Berita Terkini
Trending Tags

Khofifah Ziarah ke Makam Gubernur Suryo, Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Kuat Menjaga Kemerdekaan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 41
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Khofifah ziarah ke makam Gubernur Suryo di Magetan. (6/10/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali memimpin ziarah ke makam Raden Mas Tumenggung (R.M.T.) Ario Soerjo atau Gubernur Suryo di Kabupaten Magetan, Selasa (6/10/2026). Ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Bagi Pemprov Jawa Timur, makam Gubernur Suryo bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir seorang pahlawan. Setiap tahun, makam tokoh yang dikenal sebagai gubernur pertama Jawa Timur setelah Indonesia merdeka itu menjadi tujuan awal ziarah dalam rangkaian peringatan hari jadi provinsi.

Khofifah mengatakan, perjuangan Gubernur Suryo pada masa awal kemerdekaan memberikan pelajaran penting mengenai keberanian mengambil keputusan ketika negara berada dalam situasi genting.

Menurutnya, salah satu momen paling menentukan terjadi pada November 1945 ketika Surabaya menghadapi tekanan pasukan Sekutu. Setelah Brigadir Jenderal Mallaby tewas dalam pertempuran di Surabaya, pihak Inggris mengeluarkan ultimatum agar para pemimpin Indonesia, tokoh pemuda, hingga petugas radio menyerahkan diri tanpa syarat.

Dalam situasi tersebut, Presiden Soekarno menyerahkan keputusan kepada Gubernur Suryo terkait sikap yang harus diambil Jawa Timur menghadapi ultimatum tersebut.

“Ini bukan sesuatu yang sederhana karena di situlah pertaruhan mempertahankan kemerdekaan di awal-awal kita merdeka,” kata Khofifah seusai ziarah di makam Gubernur Suryo.

Khofifah menilai Gubernur Suryo menunjukkan keberanian dan kepemimpinan yang kuat. Alih-alih tunduk terhadap tekanan, Gubernur Suryo memilih mempertahankan kemerdekaan dan mengobarkan semangat perjuangan rakyat Surabaya.

“Beliau memiliki strong leadership, kepemimpinan yang sangat kuat. Hari itu kalau kepemimpinannya tidak kuat, bangsa ini bisa oleng,” ujarnya.

Sikap tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian peristiwa yang mengantarkan rakyat Surabaya pada perlawanan besar 10 November 1945. Pidato Gubernur Suryo yang disiarkan melalui radio pada malam 9 November menjadi salah satu simbol keberanian rakyat Jawa Timur menghadapi ancaman terhadap kemerdekaan.

Image Not Found
Makam Gubernur Suryo menjadi tujuan ziarah Hari Jadi Jawa Timur. Foto : Kus-Sinergia

Khofifah mengatakan, keberanian Gubernur Suryo tidak cukup hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah. Nilai tersebut, menurutnya, harus terus direfleksikan dan diterapkan dalam kehidupan berbangsa saat ini.

“Mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia perlu keberanian selain semangat juang. Harapan kita napas perjuangan dan keberanian untuk membela kemerdekaan itu akan menjadi refleksi kita bersama sebagai warga bangsa,” katanya.

R.M.T. Ario Soerjo lahir di Magetan pada 9 Juli 1898. Ia kemudian dipercaya menjadi Gubernur Jawa Timur pertama setelah Indonesia merdeka.

Perjalanan hidupnya berakhir tragis pada 10 September 1948. Gubernur Suryo gugur dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Madiun setelah menjadi korban pembunuhan oleh kelompok yang berafiliasi dengan pemberontakan PKI Madiun.

Jenazahnya kemudian dimakamkan di tanah kelahirannya, Kabupaten Magetan. Makam tersebut hingga kini menjadi salah satu situs bersejarah sekaligus simbol perjuangan kemerdekaan di Jawa Timur.

Khofifah menegaskan, penghormatan terhadap Gubernur Suryo akan terus dilakukan Pemprov Jawa Timur. Sejak mendapat mandat memimpin Jawa Timur, ia mengaku selalu memimpin langsung ziarah ke makam gubernur pertama tersebut.

“Sejak kami mendapat mandat di Pemprov, yang memimpin ziarah ke gubernur pertama Raden Mas Tumenggung Ario Soeryo itu selalu saya. Ini bagian dari penghormatan sekaligus bagaimana kita merefleksikan perjuangan beliau dalam konteks perjuangan hari ini,” tutur Khofifah.

Menurut Khofifah, tantangan mempertahankan kemerdekaan saat ini memang berbeda dengan situasi yang dihadapi para pejuang pada 1945. Namun, nilai keberanian, keteguhan, dan kepemimpinan tetap relevan untuk diterapkan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan keteladanan Gubernur Suryo sebagai bagian dari refleksi dalam mengisi kemerdekaan.

“Kepemimpinan yang kuat harus menjadi bagian dari kita semua, di sektor kita masing-masing, di bidang kita masing-masing,” katanya.

Ziarah tersebut turut dihadiri Bupati Magetan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur dan Kabupaten Magetan, serta para pelajar.

Bagi Pemprov Jawa Timur, tradisi ziarah ke makam Gubernur Suryo bukan hanya agenda seremonial dalam memperingati hari jadi provinsi. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan panjang Jawa Timur sekaligus meneguhkan semangat kepemimpinan dan nasionalisme yang diwariskan para pendahulu bangsa. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krs/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Sopir Truk Ponorogo Desak Tambang Galian C Dibuka Kembali

    Ratusan Sopir Truk Ponorogo Desak Tambang Galian C Dibuka Kembali

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Ratusan sopir truk dump di Kabupaten Ponorogo menggelar aksi unjuk rasa di Alun-alun hingga halaman Kantor DPRD Ponorogo, Kamis (15/1/2025). Mereka mendesak agar aktivitas tambang galian C yang berhenti sekitar sebulan terakhir segera dibuka kembali. Para sopir menilai penghentian operasional tambang berdampak langsung terhadap penghasilan mereka. Selama ini, kebutuhan hidup keluarga […]

    Bagikan
  • Dampak Perang Timur Tengah, Disbudpar Magetan Waspadai Penurunan Kunjungan Wisatawan

    Dampak Perang Timur Tengah, Disbudpar Magetan Waspadai Penurunan Kunjungan Wisatawan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai dikhawatirkan berdampak pada sektor pariwisata daerah. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan menyatakan kegelisahan apabila situasi internasional tersebut berlarut dan memengaruhi minat wisatawan. Kepala Disbudpar Magetan, Suwito, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisata harian saat ini berada pada kisaran […]

    Bagikan
  • Sindikat Uang Palsu Lintas Provinsi Terbongkar, Dua Kepala Desa Aktif di Ngawi Terlibat

    Sindikat Uang Palsu Lintas Provinsi Terbongkar, Dua Kepala Desa Aktif di Ngawi Terlibat

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Tim Tiger Satreskrim Polres Ngawi membongkar jaringan pengedar uang palsu lintas provinsi. Dalam kasus ini, lima orang ditetapkan sebagai tersangka, dua di antaranya adalah kepala desa aktif. Kapolres Ngawi, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, mengungkapkan, kasus ini bermula dari keresahan warga terkait peredaran uang palsu di sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi. […]

    Bagikan
  • Diduga Hilang Kendali, Mobil Pick Up Tabrak Sepeda Motor, Anak 4 Tahun Meninggal Dunia

    Diduga Hilang Kendali, Mobil Pick Up Tabrak Sepeda Motor, Anak 4 Tahun Meninggal Dunia

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Hayam Wuruk, masuk Desa Sambirejo Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 10.15 WIB. Kecelakaan tersebut melibatkan mobil Pick Up nopol AG 8815 LE yang dikemudikan oleh IA (32) warga Wajak, Malang dengan sepeda motor yang dikendarai oleh SDR (73) warga Manguharjo Kota Madiun […]

    Bagikan
  • Warga Segel TPS Kelurahan Parang, Tuntut Relokasi karena Bau, Asap dan Lalat

    Warga Segel TPS Kelurahan Parang, Tuntut Relokasi karena Bau, Asap dan Lalat

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Puluhan warga melakukan aksi penyegelan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kelurahan Parang, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026) pagi. Aksi dilakukan dengan mengelas pintu gerbang TPS sebagai bentuk protes terhadap keberadaan fasilitas pengelolaan sampah yang dinilai menimbulkan gangguan lingkungan dan kesehatan. Warga yang berasal dari Lingkungan Wadung, Kelurahan Parang, serta […]

    Bagikan
  • Warga Madiun Disidang Karena Pelihara Landak Jawa, BKSDA : Itu Satwa Dilindungi

    Warga Madiun Disidang Karena Pelihara Landak Jawa, BKSDA : Itu Satwa Dilindungi

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Kasus pemeliharaan satwa dilindungi di Kabupaten Madiun jadi sorotan publik. Darwanto, warga Dusun Gemuruh, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, kini harus duduk di kursi terdakwa setelah kedapatan memelihara enam ekor Landak Jawa, satwa yang masuk kategori dilindungi undang-undang. Kasus ini bermula dari temuan petugas gabungan pada 27 Desember 2024, saat dilakukan pengecekan […]

    Bagikan
expand_less