Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Kebijakan Impor Bebas Gula Dikhawatirkan Rugikan Petani, APTRI Angkat Suara

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
  • visibility 146
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Foto bersama pengurus APTRI, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia| Kota Madiun – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menghapus kuota impor untuk komoditas vital seperti gula mulai menimbulkan gejolak. Suara keberatan datang dari kalangan petani, khususnya yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI).

Dalam sebuah pertemuan di Pabrik Gula Rejo Agung Baru, Kamis (17/4/2025), APTRI menyampaikan kecemasan mendalam. Mereka menilai, langkah pemerintah membuka keran impor tanpa batas menjelang musim giling sangat tidak tepat.

“Pemerintah menyatakan tidak ada lagi peraturan teknis dan kuota impor. Ini membuat petani cemas, karena kondisi ini mengingatkan kami pada krisis harga gula pasca reformasi,” ujar Soemitro Samadikoen, Ketua Umum DPN APTRI.

Ia mengungkapkan, situasi serupa pernah terjadi di masa lalu, saat gula impor membanjiri pasar dan membuat harga jatuh drastis. Dari Rp 3.800 per kilogram, harga gula merosot hingga Rp 1.700. Akibatnya, banyak petani memilih berhenti menanam tebu karena dianggap tidak lagi menguntungkan.

“Kami tidak ingin sejarah kelam itu terulang. Kalau gula impor bebas masuk, harga gula petani akan hancur. Kami ingin bicara langsung dengan pemerintah,” lanjut Soemitro.

Ia menambahkan, biaya produksi gula lokal jauh lebih tinggi dibanding gula impor. Ketidakseimbangan ini dikhawatirkan membuat petani tebu semakin terpinggirkan jika perlindungan tidak diberikan.

“Kalau suara kami diabaikan, jangan salahkan kalau nanti kami turun ke jalan. Kami ingin keadilan bagi petani,” tegasnya.

Senada dengan Soemitro, Wakil Ketua Umum DPN APTRI, Dwi Irianto, juga mempertanyakan arah kebijakan pemerintah. Menurutnya, impor bebas justru bertolak belakang dengan visi swasembada pangan yang selama ini digaungkan.

“Kalau benar-benar ingin swasembada, maka kebutuhan pangan harus dipenuhi dari dalam negeri, bukan dari luar. Impor itu solusi jangka pendek yang berisiko besar,” ujarnya.

Dwi juga menyinggung rendahnya produktivitas tebu nasional. Dari total lahan 500 ribu hektare, produksi gula nasional hanya mencapai 2,3 juta ton. Artinya, setiap kuintal tebu hanya menghasilkan sekitar 4 kilogram gula—angka yang dianggap terlalu rendah jika dibandingkan dengan potensi Indonesia di masa lalu.

“Dulu, di tahun 1929, kita pernah jadi eksportir gula nomor dua dunia. Sekarang Kita malah sibuk impor. Seharusnya pemerintah mendorong produktivitas, bukan menyerah pada pasar luar,” pungkasnya.

Surya – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Debit Air Bendungan Sangiran Surut, Petani Manfaatkan Untuk Tanam Padi dan Jagung

    Debit Air Bendungan Sangiran Surut, Petani Manfaatkan Untuk Tanam Padi dan Jagung

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kemarau panjang tak hanya membuat lahan pertanian di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, kekurangan air. Surutnya Bendungan Sangiran di Desa Sumberbening, Kecamatan Bringin, justru dimanfaatkan sejumlah petani untuk menanam padi dan jagung di area yang biasanya terendam air. Seperti yang terpantau pada Kamis (10/9/2026). Sebagian besar area bendungan telah berubah menjadi hamparan […]

    Bagikan
  • Sepeda Angin Jadi Daya Tarik Baru di Telaga Ngebel Ponorogo

    Sepeda Angin Jadi Daya Tarik Baru di Telaga Ngebel Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Wisata Telaga Ngebel terus berbenah menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung. Kini, selain menikmati keindahan telaga dan udara sejuk pegunungan, wisatawan juga bisa berkeliling kawasan wisata menggunakan sepeda angin. Wahana baru ini mulai beroperasi sekitar sebulan terakhir dan langsung menarik perhatian wisatawan. Dengan tarif sewa Rp. 20 ribu per jam, pengunjung bisa […]

    Bagikan
  • Ruang Pembina Pramuka Pondok Gontor Ponorogo Terbakar

    Ruang Pembina Pramuka Pondok Gontor Ponorogo Terbakar

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Ponorogo – Suasana Pondok Gontor Ponorogo mendadak Ramai pada Rabu (29/01/2025) dini hari. Kebakaran itu terjadi di ruang pembina Pramuka Pondok Modern Darussalam Gontor.. Api diduga berasal dari korsleting listrik dan menghanguskan sejumlah material di dalam ruangan. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul […]

    Bagikan
  • Dua Truk Adu Banteng di Madiun, Satu Pengemudi Luka-Luka

    Dua Truk Adu Banteng di Madiun, Satu Pengemudi Luka-Luka

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dua truk terlibat kecelakaan di Jalan Raya Madiun–Ponorogo, tepatnya di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Sabtu (06/12/2025). Kecelakaan melibatkan Pick Up Mitsubishi L300 bernomor polisi AE 8643 GC yang dikemudikan Budi Pranoto (30), warga Desa Kecamatan Geger, dan truk boks Isuzu ekspedisi nopol L 9374 N […]

    Bagikan
  • Apel Terakhir Bersama ASN, Eddy Supriyanto Apresiasi Kinerja ASN Pemkot Madiun

    Apel Terakhir Bersama ASN, Eddy Supriyanto Apresiasi Kinerja ASN Pemkot Madiun

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar apel kerja yang dihadiri oleh seluruh ASN maupun non-ASN. Apel tersebut berlangsung di stadion wilis Kota Madiun yang dipimpin langsung oleh Pj Walikota Madiun, Eddy Supriyanto pada Senin (17/2/2025). Apel ini merupakan yang terakhir bagi dirinya, sekaligus menjadi momen perpisahan dengan para ASN dan masyarakat Kota […]

    Bagikan
  • Dindik Tindaklanjuti 36 Siswa SMP dan 24 Siswa SD yang Belum Daftar Ulang

    Dindik Tindaklanjuti 36 Siswa SMP dan 24 Siswa SD yang Belum Daftar Ulang

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Pendidikan Kota Madiun terus memantau proses daftar ulang peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026. Hingga hari ini, diketahui masih ada sejumlah siswa yang belum melakukan daftar ulang di jenjang SD dan SMP, khususnya siswa yang berdomisili di dalam Kota Madiun. Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa, dan Sastra Dinas Pendidikan Kota […]

    Bagikan
expand_less