Sapi Bunting 7 Kwintal Terperosok ke Septic Tank Sedalam Enam Meter, Evakuasi Berlangsung Dramatis
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 58 menit yang lalu
- visibility 20
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Seekor sapi betina berbobot sekitar tujuh kwintal terperosok ke dalam sumur resapan limbah atau septic tank sedalam lima hingga enam meter di Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Proses evakuasi ternak milik Jani, 77 tahun, tersebut berlangsung dramatis dan membutuhkan waktu sekitar dua jam.
Peristiwa itu bermula ketika sapi yang tengah bunting tersebut terlepas dari kandangnya saat hendak diberi minum oleh pemiliknya. Sapi kemudian berlari hingga memasuki pekarangan rumah tetangga. Nahas, saat menginjak penutup septic tank, konstruksi penutup tersebut ambles sehingga sapi terperosok ke dalam lubang.
Keluarga pemilik sapi yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan. Namun, kondisi lubang yang cukup dalam serta ukuran tubuh sapi yang besar membuat upaya penyelamatan secara manual tidak memungkinkan.
Ismini, anak pemilik sapi, menuturkan bahwa keluarganya sempat kebingungan ketika mendapati ternak tersebut sudah tidak berada di kandangnya. Setelah mencari ke sekitar rumah, mereka mendapati sapi terperosok ke dalam septic tank.
“Saya awalnya mau ke sawah, sapinya mau saya beri makan dulu. Ternyata lepas dari kandang. Setelah dicari, ibu saya sudah berteriak minta tolong karena sapi masuk ke lubang. Kaki bagian belakangnya sudah terperosok,” tutur Ismini.
Mendapat laporan kejadian tersebut, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses penyelamatan melibatkan personel BPBD, TNI, keluarga pemilik, serta warga setempat.
Petugas menggunakan teknik vertical rescue dengan peralatan khusus untuk mengangkat sapi dari dalam lubang. Upaya ini harus dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi septic tank yang sempit, sementara ukuran tubuh sapi hampir memenuhi diameter lubang.
Petugas BPBD Kabupaten Magetan, Purwanto, mengatakan kondisi medan dan ukuran ternak menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Terlebih, sapi tersebut merupakan betina yang sedang bunting sehingga penanganannya membutuhkan kehati-hatian ekstra.
“Ukuran sapi sangat besar dan posisinya cukup sulit untuk dievakuasi. Karena itu, kami melakukan penarikan menggunakan peralatan vertical rescue, dibantu TNI, masyarakat, dan rekan-rekan lainnya,” jelas Purwanto.
Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, petugas akhirnya berhasil mengangkat sapi dari dalam septic tank. Sapi berhasil diselamatkan, meski kondisinya masih lemas setelah cukup lama terjebak di dalam lubang.(Kus).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krz/Byg





