Berita Terkini
Trending Tags

Paceklik Anggaran, PKB dan Partai Golkar Mendukung Penggabungan OPD Pemkab Madiun

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 446
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gedung DPRD Kabupaten Madiun, (4/3/2026), Foto : Istimewa

Sinergia | Kabupaten Madiun – Wakil rakyat yang duduk di gedung DPRD Kabupaten Madiun bersikap mendukung penuh terkait opsi penggabungan sejumlah OPD. PKB dan Partai Golkar menilai opsi ini menjadi salah satu sikap cerdas disaat paceklik anggaran.

“Pada dasarnya FPKB mendukung dalam rangka efesiensi anggaran Pemkab Madiun, dengan prinsip ramping struktur namun kaya fungsi,” tegas Ketua Fraksi PKB, Wahyu Widayat, Rabu (04/03/2026).

Menurutnya, perlu mengevaluasi adanya SOTK yang sekarang ada, karena salah satu langkah yang memungkinkan dilakukan oleh Pemkab Madiun dalam rangka mendukung adanya efesiensi anggaran adalah Restrukturisasi Organisasi dengan prinsip ramping struktur kaya Fungsi.

Wahyu menjelaskan perlu dipertimbangkan dlm rangka Restrukturisasi Organisasi, yaitu

regulasi yang ada seperti Perda SOTK yang ada saat ini.

“Bahwa Perubahan Perda itu perlu adanya tahapan yang harus dilalui antara Eksekutif dengan Legislatif,” ujarnya.

Selain itu, dalam perubahan SOTK tidak akan mengganggu adanya pelayanan publik 

karena ada 6 urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar.

“Evaluasi perubahan SOTK juga perlu adanya kajian akademis berupa analisis beban kerja, sehingga perubahan SOTK diharapkan bisa menekan pembiayaan anggaran,” jelas Wahyu.

Sementara itu, Mashudi Ketua Fraksi Partai Golkar, mengaku sangat mendukung merger OPD “gemuk” yang saat ini berjumlah 30. Namun, dia wanti wanti sepanjang tidak mengganggu program daerah dan nasional dalam pencapaian visi misi daerah.

Tidak itu saja, penggabungan OPD jangan sampai tidak selaras dengan program dari pemerintah pusat. 

“Penggabungan beberapa OPD untuk efisiensi anggaran kami setuju saja, namun harus dilakukan secara cermat dengan kajian yang komprehensif agar pelayanan publik lebih optimal,” ujar Jiwan Satu, sebutan lain Mashudi. (Ndor/kris)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Madiun Maidi Dinobatkan Jadi Warga Kehormatan Muda Korps Brimob

    Wali Kota Madiun Maidi Dinobatkan Jadi Warga Kehormatan Muda Korps Brimob

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Sinergia | Sidoarjo – Jika biasanya Wali Kota Madiun, Maidi memakai Pakaian Dinas Harian (PDH) Kheki atau baju Korpri, namun berbeda kali ini. Seragam korps Brigadir Mobil (Brimob) melekat saat menghadiri HUT ke-80 di Mako Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satuan Brigade Mobil Polda Jatim, Jumat (14/11). Bukan tanpa alasan, Walikota Maidi mendapatkan penghargaan sebagai Warga […]

    Bagikan
  • Kajari Magetan Berganti, Penanganan Kasus Strategis Masih Menggantung

    Kajari Magetan Berganti, Penanganan Kasus Strategis Masih Menggantung

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pergantian pucuk pimpinan Kejaksaan Negeri Magetan kembali terjadi sebelum publik benar-benar mengetahui arah penegakan hukum di daerah ini. Dezi Setiapurnama dipindah ke Kejaksaan Agung hanya dalam hitungan bulan, dan kursinya kini ditempati Pelaksana Tugas (Plt) Kajari, Farhan Zunaedi. Rotasi yang terbilang cepat ini justru menambah daftar tanya publik, terutama terkait kasus […]

    Bagikan
  • Diduga Korsleting Listrik, Rumah Lansia di Panekan Ludes Terbakar

    Diduga Korsleting Listrik, Rumah Lansia di Panekan Ludes Terbakar

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran hebat terjadi di Dusun Milangasri, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Kamis petang (04/09/2025). Rumah milik seorang lansia bernama Welas (69) hangus dilalap api. Peristiwa itu diduga dipicu korsleting listrik. Api pertama kali terlihat dari kamar tengah yang ditempati Daeng, anak Welas. Saat itu, Welas bersama Daeng sedang berada di dapur. Menyadari […]

    Bagikan
  • Peletakan Batu Pertama Dua Dapur SPPG, Wakapolri : Segera Bermanfaat untuk Anak-Anak

    Peletakan Batu Pertama Dua Dapur SPPG, Wakapolri : Segera Bermanfaat untuk Anak-Anak

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo melakukan peresmian dua unit Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di Lapangan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun pada Jumat (08/08/2025). Kedua dapur tersebut nantinya akan menyediakan makan bergizi gratis bagi puluhan sekolah di sekitar lokasi, dengan radius layanan maksimal 1,4 kilometer. Setiap dapur […]

    Bagikan
  • Jasa Raharja Salurkan Santunan Keluarga Korban Insiden KA Malioboro Ekspres

    Jasa Raharja Salurkan Santunan Keluarga Korban Insiden KA Malioboro Ekspres

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Penanganan korban kecelakaan KA Malioboro Ekspres yang terjadi di perlintasan sebidang JPL 08, Kabupaten Magetan, terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah PT Jasa Raharja yang bergerak cepat dalam memberikan hak santunan bagi para korban dan keluarganya. Kepala Cabang Jasa Raharja Madiun, Kemal Karman Kamaluddin, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyelesaikan […]

    Bagikan
  • Harga Ayam Potong di Pasar Legi Ponorogo Naik Hingga Rp. 37 Ribu

    Harga Ayam Potong di Pasar Legi Ponorogo Naik Hingga Rp. 37 Ribu

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Harga ayam potong di Pasar Legi Ponorogo kembali merangkak naik. Pada Jumat (12/09/2025), harga tercatat mencapai Rp. 37 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya harga hanya berkisar Rp.30 ribu per kilogram. Srikatin, salah seorang pembeli sekaligus penjual nasi goreng, mengaku tetap membeli meski harga naik signifikan. Ia memilih pasrah karena kebutuhan dagangan […]

    Bagikan
expand_less