Berita Terkini
Trending Tags

H+3 Lebaran, Harga Sayuran hingga Daging di Ngawi Naik! Pasokan Tersendat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • visibility 333
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Suasana pasar tradisional di Ngawi, (23/3), Foto : Istimewa

Sinergia | Ngawi — Memasuki hari ketiga Lebaran Idulfitri 2026, harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan harga terutama terjadi pada komoditas sayuran, cabai, hingga daging.

Pantauan di Pasar Besar Ngawi pada Senin (23/3/2026) menunjukkan hampir seluruh harga sayuran merangkak naik. Daun seledri misalnya, kini dijual Rp45.000 per kilogram dari sebelumnya Rp25.000. Sawi hijau juga mengalami kenaikan dua kali lipat dari Rp5.000 menjadi Rp10.000 per kilogram, sementara kubis naik dari Rp10.000 menjadi Rp13.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas lain seperti wortel yang naik dari Rp14.000 menjadi Rp22.000 per kilogram, serta tomat dari Rp18.000 menjadi Rp22.000 per kilogram.

Pedagang sayur di Pasar Besar Ngawi, Bagus Widyantoro, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi merata pada hampir semua jenis sayuran. Menurutnya, kondisi ini sudah mulai terasa sejak awal Lebaran.

“Semua harga sayuran naik, mulai dari cabai, kubis, dan lainnya,” ujarnya.

Lonjakan harga diduga dipicu oleh keterlambatan pasokan selama masa libur Lebaran. Hal ini juga berdampak pada harga cabai yang kembali meroket setelah sempat turun sebelum Lebaran.

Harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp100.000 per kilogram. Sementara cabai merah keriting naik dari Rp35.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.

Tak hanya sayuran, harga daging juga ikut mengalami kenaikan. Daging ayam naik dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, sedangkan daging sapi naik dari Rp125.000 menjadi Rp130.000 per kilogram.

Image Not Found
Suasana pasar tradisional di Ngawi, (23/3), Foto : Istimewa

Seorang warga, Rita Sugiarti, mengaku kenaikan harga cukup memberatkan. Ia menduga distribusi bahan pangan yang belum lancar menjadi penyebab utama kondisi tersebut.

“Semua harga naik, mungkin karena kirimannya belum datang. Cabai saja sampai Rp100.000,” katanya.

Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih terpantau masih stabil di kisaran tinggi, masing-masing Rp40.000 dan Rp30.000 per kilogram. Harga telur ayam juga belum mengalami perubahan, tetap di angka Rp30.000 per kilogram.

Kenaikan harga bahan pangan ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga periode Lebaran berakhir, seiring belum pulihnya distribusi pasokan di sejumlah daerah. (Nan)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Mudik Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Siagakan 10 Lokomotif dan 94 Kereta, Perawatan Diperketat!

    Jelang Mudik Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Siagakan 10 Lokomotif dan 94 Kereta, Perawatan Diperketat!

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menyambut masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan kesiapan penuh armada sarana perkeretaapian. Sebanyak 10 unit lokomotif dan 94 unit kereta disiapkan guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan selama periode mudik dan arus balik yang berlangsung 11 Maret hingga […]

    Bagikan
  • Tanggul Jebol, Ratusan Hektar Sawah Terendam

    Tanggul Jebol, Ratusan Hektar Sawah Terendam

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ponorogo sejak Selasa (21/1/2025) sore hingga malam hari mengakibatkan sejumlah tanggul di beberapa desa jebol. Salah satu yang terdampak adalah Desa Bringinan, Kecamatan Jambon. Luapan Sungai Bringinan menghancurkan tanggul sepanjang 15 meter dengan tinggi sekitar 3 meter. Hal itu menyebabkan lahan pertanian warga terendam banjir hingga […]

    Bagikan
  • Kesulitan Barang Dagangan, Koperasi Merah Putih Terancam Gulung Tikar

    Kesulitan Barang Dagangan, Koperasi Merah Putih Terancam Gulung Tikar

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Hidup segan mati tak mau. Itulah yang menimpa koperasi merah putih di Kelurahan Demangan, Taman, Kota Madiun. Pemicunya selain modal minim, mengalami kesulitan ketika kulakan barang dagangan, terutama komoditas minyak goreng. Budi Santosa Ketua Koperasi Merah Putih Kel Demangan mengaku dalam tiga hari belakangan kelimpungan mencari minyak kita. “Saya sudah […]

    Bagikan
  • Catat 5 Kasus Laka Air, BPBD Madiun Gelar Pelatihan Water Rescue

    Catat 5 Kasus Laka Air, BPBD Madiun Gelar Pelatihan Water Rescue

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menggelar pelatihan Search and Rescue (SAR) khusus water rescue di kawasan Telaga Sarangan, 16–19 September 2025. Kegiatan ini diikuti 51 peserta yang terdiri dari seluruh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menyebut pelatihan ini […]

    Bagikan
  • PSC dan PRC Resmi Menjadi Kawasan Bebas Asap Rokok, Pemkot Madiun Berlakukan Denda

    PSC dan PRC Resmi Menjadi Kawasan Bebas Asap Rokok, Pemkot Madiun Berlakukan Denda

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mulai memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2025 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) dan Pahlawan Religi Center (PRC) menjadi kawasan bebas asap rokok yang sejak awal Januari 2026. Sosialisasi Perda Nomor 9 tahun 2025 tersebut mulai dimasifkan oleh Pemkot Madiun. Wakil […]

    Bagikan
  • Wali Murid Persoalkan Penerapan Juknis, Desak SMAN 1 Ponorogo Buka Dasar Seleksi Prestasi

    Wali Murid Persoalkan Penerapan Juknis, Desak SMAN 1 Ponorogo Buka Dasar Seleksi Prestasi

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Polemik hasil seleksi Jalur Prestasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Ponorogo belum mereda. Setelah sejumlah wali murid mempertanyakan hasil seleksi, kini perhatian mengarah pada penerapan Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB Jawa Timur 2026 yang dinilai perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak sekolah. Salah satu wali murid sekaligus pemerhati pendidikan […]

    Bagikan
expand_less