Sulit Dijangkau Truk Tangki, Distribusi Air Bersih di Ngrayun Ponorogo Gunakan Skema Khusus
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 21
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Kondisi geografis yang sulit dijangkau kendaraan besar menjadi kendala dalam penyaluran bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Ponorogo. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menggandeng pemerintah desa dalam proses distribusi air.
Salah satu wilayah yang mendapat penanganan adalah Desa Wonodadi, Kecamatan Ngrayun. Di desa ini, hampir 400 warga yang tersebar di empat RT mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa distribusi air ke wilayah tersebut tidak bisa dilakukan menggunakan truk tangki dari pusat kota karena akses menuju lokasi cukup sulit. Sebagai alternatif, BPBD menyediakan jerigen bagi warga serta enam unit tandon untuk menampung pasokan air.
Enam tandon tersebut terdiri atas empat tandon permanen dan dua tandon lipat. Sarana ini disiapkan agar air yang dibawa dari sumber terdekat dapat ditampung sebelum dibagikan kepada masyarakat.
Masun menerangkan, sumber air yang akan dimanfaatkan berada sekitar dua hingga tiga kilometer dari permukiman. Pengambilan air nantinya dilakukan oleh pemerintah desa menggunakan kendaraan yang tersedia di wilayah setempat.
Air dari sumber tersebut kemudian dibawa menuju tandon penampungan untuk selanjutnya dimanfaatkan warga sesuai kebutuhan.
“Jadi ini sinergi antara kita dengan pemerintah desa,” kata Masun.
Melalui pola distribusi tersebut, BPBD Ponorogo berharap kebutuhan air bersih masyarakat Desa Wonodadi tetap terpenuhi meski keterbatasan akses menjadi tantangan dalam penyaluran bantuan. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Krs/Diez





