Berita Terkini
Trending Tags

Gempa Pacitan Terasa hingga Madiun, Menara Masjid di Kincang Wetan Dilaporkan “Ndoyong” 

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 753
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Terdampak Gempa Pacitan, Sebuah menara masjid di Desa Kincang wetan Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun tampak miring. 
Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari, dirasakan hingga Kabupaten dan Kota Madiun. Getaran yang terjadi sekitar pukul 01.06 WIB sempat membuat sebagian warga panik dan keluar rumah.

Di Kabupaten Madiun, gempa dilaporkan berdampak pada sebuah menara masjid di Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan. Menara tersebut tampak miring atau “ndoyong” setelah gempa terjadi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menyebutkan, berdasarkan hasil pengecekan awal di lokasi, pihak takmir masjid menjelaskan bahwa kemiringan menara sebenarnya sudah terlihat sejak Kamis pagi (5/2/2026), sebelum gempa terjadi.

Namun, getaran gempa yang berpusat di Samudra Hindia diduga memperparah kondisi tersebut.

Kepala Desa Kincang Wetan, Ety Soekilasmini, mengatakan pihaknya baru menerima laporan dari warga pada malam hari dan langsung melakukan koordinasi dengan pengurus masjid untuk memastikan penyebab kemiringan bangunan.

“Saya dapat laporan itu baru tadi malam. Katanya dari warga menaranya ndoyong. Saya masih koordinasi dengan takmir untuk memastikan penyebabnya, apakah karena bencana atau faktor lain,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada koordinat 8,99 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur, atau sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meski cukup jauh dari pusat gempa, sejumlah warga di Madiun mengaku merasakan guncangan yang cukup kuat. Beberapa warga bahkan memilih keluar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.

Selain kerusakan pada menara masjid, BPBD juga menerima laporan kerusakan gapura makam di Desa Betek, Kecamatan Madiun, yang diduga dipicu oleh gempa yang sama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana, termasuk kemungkinan gempa susulan.

“Meski tidak berada di titik pusat gempa, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dan potensi gempa yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” kata Boby

Hingga berita ini ditulis, BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan. Tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut.(Tova).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Truk Adu Banteng di Madiun, Satu Pengemudi Luka-Luka

    Dua Truk Adu Banteng di Madiun, Satu Pengemudi Luka-Luka

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dua truk terlibat kecelakaan di Jalan Raya Madiun–Ponorogo, tepatnya di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Sabtu (06/12/2025). Kecelakaan melibatkan Pick Up Mitsubishi L300 bernomor polisi AE 8643 GC yang dikemudikan Budi Pranoto (30), warga Desa Kecamatan Geger, dan truk boks Isuzu ekspedisi nopol L 9374 N […]

    Bagikan
  • Pria Ngaku Anggota TNI Tipu Mahasiswi Ngawi, Nikah Siri dan Bawa Kabur Uang Rp. 10,5 Juta

    Pria Ngaku Anggota TNI Tipu Mahasiswi Ngawi, Nikah Siri dan Bawa Kabur Uang Rp. 10,5 Juta

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kisah cinta seorang mahasiswi asal Ngawi berinisial AKI (22) berakhir pahit. Ia menjadi korban penipuan seorang pria berinisial RS (38), warga Sleman, DIY, yang mengaku sebagai anggota TNI AD. Tidak hanya dinikahi secara siri, korban juga mengalami kerugian materi hingga Rp. 10,5 juta. Kasus ini bermula pada Mei 2025, ketika AKI […]

    Bagikan
  • Bus Cendana Tabrak Bengkel Di Ponorogo, 5 Motor Rusak, 1 Orang Luka

    Bus Cendana Tabrak Bengkel Di Ponorogo, 5 Motor Rusak, 1 Orang Luka

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah bus menabrak bengkel di Jalan Madiun-Ponorogo, tepatnya di Desa Purwosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo pada Minggu (23/3/2025) siang. Kecelakaan ini diduga akibat sopir bus kehilangan kendali saat menyalip kendaraan roda dua. Akibatnya, lima sepeda motor rusak dan satu orang mengalami luka ringan. Bus Cendana yang dikemudikan Febri Basir (40), warga Kelurahan Manguharjo, Kota […]

    Bagikan
  • Kebakaran Hebat di Ngawi, Lansia 86 Tahun Tewas Terjebak Api di Dalam Rumah

    Kebakaran Hebat di Ngawi, Lansia 86 Tahun Tewas Terjebak Api di Dalam Rumah

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (11/6/2026) petang. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan seorang penghuni rumah Siryono (86), meninggal dunia setelah terjebak di dalam bangunan yang terbakar. Berdasarkan rekaman video warga yang beredar, kobaran api terlihat dengan cepat membesar dan melahap seluruh bagian […]

    Bagikan
  • Harga Aspal Melonjak, Proyek Perbaikan Jalan di Kota Madiun Terpaksa Tertunda

    Harga Aspal Melonjak, Proyek Perbaikan Jalan di Kota Madiun Terpaksa Tertunda

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sejumlah proyek perbaikan jalan di Kota Madiun terpaksa ditunda akibat lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak langsung pada kenaikan harga aspal. Pemerintah daerah kini masih melakukan penyesuaian anggaran dan menunggu koordinasi dengan pemerintah pusat terkait Standar Harga Satuan (SHS). Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, […]

    Bagikan
  • Gerombolan Pembalak Liar Babat 11 Gelondong Jati Hutan Mruwak

    Gerombolan Pembalak Liar Babat 11 Gelondong Jati Hutan Mruwak

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Belasan pembalak liar menyatroni hutan jati di petak 42 A, RPH Mruwak, BKPH Brumbun Kec. Dagangan. Aksi kawanan terorganisir ini berhasil digagalkan tim Polhut KPH Madiun, Jumat ( 14/02/2025) menjelang petang. ADM Perhutani KPH Madiun, Panca Sihite mengatakan semua pelaku termasuk sopir yang membawa kayu jati berhasil kabur. “Kita amankan […]

    Bagikan
expand_less