Jumat, 23 Okt 2026
Trending Tags

Gerakan Pangan Murah Digelar di Kota Madiun, Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Bahan Pokok

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 379
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun apresiasi Gerakan Pangan Murah, (6/3/2026), Foto : Kriswanto

Sinergia | Kota Madiun – Upaya menekan inflasi serta mengendalikan lonjakan harga bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kota Madiun di Lapangan Rejomulyo, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan tersebut disambut antusias warga. Sejak pagi, masyarakat terlihat mengantri untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok seperti minyak goreng, bawang merah, telur, hingga cabai dengan harga lebih terjangkau dibandingkan di pasaran.

Salah satu warga, Wiwin Kristiana, mengaku sengaja datang ke lokasi karena harga bahan pokok yang ditawarkan lebih murah. “Ini tadi beli minyak goreng, bawang merah, sama telur buat kebutuhan sehari-hari. Menurut saya untuk saat ini memang harganya lebih murah dibandingkan biasanya, makanya saya ikut antre karena mumpung murah,” ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan seperti ini cukup membantu masyarakat, terutama pada momen Ramadan ketika harga bahan pokok biasanya mulai mengalami kenaikan. “Alhamdulillah terbantu. Biasanya kalau sudah bulan puasa harga bahan pokok melonjak. Walaupun selisihnya tidak terlalu jauh, tapi tetap membantu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno, menjelaskan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menekan laju inflasi. Menurutnya, saat ini pasokan sejumlah komoditas di pasar induk memang mengalami penurunan, sehingga berdampak pada kenaikan harga di pasaran. Khususnya saat ini cabai rawit yang harganya masih tinggi.

“Contohnya di Pasar Induk Pare yang menjadi salah satu pemasok buah dan sayur di Jawa Timur. Biasanya suplai mencapai sekitar 30 ton per hari, tetapi saat ini hanya sekitar 20 ton. Artinya memang pasokannya berkurang,” jelas Heru.

Meski demikian, ia memperkirakan kondisi harga akan kembali normal dalam waktu dekat seiring dengan masa panen yang diperkirakan mulai berlangsung pada akhir Maret, terutama untuk komoditas cabai dari daerah dataran tinggi. “Nanti sekitar akhir Maret sudah mulai panen, terutama cabai dari daerah dataran tinggi. Kalau pasokannya meningkat, biasanya harga juga akan kembali normal,” ujarnya.

Image Not Found
Gerakan Pangan Murah di Kota Madiun diserbu warga, Foto : Kriswanto

Selain melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah juga melakukan berbagai intervensi lain untuk menjaga stabilitas harga, seperti operasi pasar di sejumlah pasar tradisional yang menjadi acuan penghitungan inflasi, seperti di Kota Madiun ada Pasar Sleko dan Pasar Besar Madiun.

Heru menambahkan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur menargetkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di 15 titik di berbagai daerah.

“Kota Madiun ini sudah titik yang ketiga dari total 15 titik yang direncanakan. Selain itu, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan di sejumlah daerah,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kota Madiun karena dinilai mampu membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan. Menurutnya, selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Ramadan dan Idul Fitri, pemerintah bersama TNI dan Polri terus melakukan pemantauan harga serta pasokan bahan pokok di pasar-pasar tradisional.

“Hampir setiap hari laporan harga dari pasar selalu diperbarui oleh Dinas Perdagangan. Satgas juga terus memantau agar pasokan tetap aman dan harga stabil,” katanya.

Bagus menyebutkan salah satu komoditas yang sering memicu kenaikan inflasi adalah cabai, khususnya cabai rawit, karena menjadi kebutuhan utama masyarakat. “Warga Madiun ini terkenal suka makanan pedas. Cabai rawit sering jadi komoditas yang harganya naik cukup tinggi dan mempengaruhi inflasi,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah melakukan berbagai intervensi, termasuk melalui Gerakan Pangan Murah serta kerja sama antar daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan. “Kami juga bekerja sama dengan daerah sekitar seperti Kediri, Magetan, dan Blitar untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok, karena Kota Madiun tidak memiliki lahan pertanian yang luas,” jelasnya.

Pemerintah Kota Madiun juga menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan harga yang signifikan. Selain itu, subsidi harga juga dimungkinkan akan diberlakukan jika terpantau harga bahan pokok di pasaran melambung tinggi. “Jika terjadi kenaikan harga yang berpotensi memicu inflasi tinggi, pemerintah kota siap memberikan subsidi untuk membantu masyarakat,” pungkasnya. (krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Anak Di Jenangan Diamankan, Buat Petasan Dari Kertas Buku Pelajaran

    10 Anak Di Jenangan Diamankan, Buat Petasan Dari Kertas Buku Pelajaran

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 10 anak di Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur diamankan aparat kepolisian dalam sepekan terakhir. Mereka kedapatan membuat balon udara tanpa awak dan ratusan selongsong petasan. Mirisnya, bahan pembuatan selongsong petasan tersebut menggunakan kertas dari buku pelajaran. Kapolsek Jenangan AKP Amrih Widodo menyampaikan, pihaknya menerima laporan masyarakat terkait aktivitas pembuatan […]

    Bagikan
  • Bocah SMP Hanyut di Bengawan Solo, Diduga Terseret Arus Saat Bermain Prosotan di Sungai

    Bocah SMP Hanyut di Bengawan Solo, Diduga Terseret Arus Saat Bermain Prosotan di Sungai

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Peristiwa tragis terjadi di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya di wilayah Sungai Bengawan Solo yang memisahkan Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, dengan Desa Megeri, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun dilaporkan hanyut terseret arus deras pada Senin siang, (30/06/2025). Korban berinisial D.Tb […]

    Bagikan
  • Diduga Mengantuk, Mobil Pemudik Tabrak Pembatas Tol di Ngawi, Satu Penumpang Meninggal

    Diduga Mengantuk, Mobil Pemudik Tabrak Pembatas Tol di Ngawi, Satu Penumpang Meninggal

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 1.270
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan tunggal melibatkan mobil pemudik terjadi di ruas jalan tol wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (17/3/2026) pagi. Kendaraan yang melaju dari arah Solo menuju Surabaya itu oleng diduga akibat pengemudi mengantuk hingga menabrak pagar pembatas jalan. Insiden ini menyebabkan seluruh penumpang mengalami luka-luka, dan satu orang meninggal dunia. Peristiwa terjadi […]

    Bagikan
  • Dampak Banjir Semarang, Belasan KA Memutar Melintasi Daop 7

    Dampak Banjir Semarang, Belasan KA Memutar Melintasi Daop 7

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dampak banjir di Semarang Jawa Tengah masih mempengaruhi perjalanan kereta api. Jalur antara Semarang dan Surabaya saat ini belum dapat dilalui. Hal itu berdampak pada perjalanan kereta api dari Surabaya dialihkan melalui Daop 7 Madiun. Manager Humas Daop 7 Madiun, Kuswardojo menjelaskan frekuensi perjalanan di wilayah PT KAI Daerah Operasi […]

    Bagikan
  • Penanganan ODGJ Jambon Ponorogo, Ipda Purnomo Berencana Jemput Nanto

    Penanganan ODGJ Jambon Ponorogo, Ipda Purnomo Berencana Jemput Nanto

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Penanganan kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dikurung dalam kandang besi di Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, mulai menemui titik terang. Ipda Purnomo, Kanit Binpolmas Polres Lamongan, menyatakan berencana menjemput Suhananto atau Nanto, 45 tahun, sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. Rencana tersebut disampaikan Ipda Purnomo melalui unggahan di media sosial […]

    Bagikan
  • Lahan Pembangunan KMP Terkendala LSD, Ini Langkah Pemkot Madiun

    Lahan Pembangunan KMP Terkendala LSD, Ini Langkah Pemkot Madiun

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Koperasi Merah Putih (KMP) menjadi salah satu program prioritas yang digaungkan Presiden RI, Prabowo Subianto. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tengah mematangkan tempat atau lokasi untuk pembangunan gedung KMP. Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun mengungkapkan jika saat ini setiap kelurahan tengah menentukan titik lahan untuk program tersebut. […]

    Bagikan
expand_less