Berita Terkini
Trending Tags

Andum Kreweng di Makam Ronggo Galih di Magetan, Merawat Tradisi dan Menghormati Leluhur

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 19
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
tradisi Andum Kreweng di kompleks Makam Eyang Ronggo Galih

Sinergia | Magetan – Pecahan genting atau kreweng menjadi alat tukar jajanan tradisional dalam tradisi Andum Kreweng di kompleks Makam Eyang Ronggo Galih, Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Tradisi yang digelar dalam rangkaian Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan ini tidak sekadar menghadirkan keunikan budaya, tetapi juga menjadi sarana berbagi rezeki sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi warga setempat.

Masyarakat yang menerima kreweng dapat menukarkannya dengan beragam makanan dan jajanan yang disediakan di stan warga. Mulai dari pepes, jajanan tradisional, hingga aneka olahan lainnya bisa diperoleh tanpa menggunakan uang sebagai alat pembayaran dalam kegiatan tersebut.

Desi, salah seorang pengunjung, mengaku senang bisa merasakan langsung pengalaman berbelanja menggunakan kreweng. Ia membeli sejumlah makanan, termasuk pepes, jajanan, dan jeli.

“Senang sekali,” ujar Desi saat menceritakan pengalamannya mengikuti tradisi tersebut.

Bagi Desi, kegiatan itu menjadi pengalaman baru karena baru pertama kali mengikuti Andum Kreweng. Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana tradisi lokal dapat menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus memperkenalkan kembali praktik budaya yang memiliki ciri khas tersendiri.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengatakan, Andum Kreweng merupakan wujud rasa syukur yang diwujudkan melalui kegiatan berbagi dengan masyarakat. Kreweng yang dibagikan dapat ditukarkan dengan makanan yang disediakan warga di sekitar kompleks makam.

“Tukar kreweng ini sebagai wujud rasa syukur kita. Nanti kreweng itu bisa ditukarkan makanan pada warga masyarakat di sekitar sini,” kata Nanik.

Menurut dia, tradisi tersebut telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menyertai ziarah makam leluhur Magetan.

Lebih dari sekadar tradisi tukar-menukar jajanan, Andum Kreweng menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah dan tokoh-tokoh yang berperan dalam perjalanan Kabupaten Magetan.

Image Not Found
Pecahan genting atau kreweng menjadi alat tukar jajanan tradisional dalam tradisi Andum Kreweng

Dalam rangka Hari Jadi ke-351, pemerintah daerah melaksanakan ziarah ke tujuh makam leluhur. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu yang dinilai memiliki peran dalam memperjuangkan dan membangun Magetan.

Nanik menegaskan, penghormatan terhadap leluhur semestinya tidak berhenti pada kegiatan ziarah. Nilai perjuangan dan keteladanan para tokoh perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh generasi penerus.

“Jadi, kita sebagai penerus harus menghormati jasa-jasa beliau dan meneladani suri teladan dari beliau. Harus kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” tuturnya.

Salah satu tokoh yang menjadi bagian dari jejak sejarah tersebut adalah Eyang Ronggo Galih, yang dikenal dalam catatan sejarah pemerintah daerah sebagai bupati kedua Magetan dan memimpin pada 1703–1709.

Keberadaan makamnya di Desa Durenan menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian ziarah leluhur. Kisah mengenai Ronggo Galih turut menjadi bagian dari narasi sejarah lokal yang diwariskan kepada masyarakat.

Pelaksanaan Andum Kreweng juga mempertemukan pelestarian budaya dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Warga yang menyediakan makanan memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada pengunjung, sementara masyarakat dapat menikmati jajanan melalui mekanisme penukaran kreweng.

Tradisi ini menunjukkan bahwa kegiatan budaya dapat memiliki manfaat sosial sekaligus ekonomi ketika melibatkan masyarakat secara langsung. Di tengah perkembangan zaman, Andum Kreweng menjadi pengingat bahwa pelestarian tradisi tidak hanya bergantung pada keberlangsungan sebuah ritual. Keterlibatan masyarakat, pemahaman terhadap nilai yang terkandung di dalamnya, serta manfaat yang dirasakan warga turut menentukan bagaimana tradisi itu terus hidup.

Melalui peringatan Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan, penghormatan terhadap leluhur diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga mendorong generasi penerus untuk mengenali sejarah daerahnya, menjaga kebersamaan, dan meneruskan nilai-nilai positif yang diwariskan para pendahulu.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • “September Hitam” Aliansi BEM Madiun, Refleksi Tragedi Kemanusiaan dan Tegakkan Demokrasi

    “September Hitam” Aliansi BEM Madiun, Refleksi Tragedi Kemanusiaan dan Tegakkan Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aliansi BEM Madiun menggelar Aksi Simbolik September Hitam sebagai bentuk gerakan kesadaran terhadap pentingnya menegakkan nilai-nilai demokrasi, hukum, dan hak asasi manusia (HAM) pada Kamis (26/09/2025). Aksi ini menjadi refleksi kolektif mahasiswa atas berbagai tragedi kemanusiaan yang terjadi di Indonesia, sekaligus momentum untuk menegaskan komitmen terhadap keadilan sosial. Momen ini […]

    Bagikan
  • Pohon Trembesi Tumbang Tutup Jalan Kaibon–Nglandung Madiun, Akses Sempat Lumpuh 1,5 Jam

    Pohon Trembesi Tumbang Tutup Jalan Kaibon–Nglandung Madiun, Akses Sempat Lumpuh 1,5 Jam

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebuah pohon trembesi berukuran besar tumbang dan menutup akses Jalan Raya Kaibon–Nglandung, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Senin (16-02-2026) pagi. Peristiwa ini diduga akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat. Dampaknya sempat mengganggu arus lalu lintas warga. Pohon dengan diameter sekitar 1,5 meter dan tinggi kurang lebih 10 meter itu roboh melintang […]

    Bagikan
  • Presiden Prabowo hingga SBY, JK dan Ma’ruf Amin Diundang ke 100 Tahun Gontor

    Presiden Prabowo hingga SBY, JK dan Ma’ruf Amin Diundang ke 100 Tahun Gontor

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turut diundang menghadiri Resepsi Kesyukuran Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang akan digelar di Ponorogo, Sabtu (19/9/2026) depan. Tak hanya Presiden Prabowo, Gontor juga mengundang sejumlah tokoh kenegaraan, mulai dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI […]

    Bagikan
  • Bukan Operasi Militer, Puluhan TNI Justru Lakukan Ini di Pasar Srijaya Madiun

    Bukan Operasi Militer, Puluhan TNI Justru Lakukan Ini di Pasar Srijaya Madiun

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Puluhan prajurit TNI dari Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) dan Kodim 0803/Madiun bersama personel kepolisian, pemerintah daerah, pelajar, serta masyarakat melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan Pasar Srijaya atau dikenal Pasar Burung Njoyo dan Pasar Kotak, Kota Madiun, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan TNI Peduli Sampah dalam rangka memperingati […]

    Bagikan
  • Menelusuri Keindahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Madiun (1)

    Menelusuri Keindahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Madiun (1)

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan bagi masyarakat melalui pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Beberapa RTH yang telah di bangun Pemerintah Kota Madiun, antara lain RTH Nusa Penida, RTH Kanigoro Selo, dan RTH Telaga Mas semakin diminati oleh warga lokal. 1. RTH Nusa Penida RTH Nusa […]

    Bagikan
  • Magetan Raih Penghargaan Nasional Pengendalian Inflasi 2025, Wakil Bupati: Bukti Kerja Kolektif

    Magetan Raih Penghargaan Nasional Pengendalian Inflasi 2025, Wakil Bupati: Bukti Kerja Kolektif

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menorehkan prestasi di tingkat nasional. Magetan resmi meraih Penghargaan Kinerja Akselerasi Pelaksanaan Program Strategis Nasional sektor Pengendalian Inflasi pada ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah 2025 di Jakarta, Senin (01/12/2025). Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri kepada Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro, yang hadir mewakili daerah. “Penghargaan ini adalah hasil […]

    Bagikan
expand_less