Berita Terkini
Trending Tags

H+3 Lebaran, Harga Sayuran hingga Daging di Ngawi Naik! Pasokan Tersendat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • visibility 173
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Suasana pasar tradisional di Ngawi, (23/3), Foto : Istimewa

Sinergia | Ngawi — Memasuki hari ketiga Lebaran Idulfitri 2026, harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan harga terutama terjadi pada komoditas sayuran, cabai, hingga daging.

Pantauan di Pasar Besar Ngawi pada Senin (23/3/2026) menunjukkan hampir seluruh harga sayuran merangkak naik. Daun seledri misalnya, kini dijual Rp45.000 per kilogram dari sebelumnya Rp25.000. Sawi hijau juga mengalami kenaikan dua kali lipat dari Rp5.000 menjadi Rp10.000 per kilogram, sementara kubis naik dari Rp10.000 menjadi Rp13.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas lain seperti wortel yang naik dari Rp14.000 menjadi Rp22.000 per kilogram, serta tomat dari Rp18.000 menjadi Rp22.000 per kilogram.

Pedagang sayur di Pasar Besar Ngawi, Bagus Widyantoro, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi merata pada hampir semua jenis sayuran. Menurutnya, kondisi ini sudah mulai terasa sejak awal Lebaran.

“Semua harga sayuran naik, mulai dari cabai, kubis, dan lainnya,” ujarnya.

Lonjakan harga diduga dipicu oleh keterlambatan pasokan selama masa libur Lebaran. Hal ini juga berdampak pada harga cabai yang kembali meroket setelah sempat turun sebelum Lebaran.

Harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp100.000 per kilogram. Sementara cabai merah keriting naik dari Rp35.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.

Tak hanya sayuran, harga daging juga ikut mengalami kenaikan. Daging ayam naik dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, sedangkan daging sapi naik dari Rp125.000 menjadi Rp130.000 per kilogram.

Image Not Found
Suasana pasar tradisional di Ngawi, (23/3), Foto : Istimewa

Seorang warga, Rita Sugiarti, mengaku kenaikan harga cukup memberatkan. Ia menduga distribusi bahan pangan yang belum lancar menjadi penyebab utama kondisi tersebut.

“Semua harga naik, mungkin karena kirimannya belum datang. Cabai saja sampai Rp100.000,” katanya.

Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih terpantau masih stabil di kisaran tinggi, masing-masing Rp40.000 dan Rp30.000 per kilogram. Harga telur ayam juga belum mengalami perubahan, tetap di angka Rp30.000 per kilogram.

Kenaikan harga bahan pangan ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga periode Lebaran berakhir, seiring belum pulihnya distribusi pasokan di sejumlah daerah. (Nan)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gebyar Pendidikan TK Kartika IV-17, Wujudkan Anak Pemberani dan Berprestasi

    Gebyar Pendidikan TK Kartika IV-17, Wujudkan Anak Pemberani dan Berprestasi

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Gebyar Pendidikan dalam rangka memperingati Hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dan HUT TK Kartika  IV-17 ke-65 digelar di TK Kartika  IV-17, Jl. Diponegoro 39 Kota Madiun, Jumat (16/05/2025). Ajang itu dilakukan dalam bentuk lomba fashion show baju adat dan lomba mewarnai. Wakil Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator Rem 081 Cabang […]

    Bagikan
  • Tragis, Dinkes Kab Madiun Ungkap Data Semua SPPG Belum Kantongi Sertifikat Higienis

    Tragis, Dinkes Kab Madiun Ungkap Data Semua SPPG Belum Kantongi Sertifikat Higienis

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kab Madiun sudah berjalan dan melayani belasan ribu siswa, ternyata membuat mata terbelalak. Dinas Kesehatan menyatakan belum satu pun Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS). Padahal Ke depan, Pemkab Madiun telah menargetkan 36 SPPG beroperasi melayani […]

    Bagikan
  • Sejumlah Warga Protes Lapangan Josenan Jadi Lokasi Pembangunan KKMP

    Sejumlah Warga Protes Lapangan Josenan Jadi Lokasi Pembangunan KKMP

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sejumlah warga Kelurahan Josenan menyampaikan penolakan terhadap rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di area Lapangan Josenan. Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada pihak kelurahan dalam pertemuan mediasi yang di Kantor Kelurahan Josenan pada Senin (6/4/2026). Perwakilan warga, Tri Setiawan mengatakan masyarakat tidak menolak program pemerintah, namun keberatan jika pembangunan […]

    Bagikan
  • 200 Tukang Becak Di Ponorogo Terima Bantuan Becak Listrik Dari Presiden Prabowo

    200 Tukang Becak Di Ponorogo Terima Bantuan Becak Listrik Dari Presiden Prabowo

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) memberikan bantuan becak listrik kepada 200 tukang becak di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (9/2/2026). Penyerahan bantuan tersebut diwarnai konvoi becak listrik mengelilingi Kota Ponorogo dan berakhir di Pendopo Kabupaten Ponorogo. Bantuan ini disambut antusias para tukang becak, khususnya mereka yang telah […]

    Bagikan
  • Ini Rangkaian Acara Klenteng Hwie Ing Kiong Madiun Sambut Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili

    Ini Rangkaian Acara Klenteng Hwie Ing Kiong Madiun Sambut Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Klenteng Hwie Ing Kiong merupakan salah satu klenteng di Madiun, Jawa Timur yang memiliki sejarah panjang dan daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Klenteng Hwie Ing Kiong diperkirakan sudah berdiri lebih dari seratus tahun yang lalu. Meski begitu, bangunannya masih kokoh dan tegak berdiri sampai saat ini. Klenteng terkenal […]

    Bagikan
  • Angka Kemiskinan Madiun Turun, Kok Jumlah Penduduk Miskin Bertambah ?

    Angka Kemiskinan Madiun Turun, Kok Jumlah Penduduk Miskin Bertambah ?

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun merilis perkembangan terbaru indikator kemiskinan. Meski persentase penduduk miskin kembali turun, jumlah penduduk miskin justru meningkat. Kepala BPS Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti, menjelaskan faktor di balik dinamika tersebut. Pada Maret 2025, persentase penduduk miskin di Kabupaten Madiun tercatat 10,40 %, menurun dari 10,63 % […]

    Bagikan
expand_less