Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Sejumlah Pejabat Teras Pemkab Ponorogo Penuhi Undangan Evaluasi APBD di KPK

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • visibility 200
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati bersama sejumlah pejabat Pemkab Ponorogo beberapa hari yang lalu, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Sejumlah pejabat teras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Rabu (22/10/2025). Pertemuan yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, tersebut bukan agenda pemeriksaan, melainkan rapat evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024–2025.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, membenarkan agenda tersebut. Ia menyebut, undangan koordinasi itu tidak hanya ditujukan kepada Ponorogo, tetapi juga kepada sejumlah pemerintah daerah lainnya secara bergiliran.

“Ya benar, kami diundang resmi oleh KPK. Insyaallah semua hadir. Pertemuan dijadwalkan pukul 09.00 WIB,” kata Agus Pram.

Menurutnya, rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis, khususnya terkait penyaluran keuangan daerah dalam berbagai program, termasuk dana hibah dan pokok pikiran (pokir) anggota DPRD.

Agus Pram menambahkan, selain dirinya, rombongan Pemkab Ponorogo yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Bupati Sugiri Sancoko, Wakil Bupati Lisdyarita, pimpinan DPRD, Inspektur Inspektorat, Kepala DPUPKP, Kepala Bapperida, serta beberapa kepala dinas terkait penyusunan APBD.

“Pertemuan ini merupakan bagian dari pembinaan dan koordinasi. Jika ada hal yang perlu disempurnakan, akan kami tindak lanjuti pada penyusunan APBD 2026,” ujarnya.

Dalam agenda tersebut, KPK memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan APBD 2024–2025 sekaligus memberikan catatan perbaikan untuk penganggaran tahun berjalan. Evaluasi juga mencakup efektivitas program pembangunan dan kepatuhan pelaporan keuangan daerah.

“Termasuk pembahasan soal pokir, apakah sudah sesuai dengan hasil reses atau masih memerlukan penyesuaian. Semua dibahas secara terbuka,” pungkasnya.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Toko Kelontong di Ngawi Dibobol Maling Terekam CCTV

    Toko Kelontong di Ngawi Dibobol Maling Terekam CCTV

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Aksi pencurian di sebuah toko kelontong di Dusun Dungwaluh, Desa Campursari, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, terekam jelas CCTV pada Jumat (07/11/2025) dini hari. Dalam rekaman berdurasi sekitar satu menit itu, terlihat seorang pria masuk ke dalam toko dengan gerak-gerik mencurigakan. Wajahnya ditutupi kaos yang ia kenakan, sementara tangannya dengan cepat mengacak-acak […]

    Bagikan
  • Dinas Pendidikan Kota Madiun Bakal “Ngantor” di Lembaga Sekolah

    Dinas Pendidikan Kota Madiun Bakal “Ngantor” di Lembaga Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Pendidikan Kota Madiun bakal menggelar program “Ngantor di Lapangan” sebagai bagian dari tindak lanjut program Wali Kota Madiun. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan menyasar seluruh sekolah negeri di lingkup Kota Madiun. Program ini yang melibatkan seluruh jajaran Dinas Pendidikan ini ditugaskan secara bergiliran di sekolah-sekolah untuk […]

    Bagikan
  • Dari Ratusan Koperasi Desa Merah Putih, Baru Empat yang Aktif di Magetan

    Dari Ratusan Koperasi Desa Merah Putih, Baru Empat yang Aktif di Magetan

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 745
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program nasional pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Magetan masih tersandung kendala di lapangan. Total dari 235 koperasi yang telah memiliki badan hukum, hanya ada empat koperasi yang benar-benar aktif dalam menjalankan kegiatan usaha. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Magetan, Sukartini, mengatakan sebagian besar koperasi desa yang belum […]

    Bagikan
  • Specta Night Kota Madiun Sedot Animo Ribuan Masyarakat, Pemkot Siapkan Evaluasi

    Specta Night Kota Madiun Sedot Animo Ribuan Masyarakat, Pemkot Siapkan Evaluasi

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) Kota Madiun kembali dipadati masyarakat pada Sabtu malam (19/9/2026). Gelaran Specta Night yang dikemas dalam kegiatan Car Free Night (CFN) tersebut menghadirkan beragam hiburan dan kreativitas komunitas. Deretan mobil modifikasi yang berjajar di sisi timur PSC menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. Sementara itu, […]

    Bagikan
  • Progres Pembangunan KDKMP Magetan Terus Meningkat, Pencapaian Tertinggi Dalam Pemetaan Lahan

    Progres Pembangunan KDKMP Magetan Terus Meningkat, Pencapaian Tertinggi Dalam Pemetaan Lahan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Program pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Magetan menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 26 Januari 2026, Kodim 0804/Magetan mencatat sudah 162 titik desa/kelurahan masuk dalam progres pembangunan, meningkat dari 151 titik pada pekan sebelumnya. Dandim 0804/Magetan, Letkol Inf Hasan Dasuki, menjelaskan bahwa sejumlah lokasi masih menjalani verifikasi lanjutan seperti […]

    Bagikan
  • Fenomena Kekurangan Murid di SD Negeri Madiun, DPRD: Efek Pilihan Masyarakat ke Madrasah

    Fenomena Kekurangan Murid di SD Negeri Madiun, DPRD: Efek Pilihan Masyarakat ke Madrasah

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Madiun mengalami kekurangan murid. Fenomena ini disorot oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Madiun, Slamet Rijadi, yang menilai kondisi tersebut merupakan dampak dari meningkatnya minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan berbasis agama, khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI). Menurut Slamet, fenomena tersebut bukanlah persoalan serius selama anak-anak […]

    Bagikan
expand_less