KAB. MADIUN – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun mencatat telah menemukan sebanyak 29 ekor sapi suspek PMK di wilayahnya. Puluhan hewan tersebut terindikasi terinfeksi penyakit mulut dan kuku.
“Kondisi itu terlihat dari ciri-ciri pada mulut sapi yang berbusa dan kakinya ditemukan luka-luka,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, Paryoto, Selasa (31/12). Selain itu, jumlah kasus sapi yang terindikasi PMK banyak ditemukan di Kecamatan Jiwan.
“Kecamatan Jiwan merupakan daerah perbatasan antara Kabupaten Madiun dengan Kabupaten Magetan dan Ngawi, yang sebelumnya terlebih dahulu banyak ditemukan kasus sapi terinfeksi PMK,” kata Paryoto.
Berdasarkan data dari DKPP Kabupaten Madiun, jumlah sapi ternak sebanyak 27.000 ekor. Dari laporan lapangan, yang terindikasi PMK sebanyak 29 ekor berada di wilayah Kecamatan Jiwan,” kata Paryoto.
Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun bekerja sama dengan pemerintah desa memantau kondisi sapi yang dimiliki peternak.
Terbaru, DKPP memantau salah satu peternakan sapi milik kelompok ternak yang ada di Desa Bodag, Kecamatan Kare. Di desa tersebut, tim menemukan dua ekor sapi yang terindikasi terjangkit PMK. Hal itu terlihat dari ciri-ciri mulut berbusa dan kaki yang ditemukan luka-luka. Paryoto menambahkan, petugasnya sudah mengambil sampel darah sapi untuk dikirim ke Balai Veteriner Yogyakarta. Sampel darah itu akan dicek untuk mengetahui apakah sapi terkena PMK atau tidak.
Dana – SinergiaNews