Sabtu, 24 Okt 2026
Trending Tags

Petani 67 Tahun di Magetan Ditemukan Anak Kandung Meninggal di Ladang

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 133
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani 67 tahun ditemukan meninggal di ladang. (8/9/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Seorang petani berusia 67 tahun, Wagiyo, ditemukan meninggal dunia di sebuah ladang di Dusun Gentong, Desa Ngaglik, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Selasa (8/9/2026) siang.

Jasad Wagiyo pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya, Wito, sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Wito mencari keberadaan ayahnya yang sebelumnya berangkat ke ladang untuk bekerja, tetapi hingga siang hari belum juga kembali ke rumah.

Kapolsek Parang AKP Sukarno, mengatakan Wito kemudian mendatangi lokasi yang biasa digunakan korban untuk beraktivitas. Setibanya di ladang, Wito mendapati ayahnya telah tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa di dekat rumpun bambu.

“Anaknya mencari karena korban tidak kunjung pulang. Saat sampai di ladang, korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi terlentang di dekat bambu,” ujar Sukarno.

Setelah menemukan korban, Wito kembali ke rumah untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarganya. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Parang.

Mendapat laporan tersebut, petugas gabungan bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Parang mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan terhadap kondisi jasad korban.

Image Not Found
Polisi melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Foto : Kus-Sinergia

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda yang mengarah pada kekerasan maupun penganiayaan.

“Dari hasil pemeriksaan mayat dan olah TKP, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” jelas Sukarno.

Pemeriksaan tim kesehatan Puskesmas Parang juga tidak menemukan indikasi yang mengarah pada tindak pidana dalam kematian Wagiyo. Polisi selanjutnya berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait penanganan jenazah.

Pihak keluarga menyatakan menerima kematian Wagiyo sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan pemeriksaan dalam terhadap jenazah. Keluarga juga menyatakan tidak akan menuntut secara hukum atas peristiwa tersebut.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menuntut secara hukum,” pungkas Sukarno.

Dengan hasil pemeriksaan tersebut, polisi tidak menemukan indikasi adanya tindak kekerasan dalam kematian petani tersebut. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Limbah Restoran Mie Ternama Dikeluhkan Warga, Plt Wali Kota Madiun Turun Tangan

    Limbah Restoran Mie Ternama Dikeluhkan Warga, Plt Wali Kota Madiun Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ada temuan yang cukup membuat miris saat gowes Walikota Bersama Rakyat ( WBR). Plt Walikota Madiun F Bagus Panuntun menemukan pengelolaan limbah restoran mie ternama dikeluhkan warga setempat, Rabu (7/10/2026) Limbah aktivitas dapur dan pencucian peralatan makan disebut mengalir ke saluran di sekitar tempat usaha yang berada di Kelurahan Kejuron […]

    Bagikan
  • Wali Kota Maidi Dorong Optimalisasi Lahan Tidur untuk Komoditi Pertanian 

    Wali Kota Maidi Dorong Optimalisasi Lahan Tidur untuk Komoditi Pertanian 

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Peringatan Hari Tani Nasional menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Madiun untuk semakin memperkuat ketahanan pangan daerah. Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa pemanfaatan lahan tidur akan terus digencarkan agar bisa mendukung produktivitas pertanian. “Ketahanan pangan itu akan semakin meningkat jika lahan tidur kita hidupkan. Kita buat subur, kita carikan bibit […]

    Bagikan
  • Graha Literasi Magetan Dipinjamkan Jadi Tempat Pembelajaran Sekolah Rakyat

    Graha Literasi Magetan Dipinjamkan Jadi Tempat Pembelajaran Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan terus mematangkan rencana pendirian Sekolah Rakyat Rintisan, sebuah program pendidikan berbasis literasi yang digagas untuk memperluas akses belajar bagi masyarakat. Salah satu lokasi yang disiapkan sebagai tempat pembelajaran sementara adalah Graha Pusat Literasi yang berada di Kecamatan Plaosan. Rencana tersebut telah melalui tahap koordinasi antara Dinas Sosial selaku […]

    Bagikan
  • Fenomena Kekurangan Murid di SD Negeri Madiun, DPRD: Efek Pilihan Masyarakat ke Madrasah

    Fenomena Kekurangan Murid di SD Negeri Madiun, DPRD: Efek Pilihan Masyarakat ke Madrasah

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Madiun mengalami kekurangan murid. Fenomena ini disorot oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Madiun, Slamet Rijadi, yang menilai kondisi tersebut merupakan dampak dari meningkatnya minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan berbasis agama, khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI). Menurut Slamet, fenomena tersebut bukanlah persoalan serius selama anak-anak […]

    Bagikan
  • Perhutani Tetapkan Puncak Gunung Lawu Zona Merah Karhutla, Patroli Diperketat Selama Musim Kemarau

    Perhutani Tetapkan Puncak Gunung Lawu Zona Merah Karhutla, Patroli Diperketat Selama Musim Kemarau

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds menetapkan kawasan puncak Gunung Lawu sebagai zona merah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026. Status tersebut membuat pengawasan di kawasan hutan diperketat, sekaligus diiringi imbauan kepada masyarakat dan para pendaki untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Wakil Administratur […]

    Bagikan
  • Upacara Puja Bhakti Waisak 2569 BE, Momentum Tingkatkan Perbuatan Baik

    Upacara Puja Bhakti Waisak 2569 BE, Momentum Tingkatkan Perbuatan Baik

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upacara puja bakti dalam rangka perayaan Hari Raya Waisak ke-2569 BE tahun 2025 digelar khidmat di Cetiya Giri Bhanda Sukhawati, Jalan Anggrek, Kota Madiun pada Senin 12 Mei 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Kebijaksanaan Dasar Keluhuran Bangsa”. Ini guna mengajak umat Buddha untuk merefleksikan dan memperbarui diri dalam menjalani kehidupan […]

    Bagikan
expand_less