Berita Terkini
Trending Tags

Andum Kreweng di Makam Ronggo Galih di Magetan, Merawat Tradisi dan Menghormati Leluhur

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 44 menit yang lalu
  • visibility 8
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
tradisi Andum Kreweng di kompleks Makam Eyang Ronggo Galih

Sinergia | Magetan – Pecahan genting atau kreweng menjadi alat tukar jajanan tradisional dalam tradisi Andum Kreweng di kompleks Makam Eyang Ronggo Galih, Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Tradisi yang digelar dalam rangkaian Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan ini tidak sekadar menghadirkan keunikan budaya, tetapi juga menjadi sarana berbagi rezeki sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi warga setempat.

Masyarakat yang menerima kreweng dapat menukarkannya dengan beragam makanan dan jajanan yang disediakan di stan warga. Mulai dari pepes, jajanan tradisional, hingga aneka olahan lainnya bisa diperoleh tanpa menggunakan uang sebagai alat pembayaran dalam kegiatan tersebut.

Desi, salah seorang pengunjung, mengaku senang bisa merasakan langsung pengalaman berbelanja menggunakan kreweng. Ia membeli sejumlah makanan, termasuk pepes, jajanan, dan jeli.

“Senang sekali,” ujar Desi saat menceritakan pengalamannya mengikuti tradisi tersebut.

Bagi Desi, kegiatan itu menjadi pengalaman baru karena baru pertama kali mengikuti Andum Kreweng. Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana tradisi lokal dapat menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus memperkenalkan kembali praktik budaya yang memiliki ciri khas tersendiri.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengatakan, Andum Kreweng merupakan wujud rasa syukur yang diwujudkan melalui kegiatan berbagi dengan masyarakat. Kreweng yang dibagikan dapat ditukarkan dengan makanan yang disediakan warga di sekitar kompleks makam.

“Tukar kreweng ini sebagai wujud rasa syukur kita. Nanti kreweng itu bisa ditukarkan makanan pada warga masyarakat di sekitar sini,” kata Nanik.

Menurut dia, tradisi tersebut telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menyertai ziarah makam leluhur Magetan.

Lebih dari sekadar tradisi tukar-menukar jajanan, Andum Kreweng menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah dan tokoh-tokoh yang berperan dalam perjalanan Kabupaten Magetan.

Image Not Found
Pecahan genting atau kreweng menjadi alat tukar jajanan tradisional dalam tradisi Andum Kreweng

Dalam rangka Hari Jadi ke-351, pemerintah daerah melaksanakan ziarah ke tujuh makam leluhur. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu yang dinilai memiliki peran dalam memperjuangkan dan membangun Magetan.

Nanik menegaskan, penghormatan terhadap leluhur semestinya tidak berhenti pada kegiatan ziarah. Nilai perjuangan dan keteladanan para tokoh perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh generasi penerus.

“Jadi, kita sebagai penerus harus menghormati jasa-jasa beliau dan meneladani suri teladan dari beliau. Harus kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” tuturnya.

Salah satu tokoh yang menjadi bagian dari jejak sejarah tersebut adalah Eyang Ronggo Galih, yang dikenal dalam catatan sejarah pemerintah daerah sebagai bupati kedua Magetan dan memimpin pada 1703–1709.

Keberadaan makamnya di Desa Durenan menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian ziarah leluhur. Kisah mengenai Ronggo Galih turut menjadi bagian dari narasi sejarah lokal yang diwariskan kepada masyarakat.

Pelaksanaan Andum Kreweng juga mempertemukan pelestarian budaya dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Warga yang menyediakan makanan memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada pengunjung, sementara masyarakat dapat menikmati jajanan melalui mekanisme penukaran kreweng.

Tradisi ini menunjukkan bahwa kegiatan budaya dapat memiliki manfaat sosial sekaligus ekonomi ketika melibatkan masyarakat secara langsung. Di tengah perkembangan zaman, Andum Kreweng menjadi pengingat bahwa pelestarian tradisi tidak hanya bergantung pada keberlangsungan sebuah ritual. Keterlibatan masyarakat, pemahaman terhadap nilai yang terkandung di dalamnya, serta manfaat yang dirasakan warga turut menentukan bagaimana tradisi itu terus hidup.

Melalui peringatan Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan, penghormatan terhadap leluhur diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga mendorong generasi penerus untuk mengenali sejarah daerahnya, menjaga kebersamaan, dan meneruskan nilai-nilai positif yang diwariskan para pendahulu.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAD Kabupaten Madiun Baru 59 Persen, Setoran BLUD dan BUMD Belum Maksimal

    PAD Kabupaten Madiun Baru 59 Persen, Setoran BLUD dan BUMD Belum Maksimal

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun hingga 31 Agustus 2026 baru mencapai Rp253,8 miliar atau sekitar 59 persen dari target Rp433,2 miliar. Capaian tersebut membuat Pemkab Madiun masih harus mengejar penerimaan dari sejumlah sektor, termasuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sekretaris Badan Pendapatan Daerah […]

    Bagikan
  • DKPP Kab. Madiun Duga Puluhan Ayam Mati Mendadak Akibat Flu Burung

    DKPP Kab. Madiun Duga Puluhan Ayam Mati Mendadak Akibat Flu Burung

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun— Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun menindaklanjuti laporan kematian puluhan ayam kampung di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kasus ini diduga kuat disebabkan oleh avian influenza (AI) atau flu burung. Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun, drh. Harris, mengatakan usai menerima laporan, tim Petugas […]

    Bagikan
  • DPRD Desak Dinsos Madiun Melek Data Soal Peringkat Kedua ODGJ Pasung di Jatim

    DPRD Desak Dinsos Madiun Melek Data Soal Peringkat Kedua ODGJ Pasung di Jatim

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun mendesak Dinas Sosial (Dinsos) setempat segera menuntaskan pemutakhiran data orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang masih dipasung. Langkah ini dinilai penting agar kondisi riil kasus pasung di Kabupaten Madiun bisa diketahui secara jelas. Desakan itu muncul setelah data Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menyebut Kabupaten Madiun menempati posisi […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Dukung Program Koperasi Desa Merah Putih, 27 KDMP Siap Operasional

    Pemkot Madiun Dukung Program Koperasi Desa Merah Putih, 27 KDMP Siap Operasional

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun turut ambil bagian dalam peresmian serentak Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diluncurkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui sambungan virtual dari Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/07/2025). Di Kota Madiun, kegiatan ini dipusatkan di Ruang GCIO Dinas Kominfo dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para camat, […]

    Bagikan
  • Sepanjang 2025, 13 ASN Magetan Ajukan Perceraian, Ekonomi Jadi Faktor Utama

    Sepanjang 2025, 13 ASN Magetan Ajukan Perceraian, Ekonomi Jadi Faktor Utama

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Magetan mencatat sebanyak 13 aparatur sipil negara (ASN) mengajukan perceraian sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, dua pasangan memilih untuk rujuk, sedangkan 11 perkara lainnya masih berproses. Analis SDM Aparatur BKPSDM Magetan, Nyta, menyampaikan bahwa persoalan ekonomi menjadi faktor utama penyebab retaknya […]

    Bagikan
  • Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Ngawi, Pohon Tumbang Picu Kemacetan Total

    Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Ngawi, Pohon Tumbang Picu Kemacetan Total

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Sabtu (11/4/2026) sore. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan rusak serta pohon tumbang di beberapa titik. Salah satu lokasi terdampak berada di Desa Klitik, Kecamatan Geneng. Pohon berukuran besar yang tumbang menutup jalan provinsi penghubung Ngawi–Maospati–Magetan. Akibatnya, arus […]

    Bagikan
expand_less