Kamis, 15 Okt 2026
Trending Tags

BPBD Kota Madiun Droping Air Bersih, 21 KK Terdampak Kekeringan

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
  • visibility 141
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tandon air disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga selama kemarau. (28/9/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun melakukan droping air bersih untuk warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kota Madiun, Senin (28/9/2026). Kekeringan terjadi akibat sumur dalam milik warga tidak lagi mengalir selama musim kemarau.

Sebanyak 21 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak kekeringan. Rinciannya, 14 KK berada di wilayah Kelurahan Kelun dan tujuh KK di Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Deddy Purnomo Santoso mengatakan, permintaan bantuan air bersih dari warga mulai masuk sekitar dua pekan sebelumnya. BPBD kemudian menempatkan sejumlah tandon air di titik-titik yang membutuhkan.

“Sekitar dua minggu yang lalu ada permintaan dari masyarakat untuk dropping air bersih di Kelurahan Kelun, di RT 19 dan RT 21,” kata Deddy.

Untuk wilayah Kelun, BPBD menyiapkan tiga tandon yang ditempatkan di dua titik. Sementara di Kelurahan Tawangrejo terdapat dua tandon untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Pengisian tandon dilakukan secara berkala. BPBD mengisi air setiap dua hari sekali secara bergantian dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Madiun.

“Ketika dua hari kami mengirimkan, kemudian PDAM juga setelah itu giliran mengirimkan ke sana,” ujarnya.

Deddy menjelaskan, kekeringan yang dialami warga terutama terjadi karena mereka masih mengandalkan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari. Pada saat musim kemarau, penggunaan air tanah untuk kebutuhan pertanian turut meningkat sehingga debit air tanah yang dimanfaatkan warga untuk rumah tangga menurun.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi persoalan rutin setiap memasuki musim kemarau.

“Sekitar 14 kepala keluarga yang mengalami kekeringan di sana (Kelun), karena setiap hari mereka menggunakan air tanah untuk keperluan sehari-hari. Sementara pada saat kekeringan, ada masyarakat yang memanfaatkan air tanah untuk pengairan pertanian,” jelas Deddy.

Image Not Found
BPBD Kota Madiun menyalurkan air bersih untuk warga terdampak kekeringan. Foto : Kris-Sinergia

Bantuan air bersih disiapkan untuk menjaga kebutuhan dasar warga selama sumber air rumah tangga belum kembali normal.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Madiun mendorong warga yang masih mengandalkan sumur atau air tanah untuk memanfaatkan layanan PDAM. Pemerintah juga memiliki skema bantuan pemasangan akses air bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Lurah Kelun, Pardi mengatakan, suplai air bersih sangat membantu warga yang belum menggunakan layanan PDAM dan masih mengandalkan air bawah tanah.

“Karena musim kemarau, ini kekurangan air. Kami mengajukan permohonan melalui BPBD dan kebutuhan suplai air bersih untuk warga sudah dicukupi,” kata Pardi.

Salah satu titik menjadi lokasi dengan jumlah pengguna cukup banyak karena selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, air juga digunakan untuk menunjang aktivitas warga, termasuk kegiatan produksi tempe.

Pardi menyebut keberadaan suplai air tersebut membuat aktivitas warga dapat tetap berjalan.

“Semua kegiatan sudah berjalan, aktivitas untuk pemulihan ekonomi juga lancar,” ujarnya.

BPBD Kota Madiun memperkirakan potensi kebutuhan pengisian tandon masih berlangsung hingga memasuki awal musim penghujan. Berdasarkan informasi cuaca yang diterima dalam rapat bersama BPBD Provinsi Jawa Timur dan BMKG Juanda, awal musim penghujan diperkirakan pada pertengahan Oktober. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral Pemotor Dikeroyok Usai Tabrakan Dengan Pedagang Nasi Goreng

    Viral Pemotor Dikeroyok Usai Tabrakan Dengan Pedagang Nasi Goreng

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebuah video kecelakaan yang melibatkan sepeda motor Yamaha N-Max dan gerobak nasi goreng viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di simpang tiga Jalan Gajah Mada – Urip Sumoharjo, Kota Madiun, pada Minggu malam (16/11/2025). Dalam rekaman yang beredar, tampak pedagang nasi goreng tengah membersihkan dagangannya yang tumpah akibat insiden […]

    Bagikan
  • DPRD Kabupaten Madiun Panggil Pihak Terkait Soal Dugaan Penahanan Ijazah Karyawan

    DPRD Kabupaten Madiun Panggil Pihak Terkait Soal Dugaan Penahanan Ijazah Karyawan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Komisi D DPRD Kabupaten Madiun menjadwalkan pemanggilan terhadap sejumlah pihak guna mengklarifikasi dugaan penahanan ijazah oleh perusahaan produsen plastik CV Sukses Jaya Abadi yang berada di Desa Wonoasri Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun terhadap karyawannya. Langkah ini diambil untuk memahami duduk perkara terkait komitmen kontrak kerja yang dikeluhkan oleh pekerja. Ketua Komisi […]

    Bagikan
  • Kebakaran Hanguskan Ruang Arsip Kantor Kecamatan Ngrambe, Petugas dan Warga Berjibaku Padamkan Api

    Kebakaran Hanguskan Ruang Arsip Kantor Kecamatan Ngrambe, Petugas dan Warga Berjibaku Padamkan Api

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebuah ruang arsip di Kantor Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, dilalap api pada Minggu siang (18/1/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB itu sempat menimbulkan kepanikan, lantaran ruangan yang terbakar menyimpan banyak dokumen penting dan berisi bahan mudah terbakar. Kobaran api pertama kali diketahui oleh seorang warga yang melihat asap mengepul […]

    Bagikan
  • Yon TP Dibangun di Hutan Mategal Magetan, 600 Prajurit Mulai Masuk Juni 2026

    Yon TP Dibangun di Hutan Mategal Magetan, 600 Prajurit Mulai Masuk Juni 2026

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 725
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kabupaten Magetan mulai dipercepat. Lokasi pembangunan berada di kawasan hutan petak 32 RPH Gangsiran, BKPH Sampung, wilayah Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dengan luas lahan mencapai 51,13 hektare milik Perhutani. Yon TP di Magetan menjadi bagian pembangunan tahap IV Kodam V/Brawijaya […]

    Bagikan
  • Efisiensi Anggaran Pemkab Magetan Capai Rp. 44 Miliar, Untuk Apa Saja Peruntukannya ?

    Efisiensi Anggaran Pemkab Magetan Capai Rp. 44 Miliar, Untuk Apa Saja Peruntukannya ?

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengumumkan hasil efisiensi belanja daerah berhasil menghemat sekitar Rp. 44 miliar. Dana itu langsung dialokasikan ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan porsi terbesar untuk sektor infrastruktur. Pj Sekda Magetan, Muchtar Wahid, menjelaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menerima kucuran dana terbesar, sekitar Rp12 […]

    Bagikan
  • Perampingan OPD di Lingkup Pemkab Madiun Tunggu Persetujuan Kemendagri

    Perampingan OPD di Lingkup Pemkab Madiun Tunggu Persetujuan Kemendagri

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menyiapkan langkah perampingan birokrasi melalui perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK). Kebijakan ini diarahkan untuk menggabungkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bagian dari upaya menekan belanja pegawai sekaligus meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, rencana tersebut masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. Jika […]

    Bagikan
expand_less