
Sinergia | Kab.Madiun – Proyek pembangunan gedung fraksi DPRD Kabupaten Madiun mencapai sekitar 40 persen dan masih berada pada jalur target. Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kabupaten Madiun, Rika Mekar Gumilang, mengatakan progres tersebut hanya mengalami deviasi tipis sebesar 0,5 persen akibat sempat terhenti selama sepekan.
Penghentian sementara itu dipicu isu aksi dan kerusuhan yang beberapa bulan lalu menyasar area Gedung DPRD.
“Progres secara umum sesuai rencana. Keterlambatan minus 0,5 persen terjadi karena pekerjaan sempat berhenti satu minggu,” kata Rika, Senin (17/11/2025).
Untuk mengejar ketertinggalan, DPUPR melakukan langkah percepatan dengan menambah pekerja dan menerapkan sistem lembur. Menurut Rika, kendala cuaca bukan hambatan signifikan karena sebagian pekerjaan dilakukan di area yang sudah tertutup.
“Tenaga kerja kami tambah dan jam kerja diperpanjang. Meski hujan, aktivitas di lantai satu tetap berjalan karena sudah terlindungi dari lantai dua,” ujarnya.
Saat ini, pengerjaan difokuskan pada pembangunan atap dan dinding bangunan. Sementara pekerjaan lantai, finishing, serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) masih menunggu giliran sesuai tahapan konstruksi.
Rika menjelaskan proyek tersebut dibiayai APBD dengan nilai kontrak sekitar Rp6,5 miliar. Pekerjaan ditargetkan tuntas pada 29 Desember 2025.
“Kami optimistis penyelesaian bisa tepat waktu dan tanpa hambatan berarti,” katanya.
Hingga kini, tidak ada revisi jadwal maupun peringatan dari pihak pengawas. Namun publik tetap menunggu konsistensi percepatan mengingat proyek fasilitas legislatif kerap menjadi sorotan efektivitas penggunaan anggaran. (Tov/Krs).