Berita Terkini
Trending Tags

Dana RT di Magetan Belum Cair Jelang Lebaran, Pemkab Tunggu Aturan Teknis dari Provinsi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • visibility 90
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Prihasmoro dihadapan awak media menyampaikan bahwa bantuan dana untuk RT menunggu proses administrasi di tingkat gubernur, Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan — Rencana pencairan bantuan dana untuk rukun tetangga (RT) di Kabupaten Magetan menjelang Hari Raya Idulfitri dipastikan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan masih menunggu rampungnya regulasi dari pemerintah provinsi sebagai dasar pelaksanaan program tersebut.

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Prihasmoro, menyampaikan bahwa hingga kini proses administrasi masih berada di tingkat gubernur. Kondisi itu membuat pemerintah daerah belum bisa melangkah ke tahap teknis pencairan.

“Prosesnya masih menunggu aturan dari gubernur. Posisi kami belum bisa bergerak lebih jauh karena saat ini masih tahap evaluasi dan pengesahan,” ujar Suyatni.

Ia menjelaskan, meskipun Peraturan Daerah (Perda) terkait bantuan dana RT telah disetujui DPRD dan gubernur, namun implementasi di lapangan tetap belum bisa dilakukan. Hal ini lantaran Peraturan Bupati (Perbup) sebagai petunjuk teknis belum diterbitkan.

“Perdanya memang sudah ada, tetapi pelaksanaannya belum bisa jalan karena Perbup sebagai juknis masih dalam proses di provinsi,” jelasnya.

Terkait kemungkinan pencairan sebelum Lebaran, Pemkab Magetan belum dapat memberikan kepastian. Suyatni menegaskan, seluruh tahapan sangat bergantung pada selesainya regulasi di tingkat provinsi.

“Untuk bisa cair sebelum Lebaran, kami belum berani memastikan. Semua tergantung kapan aturan dari gubernur itu selesai,” tegasnya.

Meski demikian, Pemkab memastikan program bantuan dana RT tetap menjadi prioritas daerah. Skema pemanfaatan anggaran pun dirancang fleksibel, termasuk kemungkinan penggabungan dana antar-RT untuk proyek bersama.

“Misalnya beberapa RT sepakat menggabungkan anggaran untuk membangun jalan lingkungan, itu diperbolehkan dan justru bisa lebih efisien,” ungkapnya.

Menurut Suyatni, pendekatan berbasis swadaya masyarakat tersebut dinilai mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam pembangunan. “Kalau dikerjakan bersama oleh warga, hasilnya bisa lebih hemat dan tepat sasaran. Selain itu, masyarakat juga ikut merasa memiliki,” tambahnya.

Pemkab Magetan berharap regulasi dari pemerintah provinsi segera rampung agar bantuan yang dinantikan para ketua RT bisa segera disalurkan, meski kemungkinan besar tidak dapat terealisasi sebelum Hari Raya Idulfitri. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Capai Target, Forum Rumah Kita Desak Audit Total Pengelolaan

    PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Capai Target, Forum Rumah Kita Desak Audit Total Pengelolaan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kegagalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Magetan pada tahun 2025 mendapat sorotan tajam dari Forum Keterbukaan Informasi dan Transparansi Anggaran Rumah Kita. Di tengah meningkatnya jumlah wisatawan yang menembus lebih dari satu juta pengunjung, realisasi PAD justru tidak beranjak dari angka sebelumnya dan kembali gagal mencapai target. Situasi ini, […]

    Bagikan
  • Petani Kentang Plaosan Terjepit, Panen Melimpah Tak Terserap Pabrik

    Petani Kentang Plaosan Terjepit, Panen Melimpah Tak Terserap Pabrik

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Panen kentang di Plaosan, Kabupaten Magetan, yang biasanya membawa harapan besar bagi petani, justru berubah menjadi beban. Supriyono, petani asal Desa Pacalan, hanya bisa pasrah melihat kentang di lahannya mulai membusuk karena tidak kunjung diambil oleh pabrik mitra. “Lahan hampir satu hektare saya terancam sia-sia. Pabrik cuma menyerap sekitar 40 persen […]

    Bagikan
  • Walikota Madiun Maidi Dibawa KPK Usai Diperiksa di Polres Madiun

    Walikota Madiun Maidi Dibawa KPK Usai Diperiksa di Polres Madiun

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Wali Kota Madiun Maidi dibawa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan selama berjam-jam di Markas Polres Madiun, Jawa Timur, Senin (19/1/2026). Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di wilayah Kota Madiun. Pantauan di lokasi, Maidi keluar dari gedung Polres Madiun sekitar pukul 17.20 […]

    Bagikan
  • Sakit, Mbok Yem Turun Lebih Awal dari Gunung Lawu

    Sakit, Mbok Yem Turun Lebih Awal dari Gunung Lawu

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Bagi pendaki di Gunung Lawu pada Ramadhan tahun ini akan terasa berbeda. Pasalnya, Mbok Yem memilih turun dari Gunung Lawu lebih awal. Biasanya, Mbok Yem baru turun menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dari foto dan video yang beredar di media sosial, Mbok Yem atau Wakiyem nampak ditandu oleh beberapa orang […]

    Bagikan
  • Jangan Nekat! Perlintasan di Jombang Dipersempit, Truk Besar Dilarang Lewat

    Jangan Nekat! Perlintasan di Jombang Dipersempit, Truk Besar Dilarang Lewat

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Jombang – Upaya menekan risiko kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2026 terus dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun. Salah satunya melalui penyempitan jalan di perlintasan sebidang guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di perlintasan JPL 76 Km 86+1/2 lintas Jombang–Sembung, tepatnya di […]

    Bagikan
  • Jenazah PMI Asal Magetan Tiba di Tanah Air, Keluarga Diselimuti Duka

    Jenazah PMI Asal Magetan Tiba di Tanah Air, Keluarga Diselimuti Duka

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana duka menyelimuti Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Senin (27/10/2025) malam. Jenazah Fendi Setiawan (31), Pekerja Migran Indonesia (PMI) akhirnya tiba di rumah duka setelah sempat tertunda karena kendala administrasi pemulangan dari Malaysia. Isak tangis keluarga dan warga pecah ketika peti jenazah tiba sekitar pukul 21.00 WIB. Beberapa kerabat tak […]

    Bagikan
expand_less