
Sinergia | Kota Madiun – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir ini. Tidak terkecuali dari kalangan akademisi di Kota Madiun yang turut prihatin atas peristiwa tersebut. Selain Maidi, KPK telah menetapkan 2 tersangka lainnya yakni Thariq Megah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun serta Rochim Ruhdiyanto, pihak swasta atau orang kepercayaan Maidi.
Guru Besar Universitas PGRI Madiun (Unipma), Prof Parji dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengungkapkan pembangunan Kota Madiun dibawah kepemimpinan Maidi berjalan pesat dan maju. 6 tahun terakhir berbagai penghargaan turut diraih baik tingkat nasional maupun internasional.

“Saya sangat prihatin dan menyayangkan. Padahal saya sebagai staf ahli beliau di periode pertama sudah sering mengingatkan untuk mengelola pemerintah dengan bersih dan transparan,” ujar Prof Parji.
Menurutnya, pembangunan di Kota Madiun secara fisik mengalami peningkatan yang sangat pesat, bahkan mampu membawa nama Kota Madiun ke kancah Internasional. “Secara kasat mata pembangunan fisik di Kota Madiun mengalami perkembangan yang pesat, bahkan tiap tahun penghargaan dari Pemerintah sangat banyak. Artinya, pembangunan di Kota Madiun berjalan dengan baik,” terangnya.
Meski begitu, bagi Parji, capaian itu tidak bisa digunakan untuk menoleransi adanya dugaan korupsi yang tengah berproses tersebut. “Seperti kata pepatah dulu, nila setitik rusak susu sebelangga,” tambahnya.
Sementara itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi Unmer Madiun, Maria Magdalena Widiantari cukup menyayangkan Kota Madiun yang telah dibangun sedemikian rupa harus dicederai oleh kesalahan tersebut. Menurutnya, banyak inovasi yang ditorehkan Wali Kota nonaktif tersebut selama 6 tahun memimpin. Bahkan, kawasan Pahlawan Street Center (PSC) yang sekarang ini dulunya merupakan kawasan kumuh dan tak terawat.

“Ini tipikal pemimpin yang kita harapkan dan kita mau, tapi memang ada sesuatu hal yang sampai saat ini masih berproses. Saya cukup menyayangkan, kenapa sesuatu yang sudah bagus tercedera oleh itu,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan-pembangunan tersebut sangat berhasil memajukan Kota Madiun. Tak hanya masyarakat lokal, wisatawan asing pun turut mengakui kinerja Wali Kota Maidi semasa menjabat.
“Faktanya kalau melihat kunjungan wisatawan cukup bagus, pengaruh ke UMKM juga bagus. Jadi saya pikir kalau bicara soal kinerja itu sangat bagus. Tanggapan masyarakat secara umum juga banyak yang respect dengan kinerja Pak Wali,” pungkasnya.(Kris).