Berita Terkini
Trending Tags

Kejurkot Panjat Tebing Kota Madiun 2026 Diikuti 80 Peserta, FPTI Siapkan Bibit Atlet untuk Porprov

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
  • visibility 200
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Atlet panjat tebing diproyeksikan menuju Porprov Jatim. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Kejuaraan Kota (Kejurkot) Panjat Tebing Kota Madiun 2026 mendapat respons positif dari para atlet. Tercatat, sebanyak 80 peserta telah mendaftar untuk mengikuti kompetisi yang digelar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Madiun tersebut.

Kejurkot Panjat Tebing Kota Madiun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22-23 Agustus 2026 di halaman Stadion Wilis Kota Madiun. Jumlah peserta masih berpeluang bertambah hingga mencapai target 100 atlet.

Ketua Umum FPTI Kota Madiun, Armaya, mengatakan tingginya animo peserta menjadi sinyal positif bagi upaya menghidupkan kembali olahraga panjat tebing di Kota Madiun yang sempat vakum dalam penyelenggaraan kompetisi.

“Ini menjadi tolok ukur kami, FPTI Kota Madiun, untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif. Panjat tebing ini harus terus kita dorong agar masyarakat, terutama anak-anak mulai SD, SMP hingga SMA, memiliki semangat untuk bergabung dengan FPTI Kota Madiun,” ujarnya.

Menurut Armaya, Kejurkot tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk menjaring bibit atlet potensial sejak usia dini hingga kelompok junior.

“Animonya ternyata banyak. Sampai saat ini 80 peserta, bahkan ada informasi dari panitia masih ada tambahan. Mudah-mudahan target saya 100 peserta bisa tercapai,” katanya.

Ia menegaskan hasil Kejurkot akan menjadi bahan evaluasi FPTI Kota Madiun dalam menentukan atlet yang memiliki potensi untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

FPTI Kota Madiun juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) serta Pemkot Madiun untuk mengembangkan agenda kompetisi panjat tebing secara berkelanjutan.

“Ini nanti kita arahkan pada pembinaan. Ke depan, insyaallah kami akan berkoordinasi dengan Disparpora dan Pak Wali Kota. Tahun depan kami berharap bisa mengadakan Kejuaraan Piala Wali Kota untuk panjat tebing,” ungkap Armaya.

Sementara itu, Ketua Harian FPTI Kota Madiun, Fajar Kartiko Nugroho, mengatakan kompetisi tersebut digelar sebagai bagian dari program pembinaan dan pembibitan atlet.

Menurutnya, meski kompetisi sempat vakum, aktivitas latihan atlet panjat tebing di Kota Madiun tetap berjalan rutin. Karena itu, Kejurkot menjadi kesempatan bagi atlet untuk menguji kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding.

“Setelah kita vakum sekian lama untuk membuat kompetisi, meskipun latihan setiap hari dan setiap minggunya tetap berjalan, ternyata animo peserta cukup tinggi. Sampai sekarang sudah ada sekitar 80 peserta yang terdaftar,” jelasnya.

Fajar menjelaskan Kejurkot Panjat Tebing Kota Madiun 2026 mempertandingkan dua kategori, yakni Speed dan Lead. Nomor Speed menitikberatkan pada kemampuan atlet menyelesaikan jalur dalam waktu tercepat, sedangkan Lead menguji kemampuan atlet menaklukkan jalur dengan tingkat kesulitan tertentu.

“Untuk teknisnya, besok kita mempertandingkan dua kategori, yakni Speed dan Lead. Speed lebih kepada tingkat kecepatan, sedangkan Lead berkaitan dengan tingkat kesulitan,” katanya.

FPTI Kota Madiun selanjutnya akan melakukan pemetaan terhadap atlet berdasarkan hasil pertandingan. Atlet yang dinilai potensial akan diarahkan masuk dalam program pembinaan dan diproyeksikan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur maupun kejuaraan lainnya.

“Dari hasil Kejurkot ini akan kita evaluasi. Kami akan membuat semacam pusat pelatihan, sehingga atlet-atlet hasil kejuaraan ini nantinya bisa masuk dalam program pembinaan dan diproyeksikan untuk Porprov maupun kejuaraan-kejuaraan lain di tingkat daerah,” pungkasnya.

Kejurkot Panjat Tebing Kota Madiun 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perebutan prestasi. Kompetisi tersebut sekaligus menjadi sarana mengukur kemampuan atlet, memberikan pengalaman bertanding, serta memetakan potensi atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai kejuaraan pada 2027-2029. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Jadi Kota Madiun ke-108 Bukan Sekadar Pesta, Plt Wali Kota Siapkan Panggung Besar Anak Muda dan UMKM

    Hari Jadi Kota Madiun ke-108 Bukan Sekadar Pesta, Plt Wali Kota Siapkan Panggung Besar Anak Muda dan UMKM

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun tahun ini dipastikan berbeda. Bukan sekadar seremoni tahunan, Pemerintah Kota Madiun ingin menjadikan momentum Hari Jadi sebagai panggung besar bagi talenta lokal, anak muda kreatif, hingga pelaku usaha untuk ikut tumbuh bersama. Hal itu ditegaskan Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun saat peluncuran […]

    Bagikan
  • Keseruan BA Aisyiyah Mangkujayan Ikuti Edukasi Kebencanaan di BPBD Ponorogo

    Keseruan BA Aisyiyah Mangkujayan Ikuti Edukasi Kebencanaan di BPBD Ponorogo

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Puluhan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) BA Aisyiyah Mangkujayan, Ponorogo, melakukan kunjungan edukatif ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan sejak dini pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dalam kunjungan tersebut, anak-anak mendapatkan materi edukasi kebencanaan langsung dari petugas BPBD. Mereka dikenalkan berbagai peralatan penanggulangan bencana, […]

    Bagikan
  • Daop 7 Madiun Catat c11.087 Tiket KA Lebaran Sudah Terjual

    Daop 7 Madiun Catat c11.087 Tiket KA Lebaran Sudah Terjual

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemesanan tiket lebaran 2025 telah dibuka sejak 4/2/2025 oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Tercatat per 14/2/2025, telah membuka penjualan dari H-10 hingga keberangkatan pada hari H lebaran atau 31/3/2025. PT KAI Daop 7 Madiun selama masa angkutan lebaran menyediakan sebanyak 69.088 tempat duduk untuk melayani kebutuhan masyarakat Manager Humas PT KAI […]

    Bagikan
  • Sepanjang 2025, 13 ASN Magetan Ajukan Perceraian, Ekonomi Jadi Faktor Utama

    Sepanjang 2025, 13 ASN Magetan Ajukan Perceraian, Ekonomi Jadi Faktor Utama

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Magetan mencatat sebanyak 13 aparatur sipil negara (ASN) mengajukan perceraian sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, dua pasangan memilih untuk rujuk, sedangkan 11 perkara lainnya masih berproses. Analis SDM Aparatur BKPSDM Magetan, Nyta, menyampaikan bahwa persoalan ekonomi menjadi faktor utama penyebab retaknya […]

    Bagikan
  • Pencuri Rokok Tewas Terjatuh Dari Atap Minimarket di Ngawi, Panik Dikejar Warga

    Pencuri Rokok Tewas Terjatuh Dari Atap Minimarket di Ngawi, Panik Dikejar Warga

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Seorang pria yang diduga mencuri ratusan bungkus rokok tewas setelah terjatuh dari atap sebuah minimarket di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026) dini hari. Pria tersebut diketahui bernama Suryanto, 44 tahun, berdasarkan identitas KTP tercatat sebagai warga Pesisir Barat, Lampung. Ia terjatuh dari ketinggian lebih dari lima […]

    Bagikan
  • Dua Bocah di Ngawi Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Terpeleset Saat Bermain

    Dua Bocah di Ngawi Ditemukan Tewas di Sungai, Diduga Terpeleset Saat Bermain

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Dua anak berusia 4 dan 5 tahun di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di aliran sungai desa, Sabtu (21/2/2026) sore. Keduanya dilaporkan hilang setelah tidak kembali ke rumah seusai bermain. Menurut Kapolsek Paron, AKP Muh. Nur Haris, kedua korban berinisial A dan M tinggal berdekatan […]

    Bagikan
expand_less