Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Plt Bupati Ponorogo Kunjungi Empat Anak Yatim Piatu, Siapkan Beasiswa untuk Masa Depan Mereka

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 47 menit yang lalu
  • visibility 34
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita kunjungi empat anak yatim piatu di Slahung. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengunjungi empat anak yang kehilangan kedua orang tuanya setelah sang ibu, Lu’luatun Ninah, meninggal dunia di atas sepeda motor di Desa Gombang, Kecamatan Slahung, beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah menyiapkan bantuan beasiswa serta perlengkapan sekolah untuk mendukung masa depan anak-anak tersebut.

Kunjungan yang dilakukan pada Rabu (21/10/2026) itu menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi keempat anak yang kini harus menjalani kehidupan tanpa kehadiran ayah dan ibu.

Lisdyarita datang bersama Kapolres Ponorogo beserta jajaran, Danramil, Dinas Sosial, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), camat, lurah, serta perangkat lingkungan setempat. Mereka meninjau langsung kondisi anak-anak sekaligus memastikan bahwa mereka mendapatkan pengasuhan dan perhatian yang memadai.

“Hari ini, saya hadir untuk mengunjungi empat anak yang harus menghadapi kenyataan berat, kehilangan orang tua, Bu Lulu dan Bapak Syamsudin, yang menjadi tempat mereka bernaung, mendapatkan kasih sayang, dan menggantungkan harapan,” ungkap Lisdyarita.

Menurutnya, kehilangan kedua orang tua merupakan ujian berat bagi anak-anak yang masih membutuhkan pendampingan dalam tumbuh kembang mereka. Karena itu, pemerintah daerah bersama keluarga dan masyarakat perlu memastikan kebutuhan dasar, pendidikan, serta perlindungan mereka tetap terpenuhi.

“Sebagai pemerintah daerah, kami hadir untuk menengok, membantu, dan juga memastikan bahwa mereka mendapatkan perlindungan, perhatian, pendidikan, dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” lanjutnya.

Dalam kunjungan tersebut, Lisdyarita menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan beasiswa bagi keempat anak. Selain itu, mereka juga menerima bantuan berupa mainan dan perlengkapan sekolah untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.

Lisdyarita mengaku sebelumnya mengira anak-anak tersebut tidak memiliki pendamping yang bisa merawat dan menemani mereka setelah ditinggal kedua orang tuanya. Atas pertimbangan itu, ia sempat berencana menitipkan mereka di Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo agar pendidikan dan masa depan mereka tetap terjamin.

Namun, setelah melihat kondisi keluarga secara langsung, diketahui bahwa keempat anak tersebut tinggal bersama bibinya. Pihak keluarga masih bersedia menjaga dan membesarkan mereka.

“Tadinya saya pikir anak-anak ini tidak ada yang menjaga, menemani, dan mendampingi, sehingga akan kami titipkan di Sekolah Rakyat Ponorogo yang akan kami pantau untuk masa depannya. Ternyata anak-anak tinggal bersama budenya, jadi masih ada bude-budenya yang siap menjaga dan membesarkan anak-anak almarhumah Ibu Lulu,” jelasnya.

Meski demikian, Lisdyarita meminta perangkat daerah terkait, pemerintah desa, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial untuk terus berkoordinasi dalam membantu memenuhi kebutuhan anak-anak tersebut.

Ia menegaskan, perhatian tidak cukup hanya diberikan melalui bantuan sesaat. Pendampingan dan kepastian pendidikan juga perlu dijaga agar mereka tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh dan meraih cita-cita.

Lisdyarita berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga yang kini mengasuh keempat anak tersebut. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan agar anak-anak itu tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa depan.

“Saya ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian. Masih ada keluarga, masyarakat, dan pemerintah yang peduli serta siap membantu sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap anak yatim piatu merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas pemerintah. Dukungan dari lingkungan sekitar diharapkan dapat menjadi penguat bagi anak-anak untuk tetap melanjutkan pendidikan dan menjalani kehidupan dengan baik.

Lisdyarita juga mendoakan agar almarhumah Lu’luatun Ninah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara keempat anaknya diberikan kekuatan dan kesabaran untuk melanjutkan kehidupan serta meraih cita-cita mereka.

“Kita ingin memastikan bahwa tidak ada anak di Ponorogo yang merasa sendirian menghadapi masa depannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Lu’luatun Ninah, warga Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, meninggal dunia saat berada di atas sepeda motor di tepi Jalan Raya Ponorogo–Pacitan, Desa Gombang, pada Sabtu (17/10/2026). Almarhumah diketahui menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan daun pisang setelah suaminya, Samsudin, meninggal dunia sekitar dua tahun sebelumnya.

Peristiwa tersebut menyita perhatian masyarakat setelah video yang memperlihatkan korban bersama anaknya yang masih berusia empat tahun beredar di media sosial. Kepedulian warga kemudian mengalir melalui penggalangan donasi untuk membantu kebutuhan hidup dan pendidikan keempat anak yang ditinggalkan. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Larung Sesaji Tumpeng Agung 1 Suro di Telaga Ngebel, 29 Tumpeng Diperebutkan Warga

    Larung Sesaji Tumpeng Agung 1 Suro di Telaga Ngebel, 29 Tumpeng Diperebutkan Warga

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ribuan warga memadati kawasan Telaga Ngebel, Desa/Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, untuk mengikuti prosesi larung sesaji dalam rangka memperingati 1 Suro atau 1 Muharam, Jumat (27/06/2025). Tradisi tahunan yang telah berlangsung secara turun-temurun ini dimulai pukul 10.00 WIB. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyiapkan total 30 tumpeng dalam prosesi tersebut. […]

    Bagikan
  • Gaji ASN Magetan Aman hingga 2027, Tetapi Pemkab Belum Pastikan Periode Berikutnya

    Gaji ASN Magetan Aman hingga 2027, Tetapi Pemkab Belum Pastikan Periode Berikutnya

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memastikan pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN), termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, masih aman setidaknya hingga 2027. Namun, pemerintah daerah belum dapat memberikan kepastian mengenai kemampuan membiayai belanja pegawai setelah periode tersebut. Kepastian pembayaran gaji hingga 2027 disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah […]

    Bagikan
  • Kurang Hati-Hati Saat Bakar Sampah, Lansia di Magetan Alami Luka Bakar 68 Persen

    Kurang Hati-Hati Saat Bakar Sampah, Lansia di Magetan Alami Luka Bakar 68 Persen

    • calendar_month 21 jam yang lalu
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Niat membersihkan sampah di pinggir jalan dengan cara dibakar berujung petaka bagi Sukarno, 77, warga Kelurahan Bendo, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ia mengalami luka bakar hingga 68 persen setelah api merembet ke rumpun bambu dan kini menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD dr. Sayidiman Magetan. Peristiwa tersebut terjadi […]

    Bagikan
  • 64 Desa di Madiun Bakal Gelar Pilkades, Anggaran BKK Disiapkan

    64 Desa di Madiun Bakal Gelar Pilkades, Anggaran BKK Disiapkan

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebanyak 64 desa di Kabupaten Madiun diproyeksikan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada Oktober 2027. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun telah mengusulkan anggaran miliaran rupiah dari pos  Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Non Infrastruktur untuk mendukung pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa […]

    Bagikan
  • Menuju Kota Tanpa Sampah, Maidi Gagas “Laundry Sampah” dan Konversi TPA Jadi Tempat Wisata

    Menuju Kota Tanpa Sampah, Maidi Gagas “Laundry Sampah” dan Konversi TPA Jadi Tempat Wisata

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, mengungkapkan rencana ambisius untuk mengubah wajah pengelolaan sampah di wilayahnya. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Madiun akan menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mengalihfungsikannya menjadi kawasan wisata. “Kita akan tutup TPA ini dan jadikan tempat wisata. Sebagai gantinya, akan kita siapkan sistem pengelolaan baru bernama laundry […]

    Bagikan
  • 29 Motor Dinas dan 3 Mobil Pemkab Ponorogo Siap Dilelang, Target PAD Tembus Rp200 Juta

    29 Motor Dinas dan 3 Mobil Pemkab Ponorogo Siap Dilelang, Target PAD Tembus Rp200 Juta

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo akan melelang puluhan kendaraan dinas dan sejumlah barang inventaris yang sudah tidak lagi digunakan. Lelang tersebut ditargetkan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga lebih dari Rp200 juta. Kepala Bidang Aset BPPKAD Kabupaten Ponorogo, Zaenal Arifin, mengatakan kendaraan yang akan dilelang terdiri dari 29 unit sepeda motor […]

    Bagikan
expand_less