100 KK di Kelurahan Wungu Andalkan Air Bersih dari Bantuan Tandon dan Dropping
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun kian dirasakan warga. Di Kelurahan Wungu, Kecamatan Wungu, sekitar 100 kepala keluarga (KK) di RT 5 dan RT 6 telah lebih dari sebulan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat terbatasnya aliran air dari PDAM.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun bersama Batalyon TP 532/Pangeran Timur menyalurkan bantuan tandon dan air bersih, Jumat (2/10/2026).
Setiap hari, warga menyiapkan berbagai wadah penampungan, mulai dari galon hingga bak air sejak mengetahui adanya distribusi air bersih. Pasokan tersebut diharapkan dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk memasak dan minum.
Pasi Intel Batalyon TP 532/Pangeran Timur, Lettu CZI Mujamil, mengatakan pihaknya mengerahkan tiga unit tangki air untuk membantu warga terdampak. Dua tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter disalurkan ke Kelurahan Wungu, sedangkan satu tangki lainnya dikirim ke Dusun Bringin, Desa Kuwiran.
“Total hari ini sekitar 15.000 liter air bersih. Rencananya, kami akan melakukan dropping air ke Kelurahan Wungu setiap Jumat untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang sementara ini kesulitan air,” kata Lettu Czi Mujamil.
Ia menegaskan, Batalyon TP 532/Pangeran Timur siap membantu penyaluran air bersih ke wilayah lain yang mengalami kekeringan. Kesiapan tersebut didukung bantuan armada tangki air dari Menteri Pertahanan.
“Kapan pun kami siap untuk dropping air. Di mana warga membutuhkan, kami siap untuk menyalurkan air bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Madiun, Kusnadi, menyebut sedikitnya empat desa dan kelurahan telah melaporkan krisis air bersih. Wilayah tersebut meliputi Desa Pilangrejo, Desa Brumbun, Desa Kuwiran, dan Kelurahan Wungu.

Khusus di Kelurahan Wungu, krisis air berdampak pada sekitar 100 KK yang tersebar di dua RT. Kondisi tersebut dipicu terbatasnya pasokan air, yang salah satunya dipengaruhi penurunan debit air PDAM selama musim kemarau panjang.
Sebagai langkah penanganan, BPBD menyalurkan bantuan tandon air berkapasitas 1.200 liter kepada wilayah terdampak. .
“BPBD mengirimkan tandon, kemudian pengisian air dilakukan oleh sejumlah pihak, di antaranya Batalyon TP, BBWS, dan PDAM,” jelas Kusnadi.
Menurutnya, jumlah tandon yang diberikan kepada masing-masing wilayah disesuaikan dengan kebutuhan. Saat ini, BPBD Kabupaten Madiun masih memiliki sekitar 30 unit tandon yang dapat dialokasikan untuk penanganan krisis air bersih.
Bantuan tandon dan distribusi air bersih tersebut diharapkan mampu meringankan beban warga selama musim kemarau. Terlebih, berkurangnya debit air PDAM membuat pasokan air ke sejumlah pelanggan tidak lagi mengalir secara normal dan hanya tersedia pada jam-jam tertentu. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





