Hari Santri 2026, Bupati Madiun Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 58
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar apel peringatan Hari Santri Nasional di halaman Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Madiun, ulama, dan tokoh agama.
Santri didorong tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Pesan tersebut menjadi sorotan dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Dalam apel tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang menekankan pentingnya peran santri dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Amanat itu menyebut, perjuangan santri saat ini tidak lagi sebatas mempertahankan kemerdekaan, seperti yang dilakukan para pendahulu, tetapi juga diwujudkan melalui pendidikan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Santri juga didorong untuk berkiprah di berbagai bidang, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia.
“Santri bisa menjadi apa saja, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa, selama terus belajar, bersungguh-sungguh, dan mengabdikan ilmunya bagi kemajuan bangsa Indonesia,” demikian pesan dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan Hari.
Selain mendorong peningkatan kompetensi santri, amanat tersebut menegaskan pentingnya menjaga tradisi pesantren sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Santri diharapkan menjadi pelopor persatuan, penggerak kemandirian ekonomi, dan penjaga kelestarian lingkungan.
Pesantren sendiri memiliki tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiganya menjadi landasan untuk melahirkan generasi berilmu, memperkuat kerukunan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Amanat Menteri Agama juga menyoroti pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk penguatan perhatian pemerintah terhadap pengembangan pesantren.
Peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober sekaligus menjadi momentum mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Salah satu tonggak sejarahnya adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, yang turut membangkitkan semangat perlawanan rakyat menjelang peristiwa 10 November 1945.
Melalui tema tahun ini, santri diharapkan meneruskan semangat perjuangan tersebut dengan meningkatkan kapasitas diri, menjaga akhlak, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krz/Diez





