan Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo Kota Madiun. Petugas Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Madiun telah meninjau kondisi keduanya. Hasil pendataan, pasangan lansia bernama Marmin dan Nyanirah itu sejatinya bukan warga Kota Madiun. “Pak […]

    Bagikan
  • Proses PAW di DPRD Magetan Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum Gus Wakhid Ajukan Gugatan PMH

    Proses PAW di DPRD Magetan Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum Gus Wakhid Ajukan Gugatan PMH

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik adanya Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota DPRD Kabupaten Magetan dari fraksi PKB terus berlanjut. Proses pergantian terhadap Nur Wakhid disebut-sebut berjalan tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku. Nurcahyo, kuasa hukum Gus Wakhid, menilai keputusan tersebut dilakukan secara terburu-buru dan mengabaikan prinsip dasar demokrasi. Menurutnya, tindakan pimpinan DPRD Magetan dalam […]

    Bagikan
expand_less