
Sinergia | Magetan – Kebun kelengkeng yang dikelola Pemerintah Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, menarik perhatian publik setelah untuk pertama kalinya membuka wisata petik buah. Baru dibuka beberapa jam, 10 dari 120 pohon yang siap panen langsung ludes dipetik pengunjung Rabu (7/1/2026). Wisatawan tidak hanya datang dari Magetan, tetapi juga dari Madiun, Ngawi, hingga sejumlah daerah sekitar.
Lokasi kebun yang berada di tengah hamparan persawahan menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat memetik kelengkeng langsung dari pohonnya sambil menikmati panorama alam yang terbuka dan asri. Kebun seluas setengah hektare yang diberi nama Agro Sport Madigondo ini dikelola secara profesional oleh pemerintah desa.
Ari, salah satu pengunjung asal Madiun, mengaku datang karena penasaran dengan pengalaman memetik kelengkeng langsung dari kebun. “Buahnya segar dan sensasinya beda karena bisa metik sendiri. Dagingnya tebal, manis, dan di sini boleh makan sepuasnya gratis. Yang bayar hanya kalau dibawa pulang, harganya Rp35 ribu per kilo,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengalaman memilih dan mencicipi buah langsung dari pohon memberikan kepuasan tersendiri dibanding membeli di kios.
Kepala Desa Madigondo, Sulistiono, menjelaskan bahwa konsep wisata petik kelengkeng ini sudah dipersiapkan sejak kebun mulai berproduksi beberapa tahun terakhir. Setiap pohon mampu menghasilkan 30–40 kilogram kelengkeng sekali panen. Untuk menjaga kualitas buah, seluruh area telah dipasang jaring guna menghindari serangan hama, terutama kelelawar buah.
“Kami menamai kawasan ini Agro Sport Madigondo. Pengunjung boleh memetik dan mencicipi kelengkeng langsung dari pohonnya secara gratis. Hanya buah yang dibawa pulang yang dikenai harga Rp35 ribu per kilogram. Respons warga sangat antusias,” jelasnya.

Selain itu, pengelola juga menyiapkan edukasi singkat tentang cara memetik yang benar, dibantu tenaga ahli kelengkeng setempat. “Jenis kelengkeng yang kami tanam adalah New Kristal, yang masa berbuahnya bisa diatur sesuai kebutuhan. Hari ini saja sudah sekitar 200 kilogram yang terbawa pulang pengunjung,” tambah Sulistiono.
Sementara, Plt. Camat Takeran, Eko Budiono, menilai bahwa kebun kelengkeng Madigondo memiliki potensi besar untuk mendukung program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). “Ini potensi agrobisnis yang luar biasa. Buah kelengkeng dari Madigondo bisa menjadi bagian dari suplai kebutuhan buah dalam program MBG melalui SPPG. Kami akan mendorong agar potensi lokal ini terserap dengan baik,” terangnya.
Tak hanya kelengkeng, ia menilai wilayah Takeran juga memiliki komoditas buah lain seperti melon dan pepaya yang bisa digali lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Pihak kecamatan juga memastikan akan berkoordinasi dengan Forkopimca untuk membantu keberlanjutan program ini.
“Kami ingin potensi lokal benar-benar dimanfaatkan, sehingga ekonomi kerakyatan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.(Nan/Krs).