Berita Terkini
Trending Tags

Pengrajin Batu Bata di Magetan Justru Ketiban Berkah di Musim Kemarau

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 44 menit yang lalu
  • visibility 32
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pengrajin batu bata di Desa Tulung memanfaatkan terik matahari. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim kemarau panjang membawa dampak berbeda bagi warga Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ketika sebagian sektor pertanian harus menghadapi keterbatasan air, para pengrajin batu bata di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, justru menikmati berkah dari teriknya matahari.

Cuaca panas membuat proses pengeringan batu bata berlangsung lebih cepat. Di saat yang sama, aktivitas pembangunan rumah yang meningkat ikut mendongkrak permintaan terhadap material bangunan tersebut.

Sutrisno, salah seorang pengrajin batu bata di Desa Tulung, mengatakan permintaan produknya meningkat dibandingkan saat musim hujan. Kondisi cuaca yang panas membuat proses produksi lebih efisien karena batu bata lebih cepat kering sebelum masuk tahap pembakaran.

“Kalau musim kemarau pengeringannya lebih cepat. Sekitar dua hari sudah kering kalau cuacanya panas, sehingga produksi bisa lebih cepat dan pesanan bisa segera dipenuhi,” ujar Sutrisno.

Menurut Sutrisno, peningkatan permintaan juga tidak lepas dari bertambahnya aktivitas pembangunan rumah. Kondisi tersebut membuat produksi batu bata yang dihasilkan lebih mudah terserap pasar.

“Kalau dibandingkan musim hujan, sekarang permintaannya lebih banyak. Banyak yang membutuhkan untuk pembangunan rumah,” katanya.

Image Not Found
Produksi batu bata mencapai 750 hingga 800 biji per hari. Foto : Kus-Sinergia

Dalam sehari, Sutrisno mampu memproduksi sekitar 750 hingga 800 batu bata. Setelah jumlahnya terkumpul sekitar 8.500 biji, batu bata tersebut kemudian dibakar.

Ia menyebut cuaca panas menjadi keuntungan tersendiri bagi pengrajin karena dapat memangkas waktu pengeringan. Batu bata yang telah dicetak dapat lebih cepat siap untuk diproses ke tahap selanjutnya.

Keuntungan lain dirasakan dari sisi harga. Meski harga bahan baku mengalami kenaikan, peningkatan harga jual batu bata masih mampu mengimbangi kenaikan biaya produksi.

Harga bahan baku yang sebelumnya sekitar Rp300 ribu untuk satu truk dam kini naik menjadi sekitar Rp350 ribu. Sementara harga batu bata yang sebelumnya berada di kisaran Rp550 per biji meningkat menjadi sekitar Rp650 per biji.

Bahkan, harga dapat mencapai Rp800 hingga Rp900 per biji apabila dikirim ke lokasi yang lebih jauh. Besaran harga tersebut menyesuaikan dengan lokasi pengiriman dan biaya distribusi.

“Memang bahan bakunya naik, tetapi harga batu bata juga ikut naik. Jadi masih bisa menyesuaikan dengan biaya produksi,” kata Sutrisno.

Tak hanya mengandalkan pasar lokal, batu bata produksinya juga telah dikirim ke sejumlah daerah di luar Kabupaten Magetan. Pesanan datang dari wilayah Madiun hingga Ponorogo.

Jangkauan pasar tersebut membuat peningkatan permintaan selama musim kemarau menjadi peluang bagi pengrajin untuk menjaga bahkan meningkatkan kapasitas produksi.

Fenomena dampak kemarau tidak selalu menghadirkan persoalan bagi seluruh sektor ekonomi. Bagi petani yang bergantung pada ketersediaan air, kemarau dapat menjadi tantangan serius. Namun bagi usaha yang membutuhkan panas matahari dalam proses produksinya, kondisi tersebut justru menjadi keuntungan.

Para pengrajin batu bata pun memanfaatkan momentum ini untuk mengejar produksi dan memenuhi permintaan pasar. Terik matahari yang menyengat bukan lagi sekadar tanda musim kering, tetapi berubah menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi mereka. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Pick Up Masuk Jurang 15 Meter, Satu dari Tiga Penumpang Meninggal Dunia

    Mobil Pick Up Masuk Jurang 15 Meter, Satu dari Tiga Penumpang Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Maospati–Goranggareng, Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Minggu (4/1/2026). Sebuah mobil pick up dengan nomor polisi AE 8131 NG terjun ke jurang sedalam kurang lebih 15 meter dan menyebabkan satu orang penumpang meninggal dunia. Dua penumpang lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini berlangsung ketika mobil pikap […]

    Bagikan
  • Ribuan ASN Ponorogo Berdesak-desakan Saat Halal Bihalal

    Ribuan ASN Ponorogo Berdesak-desakan Saat Halal Bihalal

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memadati halaman rumah dinas bupati untuk mengikuti acara halal bihalal yang digelar pada Selasa pagi (08/04/2025). Acara silaturahmi dengan Bupati Sugiri Sancoko dan jajaran pejabat Pemkab itu diwarnai insiden desak-desakan saat para ASN mencoba masuk ke lokasi. Massa ASN yang […]

    Bagikan
  • Gapeka 2025, KA Madiun Jaya Relasi Madiun – Pasar Senen PP sudah Hadir

    Gapeka 2025, KA Madiun Jaya Relasi Madiun – Pasar Senen PP sudah Hadir

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kereta Api (KA) Madiun Jaya kini telah hadir. PT. Kereta Api Indonesia (KAI) bakal memberlakukan Grafik Perjalanan KA atau Gapeka 2025 mulai 1 Februari mendatang. Dalam Gapeka baru itu, KA Madiun Jaya relasi Madiun – Pasar Senen PP bakal dioperasikan. Manager Humas Daop 7 Madiun, Kuswardojo menerangkan KA Madiun Jaya […]

    Bagikan
  • Dinkes Madiun Targetkan SPPG yang Beroperasi Bersertifikat SLHS Dalam 2 Pekan Kedepan

    Dinkes Madiun Targetkan SPPG yang Beroperasi Bersertifikat SLHS Dalam 2 Pekan Kedepan

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun— Pemerintah Kabupaten Madiun tengah mempercepat proses penerbitan Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Proses pendampingan hingga penerbitan SLHS ditarget rampung dalam 2 pekan mendatang. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi pemerintah pusat untuk memastikan pelayanan makanan bagi masyarakat memenuhi standar […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Periksa 4 Saksi, Dalami Dugaan Pembalakan Liar

    Polres Madiun Periksa 4 Saksi, Dalami Dugaan Pembalakan Liar

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Polres Madiun tengah menangani dugaan pembalakan liar usai ditemukan puluhan batang kayu di Desa Kebonagung, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Sebanyak 43 batang kayu jati, satu truk, serta tiga orang yang berada di lokasi saat kejadian telah dimintai keterangan. Kepada penyidik ketiganya mengaku hanya kebetulan berada di sekitar area penemuan kayu. Namun, […]

    Bagikan
  • Dua Bocah di Ngawi Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Terpeleset Saat Bermain

    Dua Bocah di Ngawi Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Terpeleset Saat Bermain

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Dua anak berusia 4 dan 5 tahun di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di aliran sungai desa, Sabtu (21/2/2026) sore. Keduanya dilaporkan hilang setelah tidak kembali ke rumah seusai bermain. Menurut Kapolsek Paron, AKP Muh. Nur Haris, kedua korban berinisial A dan M tinggal berdekatan […]

    Bagikan
expand_less