Harga Bumbu Dapur Naik 50 Persen di Kota Madiun Jelang Ramadhan, Disdag Bakal Lakukan Operasi Pasar
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 31
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Harga sejumlah bumbu dapur di Kota Madiun mengalami kenaikan signifikan menjelang Ramadhan tahun ini. Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas cabai rawit yang melonjak hingga 50 persen dari harga normal.
Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun di Pasar Besar Madiun, harga cabai rawit saat ini menembus Rp 85 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya harga stabil di kisaran Rp 40 ribu per kilogram.
Selain cabai rawit, harga bawang merah juga tercatat naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam ras kini menyentuh Rp 40 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 35 ribu–Rp 38 ribu per kilogram dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, harga tersebut masih dinilai sesuai dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Analis Perdagangan Ahli Muda Disdag Kota Madiun, Tri Prasetyaningrum, mengatakan pihaknya rutin melakukan pemantauan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang harus dilaksanakan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Tri menjelaskan, kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas yang tergolong volatile food, seperti cabai dan bawang merah. Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama terganggunya pasokan sehingga berdampak pada lonjakan harga di tingkat pasar.

Sebagai langkah antisipasi, Disdag Kota Madiun akan berkoordinasi dengan pelaku usaha, seperti katering, restoran, dan hotel, untuk memanfaatkan alternatif bahan seperti cabai kering atau olahan cabai guna menekan biaya produksi.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di lingkungan rumah tangga. Pemkot Madiun turut menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
“Masyarakat bisa memanfaatkan operasi pasar atau gerakan pangan murah yang dilaksanakan pemerintah untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pedagang ayam di Pasar Besar Madiun, Purwanto, mengakui kenaikan harga daging ayam ras sudah terjadi dalam tiga hari terakhir. Ia menyebut harga terus merangkak naik setiap hari.
“Sekarang sudah Rp 40 ribu per kilogram. Biasanya saya bisa jual satu kuintal per hari, sekarang turun drastis jadi sekitar 20 kilogram saja,” ujarnya.
Purwanto memperkirakan harga masih berpotensi naik mendekati Ramadhan, mengingat tren kenaikan yang terjadi setiap tahun menjelang bulan puasa.(Kris).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung


