Jelang Arus Mudik 2026, Puluhan Sopir Bus AKAP di Terminal Purboyo Madiun Jalani Tes Urine
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 28
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Puluhan sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) menjalani pemeriksaan kesehatan di Terminal Tipe A Purboyo Madiun, Kamis (12/3/2026). Salah satunya terkait pemeriksaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza). Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan para pengemudi dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan zat berbahaya menjelang arus mudik lebaran 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan PPKB Kota Madiun, Polres Madiun Kota,Dinas Perhubungan, Bakesbangpol, Satpol PP dan Damkar serta Pengawas Terminal Purboyo tersebut menargetkan sedikitnya 50 pengemudi bus. Selain tes urine untuk mendeteksi narkotika dan psikotropika, petugas juga melakukan pemeriksaan kadar alkohol, tekanan darah, gula darah, asam urat, hingga pemeriksaan fisik dasar seperti tinggi dan berat badan.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan PPKB Kota Madiun, Priyo Raharjo, mengatakan pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan pengemudi dalam kondisi layak mengemudi sehingga keselamatan penumpang dapat terjamin.
“Pemeriksaan hari ini memang ditargetkan untuk driver bus antar kota antar provinsi, targetnya sekitar 50 driver atau awak bus. Yang diperiksa antara lain gula darah, asam urat, tensi, kemudian pemeriksaan napza melalui tes urine dan kadar alkohol,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengemudi yang dinyatakan sehat akan mendapatkan surat keterangan laik mengemudi. Namun jika ditemukan kondisi kesehatan yang kurang baik, pengemudi disarankan untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum kembali bertugas.
“Tujuannya agar pengemudi aman dalam mengendarai kendaraan dan penumpang juga selamat sampai di tempat tujuan,” tambahnya.
Dalam pemeriksaan yang rutin dilakukan setiap menjelang masa libur panjang tersebut, petugas kerap menemukan beberapa masalah kesehatan pada pengemudi, terutama hipertensi dan diabetes. “Kasus yang sering kita temukan di lapangan biasanya hipertensi dan diabetes pada para driver,” kata Priyo.
Salah satu sopir bus AKAP, Muhammad Yusuf, mengaku telah menjalani sejumlah pemeriksaan, terutama tes urine untuk mendeteksi kemungkinan penggunaan psikotropika. “Tadi tes kesehatan, terutama urine untuk mengetahui ada psikotropika atau tidak. Alhamdulillah hasilnya negatif semua dan kondisi kesehatan juga bagus,” ujarnya.
Menurut Yusuf, pemeriksaan tersebut sangat penting untuk menjaga keselamatan selama perjalanan. “Bagus sekali kegiatan seperti ini. Untuk menjaga kesehatan kita juga dan keselamatan penumpang,” katanya.
Hal senada disampaikan sopir bus lainnya, Sugeng Riadi, yang juga menjalani pemeriksaan tinggi dan berat badan, tekanan darah serta tes laboratorium sederhana. “Tadi diperiksa jantung, tensi, gula darah, tinggi badan dan berat badan. Hasilnya bagus semua. Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini,” ujar sopir asal Tulungagung tersebut.
Sementara itu, para sopir menyebut jumlah penumpang saat ini masih relatif sepi. Mereka memperkirakan lonjakan penumpang baru akan terjadi mendekati akhir pekan atau beberapa hari sebelum puncak arus mudik.
Melalui pemeriksaan ini, diharapkan para pengemudi tetap menjaga kondisi fisik dan tidak mengonsumsi alkohol maupun narkotika saat bertugas, demi keselamatan diri sendiri maupun penumpang di perjalanan.(Kris).




- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung







