Berita Terkini
Trending Tags

Pekerja Tersengat Listrik di Proyek KDMP Magetan, Alami Luka Bakar hingga Diduga Patah Tulang

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 55
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pekerja proyek KDMP Magetan tersengat listrik saat angkat rangka atap, (10/4/2026), Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Milangasri, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Seorang pekerja bangunan, Heru Setiawan (27), warga Desa Taji, Kecamatan Karas, mengalami luka serius usai tersengat listrik tegangan tinggi saat mengerjakan rangka atap.

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban bersama sejumlah pekerja lain mengangkat besi untuk rangka atap. Tanpa disadari, besi yang diangkat menyentuh kabel listrik udara yang melintang tepat di atas lokasi proyek.

Rekan kerja korban, Yusuf Saeroni, menuturkan bahwa insiden berlangsung sangat cepat. Ia menyebut korban tidak menyadari keberadaan kabel listrik saat bekerja.

“Korban sedang mengangkat besi untuk rangka atap, kemungkinan tidak melihat kabel listrik di atas. Saat besi menyentuh kabel, korban langsung tersengat dan terjatuh,” ujar Yusuf.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, terutama di bahu kiri dan bagian kanan bawah tubuh. Selain itu, korban juga mengeluhkan nyeri hebat pada pundak kiri yang diduga akibat cedera tulang setelah terjatuh dari ketinggian.

Yusuf menambahkan, kondisi korban sempat mengkhawatirkan saat pertama kali ditangani.

“Luka bakarnya terlihat di beberapa bagian tubuh, dan korban juga mengeluhkan sakit di bahu. Dugaan sementara ada cedera tulang akibat jatuh dari atas,” katanya.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Panekan untuk mendapatkan penanganan awal, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Madiun karena keterbatasan fasilitas.

Diketahui, Heru merupakan pekerja harian lepas yang baru sekitar lima hari bekerja di proyek tersebut dengan upah Rp150 ribu per hari. Rekan pekerja menyebut korban bahkan belum menerima gaji sejak mulai bekerja.

“Dia baru beberapa hari bekerja di sini, belum sempat menerima upah. Kami juga tidak menyangka kejadian seperti ini bisa terjadi,” ungkap salah satu pekerja di lokasi.

Saat insiden terjadi, sekitar 10 pekerja tengah beraktivitas di area proyek. Minimnya pengamanan serta kurangnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya, khususnya dari kabel listrik tegangan tinggi, diduga menjadi pemicu kecelakaan.

Seorang pekerja lain menilai pengawasan di lokasi proyek seharusnya lebih diperketat.

Image Not Found
Besi yang diangkat korban menyentuh kabel listrik udara yang melintang tepat di atas lokasi proyek, Foto : Istimewa

“Seharusnya ada pengawasan lebih ketat, apalagi posisi kabel listrik sangat dekat dengan area kerja. Ini jelas berbahaya bagi pekerja,” ujarnya.

Insiden ini menambah daftar kecelakaan kerja di proyek KDMP di wilayah Magetan. Sebelumnya, pada Februari 2026, seorang pekerja bernama Suratni (39) mengalami kecelakaan hingga jari tangannya remuk akibat terjepit mesin molen.

Saat itu, korban mengaku bekerja tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai.

“Waktu itu saya bekerja seperti biasa untuk kebutuhan menjelang Lebaran. Mungkin karena kurang waspada, tangan saya terjepit mesin,” kata Suratni.

Rangkaian kejadian ini menjadi peringatan serius terkait pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor konstruksi. Tanpa perlindungan yang memadai, pekerja harian lepas menjadi kelompok paling rentan mengalami kecelakaan.

Warga sekitar pun berharap ada perbaikan dalam sistem keselamatan kerja di proyek tersebut.

“Harapannya ke depan ada perhatian lebih terhadap keselamatan kerja, supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar seorang warga.

Sementara itu, pihak keluarga korban juga berharap adanya tanggung jawab dari pihak terkait, termasuk pemberian santunan yang layak.

“Kami hanya berharap ada tanggung jawab dan bantuan yang pantas untuk korban,” kata perwakilan keluarga. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Overstay 60 Hari, Dua WNA Asal Malaysia Dideportasi Kantor Imigrasi Madiun

    Overstay 60 Hari, Dua WNA Asal Malaysia Dideportasi Kantor Imigrasi Madiun

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dua warga negara Malaysia dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Madiun setelah diketahui melanggar izin tinggal atau overstay lebih dari 60 hari di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kepala Subseksi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Madiun, Aditya Yusuf, menjelaskan bahwa kedua WNA tersebut bukan tenaga kerja asing, melainkan hasil […]

    Bagikan
  • 207 Calon Jemaah Haji Jalani Pengecekan Kesehatan dan Kebugaran

    207 Calon Jemaah Haji Jalani Pengecekan Kesehatan dan Kebugaran

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kementrian Agama Kota Madiun dan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun melaksanakan serangkaian pemeriksaan kesehatan dan kebugaran untuk Calon Jamaah Haji (CJH), Kamis (06/02/2025). Kegiatan ini guna memastikan setiap calon jamaah haji berada dalam kondisi fisik yang sehat dan siap untuk menjalankan ibadah haji di Tanah […]

    Bagikan
  • Dindik Ponorogo Tak Larang Sekolah Gelar Perpisahan dan Study Tour, Tapi Wajib Patuhi Syarat Ini

    Dindik Ponorogo Tak Larang Sekolah Gelar Perpisahan dan Study Tour, Tapi Wajib Patuhi Syarat Ini

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo tidak melarang sekolah-sekolah di bawah naungannya untuk menggelar acara perpisahan maupun study tour. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dindik Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri, yang menyatakan ada syarat yang harus diperhatikan oleh pihak sekolah jika mengadakan kegiatan perpisahan dan study tour. “Perpisahan boleh, study tour juga […]

    Bagikan
  • BNPB Catat 18 Desa di Kabupaten Madiun Terdampak Bencana Hidrometeorologi

    BNPB Catat 18 Desa di Kabupaten Madiun Terdampak Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor pada Sabtu (15/3/2025). Selain itu, tanah longsor juga terjadi di beberapa wilayah akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan deras. Berdasarkan data yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir melanda enam […]

    Bagikan
  • Pamit Bermain, Bocah 11 Tahun Ditemukan Tenggelam di Bekas Galian C

    Pamit Bermain, Bocah 11 Tahun Ditemukan Tenggelam di Bekas Galian C

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Sinergia| Kab. Madiun — Peristiwa tragis terjadi di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Minggu (27/4/2025). Seorang bocah laki-laki, RYA (11), siswa kelas IV SD Negeri Tulung, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di bekas galian C milik warga setempat. Kapolsek Saradan, AKP Koco Widodo, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB di […]

    Bagikan
  • BNPT Ingatkan Bahaya Radikalisme, Magetan Masuk Zona Rawan

    BNPT Ingatkan Bahaya Radikalisme, Magetan Masuk Zona Rawan

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Label zona merah potensi intoleransi dan radikalisme kini melekat pada Kabupaten Magetan. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menunjukkan daerah ini masuk kategori rawan, sehingga perlu langkah pencegahan lebih serius. Menanggapi kondisi tersebut, BNPT bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur menggelar sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme. Kegiatan itu […]

    Bagikan
expand_less