
Sinergia | Luwu Timur, Sulawesi Selatan – Tim Ekspedisi Patriot IPB University melakukan survei dan pemetaan potensi komoditas lada (merica) di Kawasan Transmigrasi Mahalona, Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada 11 Oktober 2025. Hal itu untuk mengidentifikasi perkembangan usaha tani lada yang menjadi sumber pendapatan utama petani transmigran. Kegiatan ini bertujuan menggali potensi hilirisasi serta memperkuat rantai nilai merica di tingkat lokal.
Pada survei bulan Oktober, Tim menemukan bahwa lada telah berkembang pesat di kawasan transmigrasi mahalona sebagai tanaman perkebunan yang memberikan pendapatan jangka menengah–panjang bagi transmigran. Petani menanam lada merah yang memiliki nilai jual tinggi dan mudah dipasarkan ke wilayah sekitar, seperti Wawondula hingga Palopo.
Salah Seorang petani lada di SP4 menyampaikan bahwa pendapatan keluarga meningkat terutama saat panen raya, dan beberapa petani mampu menanam hingga ratusan bahkan ribuan batang per lahan. Selain itu, agroklimat Mahalona yang subur menjadikan lada tumbuh dengan kualitas biji yang baik sehingga permintaan pasar relatif tinggi.
Perkembangan lada di Mahalona juga menghadapi beberapa tantangan. Selain menunggu waktu panen yang menjadi angin segar, para petani justru harus menghadapi harga lada yang fluktuatif ketika panen raya. Selain itu petani juga harus menghadapi busuk akar yang dapat menghambat pertumbuhan hingga pohon tersebut mati. Hal itu berdampak menurunnya produktivitas dan produksi lada petani.
Disisi lain, petani juga masih bergantung pada harga pupuk yang fluktuatif. Serta kurangnya fasilitas pascapanen seperti pengeringan dan sortasi modern. Serangan hama dan penyakit di musim hujan menjadi ancaman yang belum tertangani optimal.
Fakta lapangan menunjukkan bahwa komoditas lada mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga transmigran karena dapat disimpan sebagai long-term commodity dan dijual ketika harga tinggi. Potensi ini berpeluang dikembangkan menjadi produk olahan seperti bubuk lada dan lada merah premium sebagai brand “Lada Mahalona”.
Pengembangan lada turut membuka kesempatan usaha bagi generasi muda transmigran, mulai dari penyediaan bibit, pemasaran digital, hingga usaha pengolahan pascapanen berbasis UMKM. Keberadaan pengepul dan jaringan pemasaran lintas desa juga mempercepat distribusi hasil produksi petani.
Melalui penguatan kelembagaan kelompok tani, peningkatan teknik budidaya, dan dukungan terhadap pengolahan hasil, lada berpotensi menjadi ikon komoditas unggulan Kawasan Transmigrasi Mahalona. Tim Ekspedisi Patriot akan melanjutkan formulasi strategi hilirisasi lada sebagai bagian dari rekomendasi pengembangan komoditas transmigrasi berbasis investasi dan industrialisasi daerah. (Istimewa).